BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
54. Sama Sama Di Tinggal Orangtua


__ADS_3

Tiga mobil beriringan menelusuri jalan ibu kota, didalam mobil masing masing semuanya saling berbicang satu sama lain.


“Ka terimakasih ya, aku tidak menyangka kakak akan melamar aku secepat ini padahal baru semalam kita jadian” ucap Yuri sembari menatap wajah Hotman yang tepat di sampingnya.


“Sama sama beb, sebenernya kakak tuh mau ngungkapin perasaan kakak pas waktu kita pulang dari singapore, tapi ketika itu kakak masih ragu takut kamu nolak kakak, terus pas kemarin kamu sudah mau menerima kakak, kakak sudah bilang ke Ayah kalau kakak mau langsung melamar kamu, dan Ayah menyetujui rencana aku” ucap Hotman dengan membalas menatap wajah Yuri dengan tangan yang saling mengegngam satu sama lain.


“Aku belum percaya aja dengan semua ini, pertama ternyata cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan, aku sudah pasrah ketika waktu aku datang ke kantor yang kakak bilang akan buat gaun untuk seseorang yang spesial buat kakak, di situ aku sudah pasrah hati aku rasanya sakit banget mendengar kakak bicara seperti itu” ucap Yuna lirih.


“Maaf ya beb, ketika itu aku juga takut kamu akan menolak kakak, kakak gak tahu harus dengan cara apa supaya bisa dekat sama kamu, ya sudah kakak pura pura aja pesan pakaian di butik tante Boa dan minta kamu yang melayaninya” jelas Hotman


“Berarti bener dong apa kata Ana” sahut Yuri


“Lah emang kakak ipar bilang apa sama kamu?” Tanya Hotman


“Yuna bilang kalau kamu tuh pesan pakaian di butik itu hanya modus kamu ajan buat deketin aku” jawab Yuri lalu dia menceritakan yang Yuna ceritakan ke dirinya, bahwa Hotman malam2 nelfon abangnya hanya untuk meminta nomer kontak milik Yuri.


“Terus kenapa kaka gak pernah mencoba menghubungi aku, kan uda punya nomer kontak aku?tanya Yuri


“Ya seperti yang tadi aku bilang, aku tidak punya alasan untuk menghubungi kamu, dan akhirnya ya kakak pake cara pesan pakaina di butik tante Boa dan minta kamu yang melayani kakak”jelas Hotman.


Selepas semua penumpang dalam mobil pada mengobrol akhirnya tiga mobil mewah ini telah sampai restoran yang mereka tuju, satu persatu mobil berhenti di depan lobby restoran untuk menurunkan penumpak masing masing.


Setelah semuanya keluar dari mobil, dengan canda gurau mereka memasuki restoran mewah itu, ketika memasuki restoran mereka langsung di sambut oleh para pelayan resto, dan mereka terus berjalan mengikuti salah satu pelayan yang mengantar kita ke ruang vip yang sesuai dengan reservasi Ayah Kangta.


Setelah mereka memasuki ruang vip itu, mereka menempati tempat duduk masing masing, bebrapa menit kemudian makanan semua yang di order sudah tersaji di meja makan yang berbentuk bulat itu hingga mereka semua duduk melingkari meja.


Agung seperti biasa dia selalu mengecek apa yang istrinya makan, dia takut kejadian waktu itu akan terulang lagi.


Apalagi ketika mereka semua sudah selesai makan dan pelayan akan menyediakn dessert, Agung pun meminta kepada pelayan untuk tidak menyediakan dessert yang tidak berbau bau strawberry.


“Maaf mba tolong kalau menyediakn dessert jangan yang berbau bau strawberry ya” ucap Agung kepada salah satu pelayan yang melayani mereka.


“Baik tuan” sahut pelayan tersebut.


Setelah pelayan itu keluar dari ruangan, Yuna menegur suaminya dengan mencubit pinggang suaminya.


‘Shett’


“Sayang kenapa mas di cubit sih” protes Agung ketika dapat cubitan dari sang istri.

__ADS_1


“Ya kamu ngapain pake minta pelayan supaya tidak menyediaka dessert yang berbau bau strawberry” omel Yuna


“Memangnya ada apa dengan strawberry, bukannya Agung suka sama strawberry ya, ko melarang pelayan untuk menyediakan maknan yang berbau strawberry?” Tanya Hotman merasa aneh dengan kakaknya.


“Ana alergi strawberry soalnya ka” jawab Yuri memberi tahu kekasihnya.


“Oh.., pantesan” sahut Hotman


“Ya kan kamu alergi sayang ku” ucap Agung membalas ucapan istrinya.


“Ya kan yang alergi itu cuman aku bee, yang lain enggak, siapa tahu kan yang lain mau, jangan karena aku alergi yang lain gak bisa makan dessert yang di sediakan dari restorannya” omel Yuna.


“Biasa man, abang mu parnonya kumat” sambung Ayah Kangta.


Lalu Ayah Kangta menceritakan kejadian dimana waktu di singapore Yuna tidak sengaja memakan pie strawberry dan Agung langsung panik.


Sedangkan Agung yang mendengar ayahnya menceritakan kejadian itu kepada adiknya, dia hanya menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.


Pada akhirnya Yuna meminta lagi kepada pelayan untuk menyediakan dessert sesuai apa yang di sediakan oleh restoran saja, jangan mengikuti permintaan suaminya baik itu yang berabu bau strawberry sekalipun.


Yuna ngerti maksud dari suaminya baik, tetapi dia juga tidak mau hanya karena dia yang alergi yang lain jadi tidak bisa menikmati makanannya, karena dia tahu suami dan ayah mertuanya itu sangan menyukai makanan yang berbau strawberry.


Hotman terharu mendengar pertanyaan Ayah Kangta kepad Yuri, dia aja sebagai calon suaminya tidak berfikir sampai sejauh itu tapi Ayahnya bisa berfikir samapai akan membuat lamaran resmi untuk calon istrinya.


"Eumm.., aku sih maunya ka Hotamn sekeluarga melamar secara resminya nanti ketika mami Boa dan papi Kadie sudah pulang, karena hanya mereka keluarga aku sekarang, setelah mama dan papa tidak ada, aku ingin mereka juga bisa merasakan hari bahagiaku" jawab Yuna sembari menghapus air mata yang sudah menetas di pipinya, Hotman melihat calon istrinya menangis dia memggenggam salah satu tangannya yang berada di bawah meja untuk menguatkan Yuri.


Siapa sih yang tidak sedih, apalagi Yuri seorang anak perempuan yang menikah semestinya papanya menjadi wali nikahnya nanti tapi kali ini hanya bisa wali hakim yang akan menikahinya. Semua pasti ingin di hari bahagianya bisa di saksikan kedua orangtua mereka tetapi Yuri harus menerima takdir bahwa orangtuanya sudah di panggil oleh Allah terlebih dahulu, maka dari itu dia ingin jika nanti dia menikah mami Boa dan papi Kadir sudah ikut berkumpul bersama mereka dan bisa merasakan hari bahagianya.


Hal yang sama juga di rasakan Hotman, Hotman bisa mengerti apa yang di rasakan oleh calon istrinya itu, dia juga sama ingin rasanya pernikahannya nanti bisa di saksikan kedua orang tuanya tetapi takdir berkata lain orang tua Hotman sudah meninggal terlebih dahulu sedari Hotman masih usia ingin menginjak remaja, tetapi dia sangat beryukur bisa mempunyai Ayah Angkat seperti Ayah Kangta yang begitu sayang dengan dirinya dan tidak pernah membeda bedakan antara dirinya dan Agung yang notabennya adalah anak kandung dari Ayah Kangta.


Tidak hanya Hotman, Yuna juga bisa merasakan apa yang sahabatnya rasakan karena dia bisa melihat bagaimana sahabatnya menjalani hidupnya ketika di tinggal oleh kedua orangtuanya, yang tadinya hidup bercukupan tinggal di rumah mewah kini semuaya di ambil oleh tantenya dari pihak sang mama, dan semenjak itu sahabatnya tinggal di rumah peninggalan sang nenek, rumah pertama kali ia tinggal dengan orangtuanya ketika tinggal di jakarta.


Dan semenjak itu sahabatnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, karena keadaan yang tidak memungkinkan, walaupun mami Boa dan papi Kadie sempat menawarkan Yuri untuk kuliah bareng Yuna tetapi Yuri menolak dia memutuskan bekerja untuk memenuhi kehidupannya dan akhirnya mami Boa pun menempatkan Yuri bekerja di butiknya, Yuna melihat bagaimana Yuri harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri sampai Yuna pun ikut meneteskan air matanya, Agung melihat istrinya ikut mangispun dia langsung membawa Yuna dalam pelukannya.


"Terus gimana pendapat kamu boy?" Tanya Ayah Kangta kepada Hotman, meminta persetujuan dari putranya.


"kalau Hotman ikut aja yah gimana baiknya, jika memang itu lebih baik ya tidak papa, biar semuanya juga bisa merasakan hari bahagia kita" jawab Hotman


"Baik nanti untuk selanjutnya biar Ayah yang bicara dulu sama papi dan mami kalian bagaimana kelanjutanya nanti" ucap Ayah Kangta.

__ADS_1


"Baik yah" sahut Hotman


"Terimakasih om" ucap Yuri


"Sama sama nak, mulai sekarang jangan panggil om dong panggil Ayah saja sama seperti Ana kalian sudah Ayah Anggap seperti putri Ayah sendiri" ucap Ayah Kangta meminta Yuri untuk merubah panggilannya.


Mendengar permintaan calon Ayah mertuanya otomatis Yuri menatap wajah Hotman meminta persetujuan calon suaminya itu, dan Hotman pun menganggukan kepalanya.


“Baik om, eh Yah” ucap Yuri dengan tersenyum, “boleh Yuri peluk ayah” ucap Yuri dia senang bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah lagi dari Ayah Kangta.


“Boleh dong, sini” ucao Ayah Kangta lalu merentangkan tangannya bertanda Ayah Kangta menyambut pelukan untuk calon menantunya, Yuna yang melihat Yuri di peluk Ayah Kanta dia jadi ingin juga di oeluk oleh Ayah Kangta.


“Aku ikut” ucap Yuna beranjak dari duduknya mendekati Ayah Kangta dan keduanya pun sama sama memeluk Ayah, mungkin jika orang melihat mereka seperti itu, Ayah Kangta seperti memiliki 2 anak gadis.


Agung dan juga Hotman ikut senang istri dan juga calon istrinya bisa menggangap Ayahnya seperti Ayahnya mereka sendiri.


“Yah uda itu jangan lama lam peluk istri akunya” protes Agung


“Iya yah, calon istri aku itu yang ayah peluk”sambung Hotman


“Huu, dasar bucin” ledek om Rangga


“Emangnya Om tidak” balas Agung dan Hotman bersamaan.


“Om gak ada bucin bucin kaya gitu, Om mah biasa saja” ucap Om Rangga dia tidak tahu saja istrinya sudah menatapnya dengan tajam.


“Yakin biasa saja” ucap Hotman dengan senyum liciknya melihat tatapan tante Imna ke suaminya.


“Yakin lah” sahut Om Rangga.


“Biasa aja katanya tante” Ucap Agung ikut memprofokasi om dan tantenya.


“Tante juga biasa aja tuh sama om kalian” ucap Tante Imna menyindir suaminya.


“Oh gak dong sayang, tadi mah hanya bencanda” ucap Om Rangga menatap istrinya.


“Huh dasar bucin” ucap Agung dan juga Hotman secara bersamaan membalikan omongan Omnya.


“Tuh kelakuan suami dan calon suami kalian kalau lagi kumpul sama omnya begitu pasti ada aja yang di ributin”ucap Ayah Kangta kepada menantu dan calon menantunya sembari melepas pelukan mereka.

__ADS_1


“Makanya dek, kalau sama sama bucin tuh gak usah bilang orang bucin” sambung Ayah Kangta.


__ADS_2