
Yuri meninggalkan Hotman yang sedang di kerumunan ibu ibu kompleks, Yuri kesel dengan Hotman masa di kira ibu ibu Yuri adalah adiknya dan di mendengar banayak ibu ibu komoleks yang sudah lama ingin menjodohkan anaknya dengan Hotman.
"Maaf ya ibu ibu yang tadi perempuan sama saya itu bukan adik saya melainkan calon istri saya" ucap Hotman yang masih di kerumunan ibu ibu.
"Yahh, dikira kita itu adiknya mas Hotman" ucap salah satu ibu kompleks
" padahal kita berharap dari dulu mas Hotman tuh jadi menantu salah satu dari kita iya kan ibu ibu" ucap ibu kompleks yang lain.
"Iya mas Hotman" sahut semua ibu ibu komoleks.
"Tapi maaf ya ibu ibu saya sudah punya calon istri, dan maaf saya permisi mau pulang dulu" pamit Hotman.
"Yahhh" ucap ibu ibu kompleks kecewa.
Hotman langsung berlari pulang ke mansion, sesampainya di mansion dia bertemu dengan bi Ening di ruang tamu, dia menanyakan kepada bi Ening, Apakah Yuri sudah pulang atau belum, bi Ening menjawab bahwa Yuri sudah pulang dan langsung naik ke lantai atas.
Setelah mengetahui Yuri sudah pulang Hotman menjadi lega dia takut calon istrinya itu tersesat, Hotman langsung menaiki tangga menuju lantai atas, sesampainya di lantai atas melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang sekarang di tempati Yuri.
Tok tok tok
"Beb, buka pintunya, kakak mau bicara dulu" ucap Hotman
Tidak ada sautan dari dalam kamar, sepertinya Yuri sedang di kamar mandi, akhinya Hotman memutuskan untuk kembali ke kamar Om Rangga yang sekarang dia tempati, sesampainya di kamar Hotman langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Agung kini baru menyelesaikan olahraga di ruang Gym yang terletak di lantai bawah, keluar dari ruang gym Agung melangkah menju tangga dan melewati anak tangga satu persatu menuju lantai atas, sesampainya di lantai atas Agung langsung memasuki kamarnya.
Setelah memasuki kamar dan menutup pintu dengan rapat rapat, Di lihat istrinya masih tertidur pulas di atas tempat tidur, Agung mendekat ke arah ranjang dimana istrinya tertidur di pandang wajah cantik istrinya, karena badan Agung penuh keringat, Agung memutuskan untuk membersihkan diri dulu di kamar mandi.
Sedangkan Yuri setelah mandi langsung bergegas menuju lantai bawah dan membantu bi Ening menata makanan untuk sarapan di meja makan, ketika dia sedang membuat minuman untuk seisi rumah Yuri kaget tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang refleks Yuri memukul tangan yang melingkar di perutnya.
"Sakit beb, kencang banget tenaganya" ucap Jotman
"Ya lagian, kamu ngagetin orang tau gak" omel Yuri
"Kenapa tadi pulang duluan?" Tanya Hotman yang masih setia memeluk Yuri dari belakang.
"Kan ada yang lagi asik sama ibu ibu kompleks adeknya mah di tinggal sendirian" ucap Yuri yang masih sibuk dengan membuat minum, " terus ada yang bilang, aduh itu calon menantu ku sudah kembali" ucap Yuri sembari mengikuti gaya bicara ibu ibu kompleks.
Hotman melihat Yuri cemburu seperti itu menjadi gemes rasanya dan ia pun mencubit pipi calon istrinya itu.
"Aw sakit ka" keluh Yuri ketika di cubit salah satu pipinya.
__ADS_1
"Gemes tahu gak kalau lagi cemburu begini" ucap Hotman
"Dihh, siapa juga yang cemburu, sorry ya masa cemburu sama ibu ibu" ucap Yuna.
"Uda dong beb jangan marah" bujuk Hotman
" siapa yang marah sih ka, awas lepasin tangannya aku lagi buat minum nanti tumpah" ucap Yuri
"Ya kamu buat minum buat aja, aku kan tidak ngapa ngapin" ucap Hotman
"Lepas tidak, kalau tidak lepas, aku marah beneran nih" ancam Yuri, otomatis Hotman pun langsung melepaskan pelukannya pada Yuri.
"Galak banget sih beb" ucap Hotman.
"Biarin, kamu tidak suka?" Tanya Yuri ketus
"Suka banget" sahut Hotman
***
Agung keluar kamar mandi masih dengan keadaan telanjang dada dan handuk yang melingkar di pinggangnya sembari membawa handuk kecil di tangannya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Ketika Agung berjalan menuju ke kamar mandi Agung melirik ke arah tempat tidur di lihat istrinya baru bangun dari tidurnya dan sedang merelaksasikan badanya, di pandang wajah bangun tidur istrinya yang begitu cantik dengan tangannya yang masih menggosok gosokan handuk di rambutnya.
"Bee ko kamu tidak bangunin aku" ucap Yuna dengan suara khas bangun tidurnya.
Lalu Agung menghampiri istrinya yang masih di ranjang sesampainya Agung di tepi ranjang dia ngulurkan tangannya untuk mengusap kepala sang istri.
"Habisnya kamu tidurnya lelap banget sayang, jadi mas gak tega bangunin kamu" jelas Agung
"Sini bee, aku keringin rambutnya" ucap Yuna.
Agung langsung mendudukan diri di tepi ranjang tepat di hadapn istrinya, lalu Agung menyarahkan handuk kecilnya kepada Yuna.
"Aku tidak enak bee sama ayah dan yang lain, pasti mereka sudah pada sarapan" ucap Huna sembari menggosok gosokan handuknya di kepala Agung.
"Gak papa sayang, mereka pasti ngertiin ko, apa kamu mau sarapan di kamar saja?" Tanya Agung
"Tidak usah bee, biar nanti aku sarapan di bawah saja, kamu habis ngapain bee ko mandi lagi?" Tanya balik Yuna
"Aku habis olahraga di ruang Gym sayang" jawab Agung.
__ADS_1
"Oh.., kamu sudah sarapan?" Tanya Yuna
"Belum sayang, kan aku nungguin kamu, masa mas tega tinggalin istrinya sarapan sendirian" ucap Agung.
"Uhhh so sweetnya suami aku, sudah selesai, cepetan pakai bajunya sana, habis ini kita sarapan ke bawah, aku mau ke kamar mandi dulu" pintah Yuna menyerahkan handuk kecil tadi ke suaminya, lalu Yuna turun dari ranjang menuju kamar mandi dengan perlahan karen masih terasa nyeri si bagian intinya.
“Bisa sayang, mau mas gendong tidak?”tanya Agung melihat istrinya seperti susah jalannya.
“tidak usah bee, uda sana cepetan pake baju” pintah Yuna
"Siap my Queen" ucap Agung, langsung berjalan menuju ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
***
Sedangkan di ruang makan semuanya sudah berkumpul,sudah siap untuk menyantap sarapan pagi ini, mereka menunggu pasangan suami istri tak kunjung datang untuk sarapan.
"Bi Ening" panggil Ayah Kangta
"Iya tuan" Jawab Bi Ening langsung menghadap kepada Ayah kangta.
"Coba kamu panggilkan Agung sama istrinya sudah bangun belum" pintah Ayah
"Tadi pagi Abang sudah bangun ko, orang pagi pagi sebelum shalat subuh mandi di kamar Om Rangga ko" sambung Hotman
Yuri yang mengerti kenapa calon kakak iparnya pagi pagi mandi di kamar omnya, dia langsung berfikir pasti sahabatnya itu telah berhasil untuk melakukan apa yang dia sarankan.
"Eumm, tapi tuan" ucap Bi Ening
"Tapi kenapa bi?" Tanya Ayah Kangta
"Maksud bi Ening, mendingan kita sarapan dulu saja yah, kemungkinan Ana dan ka Agung tidur lagi, biasa capek efek habis buat cucu buat Ayah" sambung Yuri menjelaskan kepada Ayah mertuanya.
"Oh.., ya sudah biarin saja bi kalau begitu tidak usah di panggil" ucap Ayah Kangta mengerti apa yang di bicarakan calon menantunya itu.
"Maksudnya gimana beb?" Tanya Hotman dengan polos dia belum mengerti ranah pembicaraannya kemana.
"Maksud aku tuh, abang kamu kecapean habis buatin kamu ponakan yang lucu2" jawab Yuri
"Pantesan, tadi pagi habis mandi senyum senyum sendiri, jalan pake bersiul siul habis unboxing, nanti juga kita bisa beb buat yang lucu lucu" ucap Hotman
“Jangan macem macem kamu boy” ancam Ayah Kangta mendengar ucapan putranya.
“Piss yah, maksud aku tuh kalau sudah nikah” ucap Hotman sembari mengacungkan 2 jarinya.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian ketika semuanya sudah selesai sarapan, pasangan suami istri yang tengah mereka bicarakan tadi baru keluar dari kamar, dan berjalan menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan, Agung yang terus memancarkan raut wajah bahagianya sedangkan Yuna dia merasa tidak enak dengan Ayah kangta dan juga yang lainnya baru pertama kali datang ke mansion, bangunnya sudah kesiangan.