
Pagi harinya Agung, Yuna, Hotman, dan juga Yuri, siap siap untuk kembali ke mansion sesuai apa yang di bicarakan Agung semalam, kalau pagi ini dia dan Hotaman harus menemui Ayah mereka di kantor pusat SJ Group.
“mang kita pamit dulu ya” pamit Agung kepada penjaga Villa.
“iya den, hati hati di jalan den” ucap Mang Asep
“iya mang terima kasih, yuk sayang” Ucap Agung lalu mengajak istrinya untuk memasuki mobil.
“mari mang” pamit Yuna sebelum memasuki mobil.
“iya nona” sahut mang Asep
“aku juga pamit juga ya mang” pamit Hotman sebelum memasuki mobil.
“iya den, Hati hati di jalan den” ucap mang Asep
“mari mang” pamit Yuri sebelum memasuki mobil.
“iya non” sahut mang Asep.
Setelah berpamitan dengan mang Asep sebagai penjaga villa, merekapun satu persatu memasuki mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali ke mansion.
Sesampainya di mansion sesuai dugaan Agung pasti Ayahnya sudah tidak ada di mansion, Ayahnya sudah pergi ke kantor, melihat Ayahnya sudah tidak ada di mansion Agung dan Hotman pun memutuskan untuk langsung pergi ke kantor pusat menemui ayah mereka dan meninggalkan Istri dan calon istri mereka di mansion.
Sepeninggalan Agung dan Hotman, Yuna dan Yuri memutuskan untuk langsung menuju ke lantai atas dan menuju kamar mereka masing masing.
Yuri ingin membereskan barang barangnya yang ada di kamar karena nanti sepulang Hotman dari kantor, Yuri da Hotman memutuskan akan langsung pulang ke jakarta, karena Yuri besok sudah harus bekerja dia tidak enak tidak masuk berhari hari karena butik itu tanggung jawab dia yang mami boa titipkan kepadanya selama Yuna masih menyelesaikan setudinya di negara singa itu.
Sedangkan Yuna setelah sahabatnya memasuki kamar adik iparnya, melanjutkan langkahnya menuju kamar Agung yang sekarang sudah menjadi kamarnya juga, tetapi ketika sampai di depan pintu kamar dan sudah memegang handle pintu, pandangan Yuna tertuju pada ruangan yang paling pojok yang tak lain adalah Ruang baca.
Tidak tahu dorongan dari mana, dia sangat penasaran dengan ruangan itu, Yuna melanjutkan langkahnya tetapi bukan masuk ke dalam kamar tetapi menuju Ruang baca, sesampainya di depan pintu ruang baca dengan perlahan dia meraih handle pintu lalu di bukanya pintu itu, dan Yuna pun langsung melangkah masuk ke dalam ruang baca dan menutup pintunya kembali rapat rapat.
Ketika sudah di dalam ruang baca dia melihat ada beberapa rak buku yang sudah terisi dengan berbagai macam buku tersusun dengan rapih, dia banyak menemukan berbagai macam buku disitu ada buku tentang bisnis, mengamen tetapi ada yang membuat dia tertarik buku yang paling ujung yaitu buku tentang kesehatan bu dan anak. Yuna pun mengambil buku tersebut dugaan dia itu adalah buku punya ibu mertuanya ketika ibu mertuanya tengah mengandung suaminya.
Ketika sudah mengambil buku yang tertulis kesehatan ibu dan anak itu Yuna langsung berjalan menuju meja dan kursi yang memang disediakan untuk membaca buku.
Ketika Yuna sedang menikmati bacaannya tiba tiba dengan tidak sengaja dia menendang pintu kecil yang terdapat di bawah laci meja hingga membuat pintu kecil itu terbuka, dan ketika Yuna ingin menutupnya kembali dia malah tertarik dengan isi di balik pintu kecil itu yang ternyata terdapat ada sebuah kotak yang lucu berwarna pink dan bertalikan pita dengan warna yang sama.
Lalu Yuna meraih kotak tersebut dan ia letakan di atas meja.
Dengan perlahan Yuna membuka tali pitanya setelah tali pita terlepas Yuna langsung membuka kotak tersebut, dan Yuna kaget mendapatkan banyak foto masa kecil suaminya dengan seorang gadis kecil yang cantik, dan Yuna pun juga tidak tahu itu siapa, kalau itu adik dari suaminya tidak mungkin karena suaminya tidak punya adik perempuan.
Yuna di buat makin penasaran dengan isi kotak terebut dengan perlahan dia melihat satu persatu foto yang terdapat di kotak itu, dan ada beberapa foto yang di baliknya ada sebuah tulisannya, contohnya ada sebuah foto dimana suaminya bersama gadis kecil itu sedang menikmati Ice Crem dan mereka seperti sedang duduk di bangku taman dan di balik fotonya ada sebuah tulisan yang membuat hati Yuna terasa nyeri ketika membaca tulisan tersebut.
“Apapun yang terjadi sebisa mungki kakak akan selalu melindungi dan menjaga kamu gadis kecil kakak yang cantik’” itu lah tulisan yang terdapat di balik foto.
Ada rasa nyeri di hati Yuna ketika membaca kata kata itu, dia menjadi berfikir apa suaminya berbohong, karena Agung pernah bilang kalau hanya Yuna lah cinta pertama dan terakhirnya. Nyatanya di menemukan tentang gadis kecil di masa lalu suaminya yang bisa saja suatu hari nanti akan kembali datang kepada Agung suaminya.
Dengan rasa penasaran Yuna terus melihat satu persatu foto yang masih tersisa di kotak tersebut, dan letak paling bawah dia menemukan selembar kertas yang di lipat yang Yuna tebak itu pasti sebuah surat, dengan penasaran Yuna meraih kertas tersebut lalau ia buka dengan perlahan dan sesuai dugaan memang benar kalau itu surat yang di tunjukan untuk suaminya.
__ADS_1
Lalu Yuna membaca dengan perlahan dan teliti apa isi dari surat tersebut.
“For. Ka Agung
Hai kakak, maafin aku yah tahun ini aku tidak bisa liburan ke bandung, karen papi ada perjalanan bisnis ke negara yang ada kangurunya itu loh ka kata papi, tapi papi sudah janji sama aku ketika liburan kelulusan sekolah dasar, kita semua akan berlibur ke bandung.
Kakak jangan sedih terus yah, kalau kakak sedang sedih, kakak liat saja taman bunga mawar kita yang ada di belakang mansion ya, pasti sedih kakak akan hilang karena akan keingat wajah aku yang cantik dan imut.
Bye bye kakak, sampai ketemu nanti ya
I miss you dan I love You suami masa depan aku
❤A.S.M❤
Setelah membaca surat tersebut Yuna langsung memasukkan kembali foto dan suratnya ke dalam kotak, lalau dia bawa kotak itu keluar dari ruang baca dan berjalan dengan cepat menuruni tangga menuju halaman belakang mansion untuk membuktikan apa yang tertulis surat tersebut benar kalau di halaman belakang ada taman yang berupa bunga mawar.
Sesampainya di halaman belakang mansion, Yuna melihat ternyata benar apa yang di katakan di surat kalau di belakang mansion ada taman bunga mawar dan seketika Yuna terasa lemas dan menjatuhkan kotak yang tadi dia bawa, suara kotak jatuh membuat bi Ening yang hendak lewat ke belakang kaget dengan suara benda jatuh dan Yuna pun ketika melihat keberadaan bi Ening dia langsung meraih kotak tersebut dan dia sembunyikan di belakang punggungnya.
“non Yuna ada disini” ucap Bi Ening
“oh iya bi” sahut Yuna mencoba jawab dengan biasa saja.
“non gak papa kan?” tanya Bi ening melihat gelagat Yuna yang aneh.
“gak papa bi, oh ya bi itu taman bunga mawarnya bagus banget siapa yang nanam bi?” tanya Yuna pura pura tidak tahu.
“segitu spesialnya kah bee, gadis kecil mu itu, sampai taman bunga saja tidak boleh orang lain yang mengurusnya” ucap Yuna dalam hati.
“non, non Yuna, non tidak papa?” tanya Bi Ening melihat Yuna terdiam.
“oh iya bi, aku gak papa ko, aku tinggal ke kamar dulu ya bi mau istirahat, oh ya sampaikan juga ke Yuri dan ka Hotman kalau mereka ingin pulang ke Jakarta kalau aku sedang istirahat dan tidak mau di ganggu ya bi, capek banget soalya” ucap Yuna
“baik non, kalau begitu bibi juga pamit ke belakang lagi ya non” pamit bi ening
“iya bi” sahut yuna.
sepeninggala bi Ening, Yuna langsung beranjak dari halama belakang mansion menuju kamarnya, tetapi bukan kamar Agung melainkan Yuna memasuki kamar tamu yang letaknya ada di lantai bawah.
Yuna memasuki kamar tamu dan menguncinya dari dalam, sekarang dia ingin sendiri dan tidak mau di ganggu dengan siapa pun, hatiya terasa sakit ketika menemukan fakta kalau suaminya pernah menyukai gadis kecil yang ada di masa lalu suaminya, dia parno sendiri dia takut suatu saat nanti jika sewaktu waktu gadi kecil di masa lalu suaminya itu akan datang kembali apa suaminya akan meniggalkan diriny, yang memang pada dasarnya awal mereka menikah hanya karena Nikah Paksaan dari sang mami agar maminya mau di oprasi.
Yuna terus saja memikirkan itu dengan merebahkan badanya di ranjang dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, dan sebelum itu Yuna sudah meletakan kotak tadi yang dia bawa tepat di bawah kolong tempat tidur dan tidak terasa Yuna samapi tertidur di kamar tamu karena dia mau menghindari suaminya juga.
***
Yuri pun tidak curiga kalau sahabatnya tengah di landa kesedihan, dia hanya di beri pesan oleh bibi klau Yuna sedang istirahat dan tidakmau di ganggu.
siang harinya Agung dan Hotam pulang dari kantor, urusan mereka sudah selesai dengan Ayah Kangta, merka mengendarai mobilnya menuju mansion, sesampainya di mansion Yuri sudah menunggu Hotman di ruang tengah karena mereka akan langsung pulang ke jakarta.
"assalamualaikum" ucap Agung dan Hotman setelah memasuki mansion
__ADS_1
"waalaikum salam" sahut Yuri yang berjalan dari arah ruang tengah ke pintu depan.
Agung pun heran kemana istrinya ko tidak ada di bawah , dan pikir dia Yuna ada di kamarnya.
"sudah siap semuanya beb?" tanya Hotman
"sudah ka" jawab Yuri
"kalian mau pergi sekarang?" tanya Agung
"iya gung takut macet di jalan kalau pulangnya kesorean" ucap Hotman.
"tunggu, gua panggilin Ana dulu" ucap Agung ketika ingin melangkah menaiki tangga di stop oleh Yuri.
"gak usah ka, tadi Ana sudah titip pesan ke bibi kalau dia mau istirahat dan tidak mau di ganggu" ucap Yuri
"oh begitu ya sudah, kalian hati hati ya" ucap Agung
"iya, lo kalau mau balik ke singapore kabarin ya bro" ucap Hotman
"sipp" sahut Agung mengacungkan jempolnya
"aku pamit ya ka, titip salam buat Ana" pamit Yuri
"iya nanti saya sampaikan" ucap Agung lalu mengantar Yuri dan Hotman sampai memasuki mobil.
setelah kepergian Hotman dan Yuri, Agung kembali melangkah menuju lantai atas, sesampainya dilantai atas tepat di depa kamarnya dia membuka pintu dengan perlahan karena yang dia dengar tadi dari calon adik iparnya kalau istrinya sedang istirahat, tapi ketika Agung sudah memasuki kamarnya dia tidak mendapatkan istrinya di kamar, dan Agung pun keliling seisi kamar ke ruang ganti dan ke kamar mandi tidak mendapatkan keberadaan istrinya.
lalu pikir Agung istrinya sedang di halaman belakang atau dimana, dia pun memutuskan untuk membersihkan diri dulu. sampai Agung selesai mandi pun istrinya belum juga kemabli ke kamar, dan Agung pun memutuskan untuk mencari istriya di lantai bawah dan halaman belakang mansion.
sesampainya di lantai bawah tempat pertama yang dia tuju adalah halaman belakang, sesampainya di halaman belakang istrinya pun tidak ada, lalu Agung kembali melangkah meuju dapur ingin menanyakan kepada bi Ening atau pelaya lainya ada yang melihat keberadaan istrinya tidak.
"bi bi ening" panggi Agng ketika sudah di dapur.
"eh aden , sudah pulang" sahut bi Ening
"bi tahu istri aku dimana gak bi?" tanya Agung
"loh bibi gak tahu den, tadi sih non Yuna bilangnya mau istirahat di kamar dan tidak mau di ganggu katanya karena capek" ucap Bi Ening
"iya tapi aku sudah cari sekeliling kamar tidak ada bi, bahkan aku habis mandi dikamar" ucap Agug
"lah terus non kemana, bentar den bibi tanya ke pelayan lain ada yang melihat non Yuna tidak" ucap Bi Ening lalu melangkah ke arah pintu belakang dimana itu adalah tempat peristirahatannya para pelayan dan ternyata pelayan pun tidak ada satu pun yang tahu dimana Yuna.
"maaf den, para pelayan juga dari tadi tidak melihat non Yuna lewat sana sini katanya" ucap Bi Ening
mendengar jawaban bi Ening membuat jantung Agung berdetank lebih cepat dia semakin khawatir dengan istrinya masa segitu banyak orang di mansion tidak ada yang tahu istrinya kemana.
"bibi yang serius?" Tanya Agung jadi panik, lalu dia mencoba menghubungi istrinya dan tersambung handphone istrinya tapi tidak kunjung di angkat.
Karena tas dan handohone Yuna tertinggal di ruang baca, Yuna ke kamar tamu hanya membawa kotak berwarna pink tadi.
__ADS_1
Agung terus mencari istrinya dengan di bantu oleh para pekerja di mansion, di setiap sudut tidak ada yang menemukan istrinya lalu Agung mendudukkan pantatnya di sofa ruang keluarga dia bingung kemana istrinya pergi, apa istrinya merasa kecewa liburannya terganggu karena Agung lebih mementingkan pekerjaan dari pada berlibur bersama istrinya, Agung pun mengusap wajahnya dengan kasar dia takut terjadi apa ap dengan istrinya, saking paniknya semua orang di mansion belum menyadari kalau di mansion ada cctv.