
Uweekkk... Uweekkk
Yuna terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara orang muntah muntah di dalam kamar mandi, lalu Yuna pun bergegas turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
“Bee kamu kenapa?” Tabya Yuna menghampiri Agung dan memijit tengkuk suaminya.
“Perutku mual banget sayang, uweekk...” ucap Agung lemas, dia merasa perutnya seperti di aduk aduk, dan ingin muntah tapi tidak ada yang bisa di muntahkan.
“Kita cek ke dokter saja mau” ucap Yuna dia merasa khawatir dengan keadaan suaminya, pikir Yuna apa karena kemarin suaminya makan terlalu banyak makanya muntah muntah.
“Aku gak papa sayang, paling hanya masuk angin biasa, nanti istirahat sebentar juga pasti sembuh dengan sendirinya” ucap Agung
Dengan telaten dan tidak merasa jijik Yuna membilas mulut suaminya dengan menggunakan air sampai bersih, “masih mual tidak?” Tanya Yuna
“Sudah tidak, tapi perut aku masih terasa tidak enak” jawab Agung, lalu Yuna membantu memapah suaminya berjalan keluar dari kamar mandi memnuju tempat tidur, Yuna membantu suaminya untuk berbaring di tempat tidur.
“Aku buatin teh jahe dulu ya supaya perutnya enak” ucap Yuna sebelum beranjak dari kamar dan Agung hanya menangguk dengan lemas seperti tidak ada tenaga.
Yuna bergegas keluar dari kamar langsung menuju dapur untuk membuat minuman hangat untuk suaminya. Terlihat di dapur sudah ada Yuri dan juga mbok Darmi.
“Non cari apa?” Tanya mbok Darmi ketika melihat nona mudanya celangak celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
“Aku nyari jahe mbok masih ada gak ya” jawab Yuna
“Ini tempat bumbunya lagi di pake sama gua” sahut Yuri lalu menyerahkan 1 ruas jahe kepada sahabatnya. “memangnya jahe buat apaan Na?” Tanya Yuri penasaran.
“Gua mau buat teh jahe buat mas Agung, kayanya mas Agung masuk angin deh” jawab Yuna yang sedang menyedu teh.
Setelah selesai membuat minuman Yuna langsung bergegas kembali ke kamar, “ri kalau yang lain mau sarapan, sarapan saja ya tidak usah nunggu gua sama mas Agung mungkin setelah ini dia mau tidur lagi” pesan Yuna.
“Siap bu bos” sahut Yuri
Ceckleck
Yuna membuka pintu kamar sembari membawa satu cangkir teh jahe di tangannya, ketika masuk kamar di lihat suaminya tertidur lagi, lalu dia mendekat ke arah suaminya dan duduk di tepi ranjang dengan perlahan Yuna membangunkan Agung dengan mengelus pipi suaminya.
“Bee, hubby bangun dulu yuk” panggil Yuna
“Eumm, sayang”
“Bangun dulu yuk, minum dulu tehnya agar lebih enak perutnya, nanti setelah itu baru istirahat lagi” pintah Yuna, dan langsung di ikuti oleh Agung, Agung langsung merubah posisinya menjadi duduk lalu meraih cangkir teh yang di berikan istrinya dan meminumnya samapai tandas habis tidak tersisa.
Tanpa merasa jijik Yuna langsung mengelap mulut suaminya yang basah setelah Agung sudah menghabisi minumannya.
__ADS_1
“Nah sekarang istirahat lagi ya” ucap Yuna membantu membaringkan kembali suaminya.
“Tapi kamu disini temani mas ya, mas mau tidur sambil di peluk kamu sayang” ucap Agung dengan memohon.
“Baiklah” sahut Yuna, dan langsung naik ke atas tempat tidur membaringkan badanya tepat di samping suaminya dengan posisi miring mengahadap ke arah suaminya dan Agung langsung masuk dalam pelukan sang istri dengan membenamkan wajahnya tepat di dada sang istri lalu tangannya melingkar di perut dan langsung memejamkan matanya. Sekarang ganyian biasanya Yuna yang tidur masuk ke dalam pelukan suaminya, ini malah terbalik Agung yang tidur dalam dekapan Yuna. Tidak menunggu waktu lama Yuna mendengar dengkuran halus dari bibir suaminya itu menandakan kalau Agung sudah tidur kembali, dia merasa heran akhir akhir ini dengan tingkah suaminya yang sangat manja sekali padanya, pada akhirnya Yuna pun ikut memejamkan matanya dan tertidur menyusul suaminya ke alam mimpi.
Mereka berdua di kamar sedang asik asik tidur sembari berpelukan, sedangkan di lantai bawah semua anggota keluarga sudah pada berkumpul dan siap untuk menyantap sarapan pagi.
“Mbok” panggil Mami Boa
“Iya nyah” sahut mbok Darmi yang datang dari dapur.
“Tolong panggilin Ana sama suaminya ya” pintah Mami Boa, ketika Mbok Darmi hendak berjalan menuju lantai atas langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Yuri.
“Ana sama ka Agung gak ikut sarapan mih, tadi pagi Ana titip pesan ke aku katanya suruh sarapan duluan saja, soalnya dia mau nemenin ka Agung istirahat karena sedang masuk angin” ucap Yuri yang datang dari arah dapur dengan membawa minuman untuk semua anggota keluarganya.
“Oh ya sudah gak jadi katanya mbok biarin saja gak usah di ganggu” ucap Mami Boa dan Mbok Darmi pun langsung kembali ke dapur.
Dan semuanya pun mulai menikmati sarapan pagi tanpa adanya Yuna juga Agung.
***
Yuna terbangun ketika merasa ada rasa geli di dan sakit bagian dadanya, ketika membuka matanya ternyata melihat suaminya yang tengah menyesap salah satu aset miliknya dengan mata yang masih terpejam.
Agung tadi sempat terbangun dan merasakan mual lagi pada perutnya tetapi ketika dia terbangun dalam posisi wajahnya tepat di dada sang istri entah kenapa tiba tiba dia ingin menyusu seperti bayi pada istrinya, lalu dia buka satu persatu kancing piyama sang istri sampai batas bawah dada, lalu dia keluarkan aset kembar sang istri dan seketika Agung langsung mengisap salah satu aset sang istri dan itu berhasil membuat dia menghilangkan rasa mualnya.
Yuna bernafas lega akhirnya suaminya tertidur kembali denganpulas, dirasakannya sudah tidak ada hisapan lagi yang iya rasakan. Yuna menjauhkan tubuhnya dari Agung lalu membenarkan piyama yang tadi sempat di buka oleh suaminya, lalu dia beranjak menuju kamar mandi, keluar dari kamar mandi dia memandangi suaminya yang sedang tertidur pulas dia atas ranjang.
“Serasa punya bayi gua” gumam Yuna, lalu dia beranjak keluar kamar dan langsung menuju lantai bawah, ketika dia terbangun tadi rasa lapar menyerang perutnya.
“Mbok, yang lain pada kemana?” Tanya Yuna tiba tiba hingga membuat mbok Darmi kaget.
“Eh non bikin kaget mbok saja, itu si Nyonya, non Sonya dan non Yuri ke butik kalau tidak salah ya, kalau aden ke kantor soalnya tadi den Krisna telfon ke rumah menanyakan den Agung dan memberi tahu ada meeting dan karena den Agungnya kata non lagi sakit jadinya tuan meminta den Yuno yang datang ke kantor” jelas mbok Darmi
“Oh ya aku lupa kasih kabar ke ka Krisna, terus papi ke mana mbok?” Tanya Yuna
“ oh tuan pergi sama tuan Kangta non, sedangkan nyonya, non Yuri dam non Sonya di temani den Hotman perginya” jelas si mbok lagi.
“Oh ya sudah mbok, aku mau sarapan dong mbok tapi ko aku tiba tiba kepengen bubur ayam kampung ya mbok, yang makannya pakai kerupuk, kacangnya dan ada taburan ayamnya di atasnya gitu, mbok bisa buatin gak mbok” ucap Yuna sembari membayangkan makanan yang ingin dia makan.
“Bisa dong non, tapi gak ada kerupuknya non, adanya cakwe gak papa” jawab mbok Darmi
“Memangnya gak bisa beli kerupuk dimana gitu bi, soalnya maunya sama kerupuk gak mau pakai cakwe” ucap Yuna
__ADS_1
“Ya sudah sambil mbok buat buburnya, mbok suruh mang jajang beli kerupuk di pasar tradisional” ucap Mbok Darmi membuat Yuna langsung tersenyum.
“Maksih mbok, mbok memang yang terbaik deh”ucap Yuna sembari memeluk mbok Darmi dari samping.
Mbon Darmi curiga sepertinya nona mudanya kini tengah mengandung, di lihat semalam dia memergoki Agung yang lapar di tengah malam, terus pagi pagi katanya Agung masuk angin, dan sekarang Yuna tiba tiba meminta bubur ayam kampung. Lalu mbok Darmi langsung meminta suaminya untuk pergi ke pasar tekka, salah satu pasar tradisional yang ada di singapore.
***
Agung terbangun ketika tangannya mengusap tempat tidur sampingnya terasa kosong tidak ada yang bisa ia peluk, lalu dengan perlahan Agung membuka matanya dan tidak mendapatkan Yuna di sampingnya.
“Sayang kamu dimana?” Panggil Agung dengan suara khas bangun tidurnya lalu dia bernjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk mencari istrinya dan ternyata tidak ada, kemudian berjalan keluar kamar menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
“Sayang, kamu dimana?” Panggil Agung sembari tengak tengok sekitar apa ada istrinya di lantai bawah, lalu dia mendengar suara istrinya yang sedang mengobrol dengan seseorang.
Dan akhirnya Agung menemukan istrinya di ruang makan yang tengah duduk dan entah dia habis menghubungi siapa Agung tidak tahu, Agung langsung mendekat ke arah istrinya dan memeluknya dari belakang dengan tangan melingkar di leher sang istri karena posisi Yuna tengah duduk di kursi meja makan.
“Bee, kamu sudah bangun” ucap Yuna ketika Agung memeluknya, dari wangi khasnya dia sudah mengetahui kalau yang memeluknya adalah suaminya.
“Sayang, ko kamu ninggalin mas sih” ucap Agung dengan manja
“Kamu lagi tidur pulas bee, sedangkan aku lapar makanya turun ke bawah, aku lagi minta di buatin bubur ayam kampung sama si mbok” jelas Yuna sembari mengelus rahang suaminya, lalu Yuna di kagetkan dengan Agung tiba tiba lari menuju wastafel dapur.
Uweekk.., uweekkk
“Loh aden kenapa?” Tanya si mbok yang sedang masak di dapur kaget mendapatkan Agung berlari dan muntah menatah.
“Bee kamu gak papa?” Tanya Yuna langsung memijat tengkuk Agung. “Masih mual?” Tanya Yuna dan Agung langsung menganggukkan kepalanya.
“Kenapa ya ko mualnya gak hilang hilang ya” ucap Yina heran padahal sudah di bawa istirahat.
“Hanya ada satu cara sayang supaya mualnya hilang” ucap Agung dengan lemas.
“Apa coba?” Tanya Yuna
“Seperti tadi hanya pakai ini mualnya bisa hilang”bisik Agung sembari menyentuh aset gunung kembar milik istrinya.
“bee apaan sih, jangan mesum deh ada si mbok juga, mana ada begitu itu mah hanya akal akalan kamu saja” ucap Yuna pelan.
“Makanya kita ke kamar biar gak di lihat si mbok, beneran aku bak bohong sayang tadi juga aku sempat bangun karena mual dan mau muntah lagi eh ternyata pas nen sama kamu mualnya hilang” bujuk Agung lalu dia muntah lagi mengenai pakaian bagain depan Yuna, dan akhirnya Yuna pun mengikuti kemauan suaminya mungkin benar itu membuat rasa mualnya hilang tapi terdengar aneh masa dengan menyusu bisa menghilangkan mual.
Sedangkan mbok Darmi yang sedang memasak di dapur melihat interaksi pasangan suami istri ini hanya bisa tersenyum.
“Mbok aku ke kamar dulu ya, kalau buburnya sudah jadi nanti mbok minta pelayan untuk anatar ke kamar saja ya mbok sama buat mas Agung juga” ucap Yuna sebelum pergi meninggalkan dapur.
__ADS_1
“Baik Non” sahut Si mbok, sepeninggalan Yuna dan Agung ke kamar, mbok Darmi langsung menghubungi suaminya yang sedang ke pasar untuk membelikan testpeck untuk nona mudanya, mbok Darmi sangat yakin kalau nona mudanya tengah mengandung.