
Setelah Yuna dan Agung melakukan aktivitas mereka yang membuat keduanya banjir keringat dan menguras tenaga tapi terasa nikmat, keduanya pun tertidur cukup lama.
Hingga waktu makan malam tiba, kini keduanya telah bersiap untuk pergi, menikmati suasana waktu malam tapi masih terasa sore jika sedang musim panas. Agung sudah menyiapkan makan malam romantis untuk istrinya, tetapi sebelum makan malam dia akan mengajak istrinya ke suatu tempat untuk melihat terbenamnya matahari atau kata lainnya sunset.
Ya di negara spanyol tepatnya di kota barcelona yang terkenal akan tim liga sepak bolanya, jika sedang musim panas matahari terbenam ketika menjelang waktu makan malam yaitu pukul sembilan malam, sedangkan waktu makan malam disana tepat jam 10 malam, karena jam makan siang pun jika sedang musim panas akan berpindah menjadi jam 3 siang, biasanya jam satu siang.
Agung akan membuat Honeymoon mereka terasa terkesan dan selalu di ingat sampai kapan pun oleh istrinya, maka dari itu Agung akan membuat suasana seromantis mungkin nanti, dia akan melihat sunset dari atas bangunan bersejarah Muhba turo de la Rovira itu lah nama salah satu bangunan bersejarah di kota barcelona.
Kini keduanya sudah berada di mobil, Agung mengendarai mobilnya sendiri yang sudah di sediakan dari villa, untungnya Agung sudah mempunyai SIM internasional jadi dia bisa mengendarai mobil sendiri mesti di negara orang, dia tidak mau menggunakan Driver karena dia ingin menikmati perjalanan di kota barcelona hanya berdua dengan sang istri. Sedangkan Yuna tidak tahu dia akan dibawa suaminya ke mana, yang dia tahu suaminya hanya mengajaknya untuk makan malam.
“Bee sebenarnya kita mau ke mana sih ko gak sampai sampai” ucap Yuna mengok ke arah samping dimana suaminya tengah mengemudi.
“Nanti juga kamu akan tahu sayang, mas mau kasih kejutan buat kamu, jadi mas belum bisa kasih tahu, kalau di kasih tahu bukan kejutan dong namanya” jawab Agung melihat istrinya sekilas laku kembali fokus kedepan melihat jalan, Agung mengemudi dengan menggunakan satu tangan sedangkan tangan satunya setia menggenggam tangan sang istri dan sesekali dia akan mencium tangan istrinya, itu membuat Yuna merasa sangat di cintai oleh suaminya.
Mendengar jawaban suaminya, Yuna mencerutkan bibirnya dia makin menjadi penasaran, kejutan apa yang akan di beri oleh suaminya, sedangkan suaminya tidak mau memberi tahu mereka hendak kemana membuat dirinya kesal.
“Jangan menggoda mas sayang” ucap Agung ketika melihat istrinya memajukan bibirnya.
“Siapa juga yang menggoda kamu sih bee” ucap Yuna mengerutkan keningnya perasaan Yuna tidak menggoda suaminya, kenapa suaminya bilang kalau dirinya telah menggodanya.
“Itu kenapa bibirnya di majuin begitu, itu kan artinya kamu menggoda mas, nanti kalau mas khilaf di jalan gimana sayang” ucap Agung dengan senyum genitnya menatap sang istri.
“Apaan sih bee siapa juga menggoda kamu, orang aku lagi kesel sama kamu tau, bukannya di rayu ke apa ke ini mah, pikirannya mesum mulu, uda sana orang nyetir tuh liat jalan jangan liatin ke aku terus” omel Yuna tangannya terulur memalingkan wajah suaminya hingga menjadi menghadap lurus kedepan.
__ADS_1
“Kan yang menarik adanya di samping aku sayang, apalagi itunya tuh yang dari tadi sudah menggoda mas minta di cium” gombal Agung menujuk dengan wajahnya ke arah bibir tipis sang istri.
“Tau ah males aku jadinya” ucap Yuna langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Agung sengaja membuat istrinya kesal, karena kalau Yuna sedang kesel menurut Agung itu sangat menggemaskan. Ketika mobil yang mengendarai mobil mereka sudah hampir sampai Agung berhenti di suatu mini market yang tidak jauh dari tempat tujuan mereka, Agung meminta istrinya untuk menutup matanya dengan sebuah kain tipis tapi panjang, setelah mata Yuna sudah tertutup Agung melajukan mobilnya kembali samapi tempat tujuan mereka.
“Ko berhenti disini bee, kamu mau beli sesuatu?” Tabya Yuna menengok ke arah suaminya ketika mobil sudah terparkir tepat di depan mini market.
“Mas minta kamu tutup mata kamu dengan ini dulu sayang” ucap Agung sembari menunjukkan kain panjang yang untuk menutupi mata Yuna.
“Buat apa bee, emangnya kita sudah sampai?” Tanya Yuna lagi, dia semakin di buat penasaran oleh suaminya.
“Ya sebentar lagi kita akan sampai, kamu tutup dulu matanya” ucap Agung, dan akhirnya Yuna pun mengikuti kemauan suaminya untuk di tutup matanya.
Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Agung sudah memarkirkan mobilnya dengan benar, setelah itu Agung keluar dari mobil dan langsung berlari ke arah pintu tempat istrinya, Agung membantu Yuna keluar dari mobil setalah itu mereka langsung berjalan menuju spot yang bisa untuk melihat mata hari terbenam dan juga bisa melihat pusat kota barcelona dari tempat tersebut, disana tidak hanya Yuna dan Agung ada pengunjung lainnya juga yang menantikan melihat matahari terbenam atau kata lain yang sering orang kenal yaitu sunset.
“Bentar lagi sayang, mas cari tempat yang pas dulu” ucap Agung sembari menggenggam tangan istrinya yang bergelayut manaja di lengannya.
Agung sengaja mencari spot yang sedikit menjauh dari para pengunjung yang lainnya, ketika menemukan spot yang pas untuk melihat sunset dia berdiri di belakang istrinya dan siap untuk membuka kain yang menutupi kedua mata istrinya.
“Nah kita sidah sampai, aku hitung samapi tiga mas lepas ya kainnya” ucap Agung, Yuna pun hanya mengagukkan kepalanya.
“Satu, dua, tiga” Agung pun melepas kain penutup mata sang istri.
__ADS_1
Ketika di buka kainnya, Yuna belum melihat secara jelas, dia masih mengucek matanya, setelah penglihatanya sudah sempurna dan dia menatap ke arah depan, seketika memajukan langkahnya dan menutup mulutnya ternyata kini dirinya tengah berada di MUHBA tempat yang sangat ingin dia datangi.
Agung menghampiri istrinya dan memeluk istrinya dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut sang istri, “ gimana sayang kamu suka kejutannya, cup?” Tanya Agung dia bahagia kalau liat istrinya pun bahagia, lalu Agung memberikan kecupan tepat di salah satu pipi Yuna.
“Suka banget bee, terimaksih bee, sudah lama sekali aku mau kesini baru sekarang kesampaian” ucap Yuna.
“mas mau terimakasihnya dengan cara lain sayang, masa hanya ucapan saja” ucap Agung masih memeluk istrinya dari belakang dan menopangkan dagunya di pundak sang sitri.
Yuna yang mengerti akan kode dari suaminya siapun langsung membalikan badannya menjadi saling berhadapan, ketika Yuna sudah membalikkan badannya, Agung langsung menarik pinggang sang istri hingga mereka semakin merapat, lalu Yuna menangkap pipi suaminya dengan salah satu tangannya dan mengecup bibir suaminya, sedangkan Agung hanya diam saja dia ingin tahu sampai mana istrinya ingin mengungkapkan cara berterima kasih seperti yang dia maksud, dari satu kecupan, dua kecupan, tiga kecupan Yuna berikan di bibir tebal suaminya melihat ekspresi suaminya biasa saja hanya tersenyum kepadanya membuat Yuna kesal, lalau dia mencoba mengecup bibir tebal suaminya lagi tetapi ketika ingin melepasnya tiba tiba Agung menggigit bibir sang istri dan memperdalam ciuaman mereka, yang awalnya hanya sebuah kecupan kini memjadi sebuah ciuman romatis yang membuat keduanya sampai memejamkan matanya dan Yuna langsung mengalungkan tangannya tepat di leher suaminya dan tangan Agung masih tetap di pinggang sang istri, mereka tidak peduli di tempat itu banyak orang karena negara Eropa itu negara bebas semua orang tidak memperdulikan orang sekitarnya.
Yuna memukul dan sedikit mendorong pundak suaminya ketika dia sudah mulai kehabisan nafas karena ciuman mereka, Agung pun melihat istrinya sudah kehabisan nafasnya langsung melepas ciumannya.
“Itu cara berterimakasih dengan baik sayang, jangan hanya kecupan saja” ucap Agung sembari tangannya terulur mengusap bibir tipis istrinya dan membersihkan sisa sisa bekas ciuman yang mereka lakukan.
“Cium sih cium bee, tapi tidak sampai kehabisan nafas juga kali, kamu mau bunuh aku” omel Yuna memukul dada suaminya.
“Mana ada aku bunuh kamu, ada juga aku tuh mau makan kamu sekarang juga kalau kita sedang berada di kamar mah” ucap Agung menggoda istrinya.
“Kenapa sih bee, pikiran kamu tuh kesitu terus, gak bisa gitu ganti topik lain, dasar mesum” ucap Yuna sembari melepas pelukannya.
__ADS_1
“Mas tuh mesum tuh pas sedang sama kamu doang sayang” ucap Agung menanggapi omongan istrinya.
Setelah mereka selesai melihat sunset, Agung mengajak istrinya makan malam di salah satu restoran yang tidak jauh dari tempat tadi, sembari menunggu hari semakin gelap karena Yuna ingin melihat suasana malam gelap dari tempat tadi mereka melihat sunset.