BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 126


__ADS_3

Yuna sudah memperkenalkan suaminya dengan anak anak, awalnya anak anak panti pada takut dan canggung ketika di perkenalkan dengan Agung tapi setelah Agung mengajukan diri untuk bermain bersama mereka, mereka langsung happy karena Agung ikut bermain juga.


Sedangkan Yuna dan Anggun hanya memperhatikan mereka semua dari gazebo sembari mengobrol berdua, tapi pikiran Anggun terus tertuju kepada Agung.


“Gak mungkin kan kalau suami ka Yuna itu Ka Agung yang sama dengan kakak ku, karena bunda bilang ka Agung tinggal di bandung sama Ayah, apa aku tanya ke ka El saja ya, tapi nanti ka El ngira kau suka sama Ayah lagi, tau ah bingung” batin Anggun dia sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Di rumah Agung dan Yuna yang baru kebetulan belum ada foto keluarga mereka yang terpajang, hanya ada foto mereka berdua itu juga ada di dalam kamar, semuanya sedang proses pencetakan, makanya Anggun tidak sadar jika Agung itu adalah kakak kandungnya.


“Hei sayang kamu kenapa, ko melamun?” Tanya Yuna mengelus kwpala Anggun membuat Anggun tersadar dari lamunannya.


“Gak papa ka” sahut Anggun


“Maaf nyonya, apa makan siangnya mau di siapin sekarang?” Tanya salah satu pelayan yang ada di rumah Yuna yang bernama Atun datang ingin melapor kepada Nyonyanya.


“Iya boleh mbak, bilang mbok makannya di gazebo saja gitu ya” pintah Yuna


“Baik nyonya” sahut mbak Atun segera kembali ke dapur.


“Biar Anggun bantu ya ka?” Ucap Anggun


“Gak usah sayang, kamu kan disini tamu masa ikut bantu bantu, di belakang masih ada pelayan lainnya ko, kamu temani kakak saja duduk manis disini” pintah Yuna dengan lembut.


“Baiklah, kalau ke toilet dimana ya ka?” Tanya Anggun


“Kamu dari sini masuk ke dalam lurus saja nanti pas deket ruang tamu kamu lihat ada pintu sebelah kiri ya itu kamar mandinya” jelas Yuna “atau mau kakak antar?” Tanya Yuna


“Gak usah ka, kakak tunggu disini saja” ucap Anggun.


“Baiklah” sahut Yuna, lalu Anggun pun bergegas menuju toilet dan meninggalkan Yuna di gazebo sendiri.


Sepeninggalan Anggun ke toilet, Agung menghampiri istrinya yang tengah duduk sendiri di gazebo.


“Loh Anggun kemana yank?” Tanya Agung


“Ke toilet, sini bee aku lap kringatnya” ucap Yuna lalu meraih handuk kecil yang memang sudah dia siapkan. Agung pun langsung duduk di hadapan istrinya.


“Ternyata seru juga ya main sama mereka” ucap Agung


“Pasti mereka senang banget bee bisa main sama kamu, nih minum dulu” ucap Yuna lalu menyerahkan satu botol mineral water untuk suaminya.


“Maksih sayang, mas lanjut main sama mereka lagi ya” ucap Agung lalu memberikan kecupan singkat di kening sang istri lalu beranjak menghampiri anak anak lagi.


“Bilang anak anak 10 menit lagi udahan gitu mau makan siang” ucap Yuna dengan sedikit teriak agar suaminya bisa dengar lalu di jawab dengan Agung hanya dengan mengacungkan jempolnya.


Permainan anak anak terpaksa di berhentikan, karena kini sudah waktunya makan siang, mbok Darmi dan pelayan lainnya sudah menata makan siang mereka di gazebo, karena jika makan siang di meja makan tidak akan muat dengan sejumlah anak yang begitu banyak.

__ADS_1


“Ayok anak anak semuanya makan siang dulu ya nanti bisa main lagi ok” ajak Yuna


“Bik Bunda” sahut semua anak anak, mereka pun langsung menuruti perintah Yuna, karena mereka ingat dengan pesan yang di berikan oleh bunda Riani untuk tidak merepotkan Yuna.


Kini semua sudah rapih duduk di gazebo, Yuna duduk di antara Agung dan juga Anggun.


“Ayo sayang di makan, ambil saja kamu mau makan yang mana” ucap Yuna kepada Anggun.


“Iya ka” sahut Anggun.


Semuanya menikmati makan sing dengan sangat nikmat dan mandiri, apalagi anak anak kecil mereka sudah bisa makan sendiri semua. Setelah makan mereka mereka menyempatkan untuk mengobrol dan bercerita semuanya.


“Emm.., Bunda kita boleh minta sesuatu tidak?” Tanya Salah satu anak panti memberanikan diri menanyakan keinginan adek adeknya.


“Mau apa sayang, insya allah kalau bunda bisa kasih pasti bunda akan kabulin permintaan kalian?” Tanya balik Yuna


“Emm..., boleh tidak kita panggil om Agung Ayah?” Tanya salah satu anak panti yang bernama malik.


Mendengar permintaan Malik, membuat Agung dan Yuna saling pandang.


“Adek adek gak boleh minta minta begitu ah” ucap Anggun, dia merasa tidak enak kepada Yuna dan juga Agung, dia takut di sangka anak2 di bilang tidak sopan.


“Maaf ka” ucap Malik dan semuanya sambil menundukkan kepalanya.


“Gak papa sayang, jangan di marahin adik adiknya” ucap Yuna sembari mengelus punggung Anggun.


“Tidak usah bunda, lupakan saja permintaan kita, ya gak teman teman” ucap Malik lalu meminta persetujuan teman temannya.


“Iya bunda” sahut semua anak panti.


“Yakin nih gak mau panggil om Ayah, padahal om iri loh kepada Bunda, kalian manggil istri om Bunda masa panggil om hanya dengan sebutan Om” ucap Agung ikut menyambungi ucapan istrinya, mendengar ucapan Agung seketika anak anak panti pada menegakkan kepalanya.


“Memangnya boleh Om?” Tanya salah satu anak panti.


“Boleh dong” sahut Agung seketika semua anak pada kegirangan apalagi anak anak kecil.


“Yeh...kita punya Ayah” semuanya bersorak ada juga anak kecil yang lompat lompat karena senang bisa memanggil Agung Ayah.


“terima kasih ya ka sudah mengizinkan mereka memanggil kakak dengan sebutan Ayah” ucap Anggun kepada Agung.


“Iya gak papa dek, malah kakak juga ikut senang ko” sahut Agung


“Sudah semuanya, sekarang waktunya kalian mandi dan setelah itu kita shalat berjamaah ya di musolah ya” ucap Yuna


“Baik Bunda” sahut semua anak anak panti.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua bubar dan berjalan menuju kamar tamu untuk membersihkan badannya dulu sebelum shalat, mereka akan bergantian mandinya, ada satu kamar khusus buat anak laki laki dan satu kamar lagi untuk perempuan, ketika mereka memasuki kamar mereka takjub dengan isi kamarnya dan sudah tersedia baju baju buat mereka di atas tempat tidur dengan di temnai oleh El di dalam kamar. Sedangkan Anggun ikut menemani anak anak perempuan di kamar yang satunya lagi.


Sepeninggalan anak anak, Agung pun langsung merangkul pinggang istrinya.


“Bee, mereka kasihan ya, aku sampai terharu dengan permintaaan anak anak tadi, yang minta memanggil kamu dengan sebutan Ayah” ucap Yuna


“Iya sayang, ya sudah yuk kamu temani mas ke kamar mas sudah bau keringat ini, gerah mau mandi” ucap Agung


“Ya sudah yuk”sahut Yuna, lalu mereka berdua jalan menuju kamar mereka.


Selesai mereka semuanya mandi, akhirmya mereka semuanya menuju musolah untuk shalat berjamaah, karena bisanya anak anak kecil pada tidur siang mereka pun istirahata di kamar tamu sedangkan anak anak besar semuanya berkumpul di runag keluarga main games bersama Agung terutama anak laki laki ya, sedangkan anak petempuan membantu Yuna membuat camilan di dapur.


Mungkin karena mereka semua sudah sangat capek, mereka semu todak jadi berenang, selepas shalat ashar mereka semua pamit pulang karena hari sudah sore.


“Kalian hati hati ya, yang rajin belajarnya ya” ucap Yuna


“Baik Bunda” ucap semuanya anak, lalu mereka semua menyalimi tangan Yuna dan juga Agung setelah itu satu persatu memasuki bus yang tadi mereka gunakan.


“Ka aku pamit ya, terima kasih sudah mau mengajak adik adik main di rumah kakak” ucap Anggun, seketika Yuna langsung memeluknya.


“Sama sama sayang, kakak juga senang kamu dan adik adik panti main ke rumah kakak” ucap Yuna


“Oh ya ini buat kamu” ucap Yuna sembari memberikan sebuah paper bag yang bertulisan nama brand handphone.


“Apa ini ka?” Tanya Anggun sembari menerima paper bag tersebut, lalu melihat isi nya apa.


“Maaf ka Anggun gak bisa terima” ucap Anggun, setelah melihat isinya.


“Gak papa sayang biar kita bisa saling kontek kontekkan masa kakak kalau mau menghubungi kamu harus lewat nomer telphone panti, sudah kamu ambil saja biar jualan kuenya juga lebih mudah sayang kalau kamu ada handphone, disitu sudah ada nama kakak, ka Agung dan juga ka El ya” ucap Yuna


“Tapi ka nanti Anggun kena marah sama Bunda” ucap Anggun sembari menundukkan kepalanya.


“Gak papa sayang, biar nanti kakak yang bicara sama bunda ya” ucap Yuna


“Sekali lagi makasih ya ka” ucap Anggun


“Iya sama sama sayang, situ salim dong sama ka Agung” ucap Yuna lalu Anggun pun beralih ke hadapan Agung dan mencium tangannya.


“Anggun pamit ya ka” ucap Anggun.


“Hati hati ya” ucap Agung sembari tangan satunya bergerak mengelus kepala Anggun.


“Salam buat bunda sama ibu ya” ucap Yuna


“Iya ka” sahut Anggun lalu beranjak ikut memasuki bus.

__ADS_1


“Bye bye Bunda, Ayah” ucap Anak anak panti sembari melambaikan tangannya lewat jendela bus.


“Bye sayang” ucap Yuna dan Agung bersamaan, lalu bus yang di kendarai anak panti pun pergi meninggalkan halaman rumah milik Agung dan juga Yuna.


__ADS_2