BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
96. Nyidam Nasi goreng putih buatan Ayah Kangta


__ADS_3

Setelah semua selesai mengucapkan selamat kepada Agung dan Yuna atas kehamilan Yuna, Agung sudah tidak tahan menahan rasa laparnya dia pun langsung mengungkapkan keinginannya kepada sang Ayah.


“Eum...., yah Agung boleh minta tolong gak sama Ayah?” Tanya Agung


“Minta tolong apa boy, kamu kaya sama siapa saja pake nanya segala” ucap Ayah Kangta.


“Jadi gini yah, mas Agung dari tadi menahan lapar” jelas Yuna


“Terus kenapa pas makan malam tadi kamu gak ikut makan nak” sambung Mami Boa


“Ya karena mas Agung mau makan nasi goreng putih buatan Ayah katanya mih” jelas Yuna lagi dan Agung hanya garuk garuk tengkuknya yang tidak gatal.


“Wahh.., cucu kita nyidam nasi goreng buatan kakeknya tuh bro” ucap papi Kadir


“Dengan senang hati dong Ayah akan masak nasi goreng putih untuk calon cucu Ayah” sahut Ayah Kangta


“Ya sudah yuk yah, aku mau melihat ayah masak nasi gorengnya” ucap Yuna langsung berdiri mengulurkan tangannyan ke ayah mertuanya.


“Yuk” sahuta Ayah menyambut uluran tangan menantunya.


“Yank tunggu masa mas di tinggal, malah ngegandenganya Ayah sih” ucap Agung lalu menyusul istri dan Ayahnya ke dapur.


Semuanya hanya gelang gelang kepalanya melihat kelakuan Agung yang manja dengan istrinya, Sepeninggalan Yuna ke dapur mami Boa kembali duduk di samping papi kadir.


“Alhamdulillah ya pih, mami masih bisa melihat putri kita mengandung calon cucu kita” ucap Mami Boa sembari memeluk papi Kadir.


“Iya sayang, dan itu adalah calon pewaris keluarga kita karena dia adalah cucu pertama dalam keluarga Salendratama Mahardika” sahut papi Kadir sembari mengelus kepala sang istri.


“Iya pih, semoga kita amanah ya untuk menjalankan amanat kedua orang tua kita” ucap Mami Boa mendongakkan kepalanya menatap wajah papi Kadir.


“Iya sayang” sahut papi Kadir membalas tatapan istrinya dan memberi kecupan singkat di kening mami Boa.

__ADS_1


Kedua ornag tua papi Kadir dan Mami Boa sebelum mereka pergi ke hadapan sang pencipta mereka sudah menetapkan peraturan di keluarga mereka jika anak pertama, atau cucu pertama yang akan menjadi pewaris utama, yang berati akan menjadi pemimpin bagi perusahaan Salendratama Mahardika group atau orang lebih mengenal dengan SM Group.


Ternyata diam diam ada yang mendengar obrolan mami Boa dan juga papi Kadir, terbesit langsung ide liciknya dengan mengeluarkan senyum liciknya.


Sedangkan Yang di dapur ketika Yuna memutuskan untuk membantu Ayah mertuanya tetapi tidak di perbolehkan oleh Agung dengan alasan nasi gorengnya harus semua menggunakan tangan Ayah Kangta tidak boleh campur tangan orang lain, padahal Agung hanya tidak mau istrinya kecapean.


Yuna pun menuruti perintah suaminya dengan duduk di bar table yang mengarah ke dapur agar bisa melihat Ayah Kangta secara live memasak, ini baru pertama kalianya Yuna melihat Ayah mertuanya memasak di dapur ternyata walaupun Ayah Kangta sudah berumur sekitar 50 tahun ke atas masih terlihat gagah, Yuna terus memperhatikan Ayah mertuanya memasak sampai dia tersenyum senyum sendiri membuat Agung curiga kepada istrinya.


“Mungkin suami gua kalau sudah seumuran Ayah kurang lebih seperti itu kali ya” batin Yuna yang sedang memperhatikan Ayah Kangta memasak dengan tersenyum dan salah satunya ia guanakan untuk menupang dagunya.


Agung yang memperhatikan istrinya sedari tadi senyum senyum sendiri pun mendadak curiga, “sayang hai” panggil Agung sembari mengibas ngibaskan tangannya di hadapan wajah Yuna tetapi tidak ada sautan dari istrinya dan Agung curiga sepertinya istrinya tengah melamun entah apa yang sedang di lamunin oleh Yuan Agung tidak tahu.


“Sayang” panggil Agung sembari menepuk pundak Yuna, hingga membuat Yuna teradar dari lamunanya.


“Eh.., kenapa bee?” Tanya Yuna


“Kamu mikirin apa sih, mas panggilin dari tadi gak nyaut nyaut?” Tanya Agung


“Oh gak mikirin apa apa ko bee” jawab Yuna


“Masa iya, perasaan gak deh” sahut Yuna dia tetap mengelak.


Di tengah tengah perdebatan mereka Ayah Kangta datang menghampirinya dengan membawa satu piring berisikan Nasi goreng putih sesuai pesanan Agung.


“Nih nasi gorengnya sudah siapa” ucap Ayah Kangta berjalan ke arah Yuna dan meletakan nasi goreng tersebut tepat di depan Yuna.


“Thank you yah” ucap Agung dengan mata yang berbinar menatap nasi goreng di hadapannya.


“Ana mau sekalian, masih ada koz mau Ayah ambilkan?” Tanya Ayah Kangta


“Gak usah yah biar sama Agung saja takut tidak habis nantinya, mendingan Ayah tawaran ke yang lain saja siapa tahu ada yang mau.

__ADS_1


“Ya sudah, nanti coba Ayah tanyakan ke mereka, kalau begitu ayah pamit pulang sekarang ya” ucap Ayah Kangta


“Gak menginap saja yah sudah malam” ucap Yuna


“Gak bisa nak, kan semua barang barang Ayah sama Hotman di apartemen sedangkan besok kita mau pulang bagaimana, sudah pesawatnya kita ambil yang first flight” ucap Ayah Kangta


“Memangnya Ayah sama ka Hotman gak bareng ka Yuno paksi pesawat jetnya papi?” Tanya Yuna


“Gak nak, kan abang mu setelah ini mau perjalanan bisnis ke eropa, lagian Ayah juga beda peswat sama adek” jelas Ayah


“Kenapa beda pesawat yah?” Tanya Yuna


“Ayah mau langsung ke bendung sayang, kalau Hotman kan sama Yuri langsung ke jakarta” bukan Ayah Kangta yang jawab melainkan Agung yang jawab pertanyaan istrinya di sela sela makannya. Tidak biruh waktu lama Agung sudah memakan semua nasi goreng yang ada di piring.


“Kamu sudah selesai bee, cepat sekali makanya” ucap Yuna melihat piring di hadapan suaminya sudah kosong.


“Lapar banget yank” sahut Agung


Setelah selesai makan Agung dan Yuna kembali ke ruang keluarga dan sebelum Ayah Kangta dan Hotman pulang ke apartemen, mereka ingin membehas perihal pernikahan Hotman dan Yuri.


“Jadi gimana dir, bo?” Tanya Ayah Kangta


“Gimana kalau 2 bulan dari sekarang, gantian sama Ka Yuno sayang, bulan depan kan ka Yuno nah bulan depannya lagi baru kamu sama nak Hotman, atau mau di satukan acaranya terserah kalian sih giamana baiknya, mami hanya kasih idenya saja” ucap Mami Boa kepada Yuri.


Mendengara ucapan mami Boa, Yuri langsung menatap wajah calon suaminya mengisyaratkan kalau dia meminata pendapatnya.


“Gimana ka?” Tanya Yuri


“Ya kamu maunaya kapan sayang terserah kamu saja maunya kapan” jawab Hotman


“Eumm, kayaknya 2 bulan lagi saja mih soalnya aku lagi fokus ngerjain gaun pengantin untuk calon menantu keluarga Osmon, kan acaranya beda 1 minggu sama acaranya ka Yuno” jawab Yuri

__ADS_1


“Oh ya sudah berarti kita sudah deal ya, bulan depan kakak, dan bulan depannya lagi nak Yuri dengan nak Hotman, dan tadi siang juga aku sudah bilang mas ke mereka biar baju pengantin nanti mami buatin langsung khusus untuk mereka berempat” ucap Mami Boa


Akhirnya semua sudah sepakat menentukan hari pernikahan untuk Yuno dan Sonya bulan depan dan akan di adakan di indoneaia setelah itu satu bulan kemudiannya Hotman dan Yuri. Setelah kesepakatan hari sudah selesai Hotman dan juga Ayah Kangta pamit pulang dan tidak lupa dengan Yuri akan ikut pulang ke apartemen agar besok paginya ketika pergi ke airport lebih mudah.


__ADS_2