BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
75. Suasana malam di Muhba


__ADS_3

Karena permintaan sang istri ingin melihat susana malam kota barcelona dari Muhba, akhirnya Agung memutuskan untuk mencari penginapan di dekat Muhba tersebut, karena tengah malam dia tidak mungkin untuk kembali ke villa.


Sembari menunggu suasan gelap datang mereka akhirnya memutuskan untuk jalan jalan di sekitar Muhba, dan setelah matahari benar benar sudah tenggelam dan hari mulai gelap mereka kembali ke tempat pertama kali mereka datang.



Agung terus memandangi istrinya dari samping, dia merasa bahagia melihat senyum senang istrinya yang sedari tadi terus terpancar di wajah cantiknya, karen bisa memandangi kota barcelona disaat malam hari, dia berjanji kepada dirinya sendiri akan selalu di samping istrinya apa pun yang terjadi dalam suka maupun duka, dia akan berusaha membuat istrinya tidak akan meneteskan air matanya kecuali itu air mata kebahagiaan.


“Kenapa kamu liatin aku kaya gitu bee, ada yang aneh ya di muka aku?” Tanya Yuna menatap suaminya.


“Ada sisa makanan itu di bibir kamu sayang” ucap Agung bohong.


“Mana bee, perasaan tadi sudah aku bersihkan deh pas selesai makan” ucap Yuna langsung meraba bibirnya dengan jari jarinya.


Agung menahan tawanya melihat wajah panik istrinya yang sedang mencari sisa makanan di bibirnya.


“Bukan disitu sayang, sini mas bersihin” ucap Agung, otomatis Yuna langsung memajukan wajahnya kepada wajah Agung meminta untuk di bersihkan.


Tetapi bukannya di bersihkan bibirnya, Yuna malah mendapat ciuman mendadak dari suaminya.


“Emmmuahhh” Agung dengan sengaja mencium bibir sang istri ketika wajah istrinya tepat di hadapannya, setelah mencium istrinya, Agung langsung pecah tawanya melihat wajah istrinya yang terbengong atas tindakannya.


“Hubbyyyy, kamu ngerjain akau ya” ucap Yuna langsung memalingkan wajahnya dan langsung pura pura marah dengan suaminya.


Melihat reaksi istrinya, seketika tawa Agung langsung terhenti sepertinya istrinya sedang mode merajuk.

__ADS_1


“Sayang, Ana sorry sayang mas hanya becanda sayang” bujuk Agung tetapi Yuna tetap diam tidak menyahuti omongan suaminya, Yuna terus mendiamkan Agung sampai mereka kembali ke penginapan, dan itu membuat Agung frustasi gimana cara membujuk istrinya agar tidak merajuk lagi, Agung paling tidak tahan di diami istrinya seperti ini dia lebih baik istrinya mengomel dari pada istrinya mendiamkannya.


Sesampainya mereka di penginapan Yuna langsung masuk menuju kamar mandi dan menguncinya rapat rapat, Agung melihat istrinya marah kepada dirinya pun merasa frustasi, di tengah tengah dia sedang menunggu sang istri keluar dari kamar mandi, tiba tiba Agung dapat telfon dari Krisna untuk membicarakan masalah kerjaan, alhasil Agung keluar menuju balkon untuk menerima telfon dari Krisan.


Ketika Agung sedang menerima telfon, Yuna keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya, karena mereka tidak membawa baju ganti dengan terpaksa Yuna langsung berbaring di kasur dan menutupi badanya dengan selimut samapai batas lehernya.


Selesai menelfon Agung kembali ke kamar dan melihat istrinya sudah berbaring di tempat tidur dengan selimut yang menutupi sampai batas leher dan sembari memejamkan matanya. Setelah pintu balok ia tutup, Agung berjalan menuju ranjang dimana istrinya tengah berbaring, lalu Agung duduk di tepi ranjang tanangnya terulur untuk mengelus kepala sang istri yang Agung tahu istrinya tengah pura pura tidur.


“Sayang, maafin mas ya, mas tahu kamu belum tidur, mas mohon sayang jangan diami mas seperti ini mas gak akan kuat, lebih baik mas mendengar kamu mengomel dari pada kamu diam seperti ini” ucap Agung berusaha membujuk istrinya agar tidak marah lagi.


Yuna hanya diam tanpa kata, masih tetap dalam pura pura tidurnya, tetapi sebenarnya dalam hatinya dia ingin tertawa melihat wajah fruatasi suaminya.


“Siapa suruh kamu mengerjai aku bee” ucap Yuna dalam hati.


Sepwningalan Agung ke kamar mandi Yuna membuka matanya dan langsung tertawa tetapi menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya sehingga dia tidak mengeluarkan suara tawanya.


Ketika Agung keluar kamar mandi, Yuna mulai memejamkan matanya kembali, Agung keluar kamar mandi masih dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dengan rambut yang masih basah dia berjalan menghapiri sang istri dan duduk kembali di tepi ranjang tepat samping Yuna.


“Sayang, kamu benaran marah sama mas, maaf ya gara gara ide jail mas senyum bahagia kamu jadi hilang, baru saja mas tadi berjanji kalau mas akan membuat kamu selalu tersenyum seperti tadi, eh gara gara ide jail tadi mas sudah mengingkari janjinya, kamu jadi marah dan seketika hilang senyuman yang ada di wajah kamu, maaf ya sayang” ucap Agung dengan penuh penyesalan dia paling tidak aanggup kalau di cuekin oleh istrinya seperti ini, lalu Agung berdiri hendak ke arah balkon dengan telanjang dada.


Setelah mendengar ucapan suaminya, Yuna jadi merasa kasihan melihat wajah frustasi suaminya, yang bentar bentar ngacak ngacak rambutanya dengan kasar dia jadi tidak tega mengerjai suaminya lagi, ketika Agung berjalan menuju arah balkon, Yuna membuka selimutnya lalu dia bergegas turun dari ranjang langsung menghampiri suaminya dan langsung memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangannya ke perut suaminya.


Agung seketika terdiam saat merasakan ada tangan yang memeluk erat tubuhnya sari belakang “bee mau kemana?” Tanya Yuna dengan posisi masih memeluk erat tubuh suaminya dari belakang, dan mereka berdua sama sama hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh mereka, Yuna belum menyadari kalau dia sudah memancing macan yang sedang tidur.


Mendengar pertanyaan istrinya, Agung kemudian membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan sang istri, kemudian Yuna mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya, dia bisa melihat secara langsung wajah frustasi suaminya ketika di diamkan dirinya.

__ADS_1


Bukan menjawab pertanyaan istrinya, Agung melihat penampilan istrinya yang hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh istrinya dari batas dada sampai atas lutut, membuat Agung menelan ludahnya sendiri menurut Agung istrinya sangat menggoda imannya.


“Sayang, kamu mau menggoda mas” ucao Agung dengan suara seraknya.


Mendengar pertanyaan suaminya Yuna baru menyadari kalau dirinya tidak menggunakan baju dan kini hanya menggunakan handuk yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya selepas mandi, ketika Yuna membalikan badannya hendak berlari menuju ranjang ingin menutupi tubuhnya dengan selimut, tiba tiba tangannya di tahan oleh Agung dan langsung di tarik tangan dan pinggang istrinya menjadi semakin dekat dengannya, tiba tiba mata mereka pun saling pandang, Yuna seakan akan terhipnotis akan pesona sumainya.


“Kamu sudah tidak marah lahi sayang sama mas?” Tabya Agung dan Yuna masih dalam mode on bengong pun langsung menganggukkan kepalanya, dengan wajah masih memperhatikan dan tangannya terulur mengusap dada bidang Agung, dia tidak tahu kalau yang dia lakuin itu bisa memancing gairah suaminya.


Seketika dengan tidak sengaja handuk yang di gunakan Yuna terlepas dari tubuhnya, otomatis Yuna langsung memeluk tubuh suaminya untuk menutupi tubuh bagian depannya yang sudah polos, dan itu membuat Agung semakin tegang, karena dia bisa merasakan langsung bukit kembar istrinya menempel tepat di dadanya tanpa penghalang sedikit pun, lalu Agung langsung langsung menggendong istri ya seperti baby koala yang menemplok pada induknya, Agung sudah tidak bisa menahannya lagi kalau sudah melihat tubuh indah sang istri yang sudah membuatnya candu.


Lalu Agung merebahkan istrinya di ranjang, awal Yuna tidka mau melepas pelukannya ketika Agung memandang mata sang istri, dan Yuna seakan terhipnotis dengan apa yang Agung lakukan, Agung sudah tidak bisa menahannya lagi dia langsung menyambar bibir sang istri untuk di cium, mengikuti nalurinya Yuna mengalungkan tangannya di leher suaminnya, Agung tersenyum menggoda ketika istrinya sudah mulai terbuai akan sentuhannya, tidak mau membuang buang waktu lagi Agung langsung mencium istrinya kembali.


Hasrat mereka semakin menggebu di saat bibir mereka saling bertautan, suara khas memenuhi kamar, semakin lama gerakan semakin cepat tidak terkendali, mereka sama sam ingin mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang mereka satu sama lain. Bibir mereka terlepas ketika mereka berdua sama sama kehabisan nafas, mereka berdua saling pandang dan saling memberikan senyuman di kala mereka baru menyadari apa yang mereka lakukan.


Kemudian dengan cepat bibir Agung langsung menelusuri leher jenjang istrinya, sementara tangannya sudah bergerak dengan cepat di tempat favoritnya, Yuna mengeluarkan suara khasnya ketika mulut sang suami sudah menemukan sumber nutrisinya.


Agung semakin tak terkendali ketika mendengar suara seksi istrinya, gerakn semakin liar apalagi di saat melihat reaksi tubuh istrinya yang seakan akan meminta lebih, seketika Yuna memejamkan matanya ketika menikmati sentuhan lembut suaminya. Agung terus bergerak cepat sampai akhirnya mereka sampai ke puncaknya dan suara khas keduanya ikut meramaikan kamar yang mereka tempati.


Lalu Agung mencium kening istrinya lama sebelum akhirnya berguling di samping sang istri dan membawa istrinya dalam dekapannya.


“Terimaksih ya sayang, dan untuk yang tadi maaf ya mas sudah jailin kamu” ucap Agung sembari mengelap keringat di wajah sang istri.


“Hemm” sahut Yuna dengan di sertai anggukan kepalanya.


“Ya sudah kita tidur sekarang ya, besok pagi pagi kita harus balik ke villa soalnya ya” ucap Agung lalu mencium puncak kepala istrinya, Yuna hanya mengagukkan kepalanya dan tidak lama kemudian, Agung sudah mendengar dengkuran lembut dari bibir istrinya dan Agung pun langung ikut memejamkan matanya mengikuti istrinya ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2