
Waktu terus berlalu dimana Agung dengan sabar meladeni sikap istrinya yang dimana mood-nya selalu berubah ubah, dan setiap hari Agung juga sudah mulai masuk kantor dan seperti biasa jika waktu makan siang tiba, dia akan pulang ke mansion salendratama untuk makan siang bersama dengan sang istri. Dari tiga hari yang lalu pun Yuna sudah mulai kuliah online jadi ketika di tinggal Agung ke kantor dia tidak merasa kesepian karena Yuna punya kesibukan sendiri.
Hari ini dimana semua orang berkumpul di mansion Salendratama, karena hari ni akan di adakan pernikahan antara Yuno dan juga Sonya, tidak banyak tamu yang di undang untuk acara ijab kabulnya hanya keluarga terdekat dan teman teman terdekat saja. Karena Sonya tidak punya anak saudara untuk walinya dia akan di gantikan oleh wali hakim.
Kata SAH dengan gemuruh terdengar memenuhi mansion Salendratama, menandakan jika Yuno dan Sonya sudah resmi menjadi suami istri, setelah ijab selesai kini keduanya saling memasangkan cincin pernikahan mereka, setelah itu Sonya langsung meraih tangan suaminya untuk di cium dan di balas oleh Yuno dengan mencium kening sang istri.
Semua tamu undangan bersama sama ikut memanjatkan doa untuk kedua mempelai agar mereka berdua bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah dan Warohmah, setelah berdoa selesai Yuno dan Sonya mulai menyalami kedua orang tua dan sudar saudaranya setelah itu baru mereka akan menyalami para tamu undangan yang datang.
“Selamat ya boy, kamu sekarang sudah jadi kepala keluarga jaga keluarga kecil kamu jadilah pemimpin yang bijaksana untuk istri dan anak anak kamu kelak, dan pesan papi jangan pernah berlaku kasar kepada wanita seberapa besar kesalahannya” ucap Papi Kadir sembari menepuk pundak sang putra.
“Terimakasih pih, Yuno akan mencoba untuk menjadi suami yang baik untuk keluarga kecil ku pih”sahut Yuno setelah itu langsung memeluk papi Kadir, lalu beralih kepada Mami Boa.
“Selamat ya sayang putra mami, semoga pernikahan kalian bisa menjadi keluarga sakinah mawadah dan warokhmah” ucap Mami
“Terimaksih mih” sajut Yuno lalu memluk sang Mommy setelah selesai kini bergantian Sonya yang menyalami ibu mertuanya setelah tadi dia menyalami papi mertuanya.
***
Sedangkan Yuna sedari tadi dia sibuk menikmati hidangan dari berbagai macam makanan dengan di temani oleh Agung, sampai Agung menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan sang istri, tapi dia bersyukur calon anaknya tidak begitu merepotkan Mommynya, karena biasanya orang hamil selalu mengalami mual muntah ketika mencium bau makanan, tapi kali ini istrinya tidak ada sama sekali yang namanya mual atau pun ingin muntah ketika mencium bau makanan malah sebaliknya dirinyalah yang suka mual dan muntah setiap paginya afalah Agung, tetapi ketika sudah melewati jam 9 mual muntahnya itu langsung hilang sendiri.
Selesai acara selesai, para tamu undangan sudah pulang semuanya kini mereka semua bersiap siap untuk pergi menuju hotel dimana acara puncak resepsi pernikahan Yuno dan juga Sonya akan di laksanakan. Semuanya menaiki mobil masing masing, Yuna dan Agung pakai mobil sendiri dengan di supiri oleh El, begitu juga dengan Mami Boa dan papi Kadir, dan tidak ketinggalan mobil mereka mengikuti mobil pengantin di depannya yang berisikan Yuno dan juga Sonya.
Sedangkan Ayah Kangta, Yuri, Hotman serta, Om Rangga dan sang istri mereka kembali menuju rumah Om Rangga bersiap untuk acara nanti malam, kemungkinan nanti malam yang akan datang ke resepsi hanya Ayah Kangta, Yuri dan juga Hotman, karena Om Rangga dan juga tante Imna dia tidak mungkin membawa baby Nara ke pesta jadi mereka memutuskan untuk tidak datang ke pesta.
Sedangkan Agung sekarang telah sampai di hotel langsung meminta sang istri untuk istirahat agar ketika di acara resepsi nanti malam terlihat lebih segar badannya, sepanjang acara tadi di mansion dia melihat senyum bahagia yang terus terpancar di wajah sang istri karen Yuna senang sekarang sudah mempunyai kakak perempuan.
__ADS_1
“Aku senang bee, ka Yuno sudah menikah sekarang itu berarti dia sudah bisa melupakan ka Tere dan membuka hatinya untuk ka Sonya” ucap Yuna yang kini mereka sedang sama sama berbaring di ranjang dan saling memeluk satu sama lain.
“Kamu gak tahu saja sayang, mas curiga dengan Sonya, dia sepeti mendekati keluarga ini dengan sengaja, dan mas belum tahu apa motif dia mendekati keluarga kita” ucap Agung dalam hati lalu tangannya terulur mengusap kepala sang istri.
Ingin rasanya Agung membicarakan ini semua dengan keluarganya, tetapi dia tidak cukup bukti untuk membicarakan ini kepada keluarganya tidak tahu kenapa anak buahnya tidak bisa menemukan bukti kelicikan Sonya.
“Bee ko malah bengong, kamu lagi mikirin apa sih?” Tanya Yuna mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
“Eh.., gak papa sayang, mas lagi mikirin kamu sama anak kita saja, gimana nanti kita berdua akan kerepotan saat menjaganya ketika sudah lahir pasti tengah malam dia akan bangun minta nen sama kamu, nah sekarang sebelum si jagoan menikmatinya sekarang mas dulu yang akan menikmati sumber kehidupannya dia, ya ya” ucap Agung dengan senyum jailnya yang kini sudah merubah posisinya mengukung sang istri.
“Alah itu mah modus kamu saja, uda ah katanya aku suruh istirahat” ucap Yuna langsung mendorong badan suaminya hingga terjatuh di sampingnya.
Agung lupa kalau dia meminta istrinya untuk istirahat, dia juga tidak tahu kenapa menjawab alasan itu dengan sepontan membuat dirinya tegang sendiri sembari membayangkan seperti awal2 istrinya baru di nyatakan hamil pengen mimi sama istrinya, dan tiba tib Agung langsung berlari menuju kamar mandi karena perutnya tiba tiba merasakan mual tidak tahu kenapa sore sore begini merasakan mual lagi apa karena permintaan tadi tidak di turuti oleh sang istri.
“Bee mau kemana?” Tanya Yuna, tetapi tidak di jawab oleh Agung karena dia menahan sesuatu yang akan keluar dari mulutnya.
“Bee buka pintunya, aku mau masuk” ucap Yuna sembari mengetuk pintu kamar mandi.
“Jangan masuk dulu” sahut Agung dari kamar mandi, dia tidak mau istrinya melihat dia muntah dan itu akan membuat istrinya menjadi khawatir, untungnya ketika sudah muntah sekali sudah mereda rasa mualnya.
“Segitu marahnya kah kamu bee sama aku, sampai aku, hiksss...hiks...” ucap Yuna lalu menangis sembari jongkok memluk kedua lututnya di depan kamar mandi.
Sedangkan Agung setelah mengeluarkan isi perutnya dia langsung membilas bagian mulutnya sampai bersih setelah itu dia langsung keluar dari kamar mandi. Agung kaget ketika dia keluar kamar mandi mendapatkan istri ya tengah menangis si depan pintu.
“Loh sayang kamu kenapa ko nangis?” Tanya Agung ikut berjongkok di depan istrinya.
__ADS_1
“Maafin aku bee, hiks... hiks..” ucap Yuna sembari menangis.
“Hei lihat mas” panggil Agung menegakan kepala sang istri agar bisa menatap wajahnya, “maaf buat apa sayang?” Tanya Agung
“Itu tadi aku sudah menolak keinginan mas, makanya kamu marah kan bee? Tanya Yuna
“Siapa yang marah sayang, mas gak marah ko sama kamu” ucap Agung
“Itu tadi apa, tiba tiba langsung pergi ke kamar mandi terus aku mau masuk sama kamu gak boleh” ucap Yuna
Mendengar ucapan sang istri membuat Agung tertawa, “ko malah ketawa sih bee, maafin aku ya” ucap Yuna sembari memasang wajah memohon.
“Giman mas gak ketawa, kamu gemesin banget sih sayang” ucap Agung menarik hidung sang istri.
“Sakit bee” sahut Yuna sembari mengelus hidungnya, “lagian siapa juga yang marah sama kamu, tadi tuh gak tahu kenapa perut mas rasanya mual banget mau muntah makanya mas langsung lari ke kamar mandi, dan mas gak bolehin kamu masuk karena jijik sayang masa orang muntah di lihatin” ucap Agung sembari mengelus kepala sang istri.
“Ya sudah yuk bangun, jangan disini kita istirahat lagi yuk” ajak Agung membantu istrinya untuk bangun dan berjalan menuju ranjang. keduanya sama sama merebahkan badan mereka masing masing.
“Bee peluk” ucap Yuna dengan manja.
“Dengan senang hati sayang” sahut Agung lalu menggeser badannya dan langsung membawa Yuna kedalam pelukannya. Yuna tahu sedaari tadi suaminya sudah menahan gairahnya, dia sengaja menggoda memancing suaminya dengan menciumui dada bidang Agung.
“Sayang jangan begitu, kalau kamu terus begitu mas gak bisa menahannya lagi sayang” ucap Agung ketika merasakan sentuhan istrinya.
“Ya memangnya kamu gak mau bee jengukin anak kita” ucap Yuna dengan menggoda.
__ADS_1
Mendengar ucaoan sang istri kemudian Agung langsung menindih tubuh sang istri dan Yuna melihat suaminya yang sudah terbakar gairah dia pun langsung mengalungkan tangannya di leher Agung dan memulai mengecup bibir suaminya.
“Jangan salahkan mas ya sayang, mas sudah berpuasa 2 bulan ini sekarang waktunya mas buka puasa, jagoan..., daddy is coming” ucap Agung sembari mengelus wajah cantik istrinya dan setelah itu terjadilah malam panjang yang akan membuat mereka terbang melayang ke awan.