BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
76. Peandangan Yang Indah di Pagi Hari


__ADS_3

Di sebuah kota terbesar kedua di sepanyol, sepasang suami istri masih terbaring di ranjang dengan posiai saling memeluk satu sama lain, dengan keadaan sama sama polos, ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi Agung terbangun terlebih dahulu, ketika membuka matanya dia langsung tersenyum di kala melihat wajah cantik Polos istri yang sedang terlelap, tangannya bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya, ketika pandangnya tertuju pada leher jenjang istrinya yang terdapat banyak tato yang dia buat sendiri dia pun langsung tersenyum mengingat kejadian semalam.


Semalam dia di buat frustasi oleh istrinya, ketika istrinya mendiamkannya hanay bebrapa beberapa jam, lebay banget ya Agung tuh baru saja di sicueki berapa jam belum juga sehari sudah frustasi, memang kalau sudah bucin ya seperti itu.


Agung meraih benda pipihnya yang ia letakan di meja samipng tempat tidurnya, dia melihat jam sudah menunjukkan 06.10, lalu dia beranjak dari tidurnya lalu menghubungi resepsonis tempat penginapan yang sedang ia tempati, karena dia di kabarkan oleh orang suruhannya untuk mengambil koper dan yang lainnya yang ada di villa.


Setelah menghubungi resepsionis dan meminta barang barangya di antar ke kamar, dia langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu, sebelum berjalan menuju kamar mandi dia sempatkan mencium kening istrinya.


Keluar kamar mandi Agung langsung membangunkan istrinya, karena jam menunjukan sudah masuk waktu subuh, Agung berjalan menuju ranjang dari arah kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya menggunakan handuknya melingkar di pinggangnya. Sesampainya di ranjang Agung duduk di tepi ranjang menghadap ke arah sang istri dan mencoba membangunkannya.


“Sayang, Ana” ucap Agung dengan tangan nya bergerak mengelus pipi sang istri dengan lembut.


“Eumm” sahut Yuna dengan menggeliatkan badanya karena merasa tidurnya terusik.


“Sayang bangun sudah subuh, sebentar lagi waktunya habis” panggil Agung mencoba membangunkan istrinya kembali, tangannya kini beralih mengelus kepala sang istri.


“Eumm, bee” sahut Yuna, lalu membuka matanya, dia langsung melihat wajah suaminya tepat di hadapannya yang sudah terlihat lerlihat lebih frash.


“Bangun sayang, mandi dulu ya, kita shalat subuh dulu” ucap Agung sembari mengelus pipi sang istri.


“Hem, iya bee” sahut Yuna dengan tiba tiba langsung merubah posisinya menjadi duduk di ranjang, dia tidak menyadari kalau dirinya masih dalam keadaan polos, al lhasil ketika duduk enggan otomatis selimut yang menutubi tubuhnya turun sampai ke perut karena tidak selimutnya di maaf ya tahan oleh Yuna, sehingga tubuh polos bagian atas sang istri terlihat jelas oleh Agung. Agung menelan ludahnya sendiri melihat penampilan Yuna.

__ADS_1


“Sayang ini waktu subuh sudah mau habis loh, kamu janagn menggoda mas, nanti mas khilaf sayang” ucap Agung dengan pandangan masih tertuju pada seauatu yang menurut Agung sangat indah dari pemandangan apaun.


“Siapa yang sih mas” sahut Yuna belum menyadari apa yang di maksus suaminya, lalu Agung menunjuk apa yang dia lihat dengan memajukan bibirnya ke arah sang istri dengan tatapan menggoda.


Yuna pun langsung mengikuti arah pandang mata sama bibir suminya, dia kaget dan refleks langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya, dan langsung memberi pukulan pada dada suaminya.


“Hubby, kenapa gak bilang dari tadi sih kalau penampilan aku diri tadi kaya gitu” omel Yuna dengan wajah yang sudah memarah, dia langsung beranjak turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.


“Ya kan mubazir sayang, kalau di lewati” sahut Agung langsung berdiri dan pandangannya mengikuti istrinya hingga Yuna hilang di balik pintu kamar mandi.


Sedangkan Yuna menggerutu kebodohannya sendiri kenapa dia bisa lupa kalau dari semalam tidur dalam keadaan polos.


Dia malu sekali dengan suaminya, sedangkan bisa bisanya dia bangun dari tidurnya dengan tubuh bagian atasnya masih polos dan terpampang langsung di depan suaminya.


Ketika Yuna di dalam kamar mandi petugas ada yang menekan bell dari luar kamar, dan ternyata hoausekeeping mengantarkan barang barang milik Kelvin, Agung hanya membuka pintunya sedikit lalu dia mengambil kopernya dan setelah mengucapkan terimaksih dan memberi tips Agung langsung menutup kembali pintu kamranya. Soalnya Agung tidak suka jika orang lain memasuki kamarnya karena posisinya dia dan istri sedang berada di kamar, takutnya ketika ada orang memasuki kamarnya dengan bersamaan istrinya baru saja keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang terbuka, dia tidak akan rela tubuh seksi istrinya di pandang oleh laki-laki lain.


“Bee” panggil Yuna dari kamar mandi


“Iya sayang, kenapa?” Tanya Agung yang sesnag memakai celan boksernya.


“Bee baju aku gimana, aku gak ada baju ganti, baju yang kemarin kotor” ucap Yuna dengan berbicara dari dalam kamar mandi dengan mendekatkan wajanya ke arah pintu.

__ADS_1


Agung mendengar pertanyaan istrinya langsung tersenyum licik,“Kamu kalau sudah selesai keluar dulu sayang, bajunya sedang mas minta dari petugas, jangan di kamar mandi terus nanti masuk angin” ucap Agung bohong, dia suka banget menjaili istrinya nanti giliran di cuekin nangis lagi.


Akhirnya Yuna pun tanpa curiga dengan suaminya, dia keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya dari dada sampai atas lutut hingga memperlihatkan pundak dan leher jenjang istrinya yang seksi, di tambah lagi rambut yang di bungkus menggunakan handuk dan posisi di angkat ke atas hingga terlihat jelas leher jenjang istrinya, dan jenjang kaki Yuna yang begitu mulus terlihat dengan jelas di mata Agung, mungkin kalau mereka tidak sedang mengejar waktu subuh Agung sudah menerkam isttinya kembali.


“Terua masa aku pakai handuk seperti ini terus bee” protes Yuna ketika sedang berjalan dari kamar mandi menghampiri Agung yang tengah duduk di tepi ranjang.


“Ya kan kalau dingin mas bisa ko buat hangatin kamu sayang” sahut Agung dengan mengedipkan matanya kepada Yuna yang sedang berjalan menghampirinya.


“itu sih mau kamu” ucap Yuna


“Ini sayang bajunya sudah mas siapin” ucap Agunh sembari menyerahkan dress tidur yang berlengan panjang dan bawahnya hanya sebatas lutut.


“Katanya tadi kamu bilang belum datang pakaiannya, ini apa coba, kamu ngerjain aku bee” omel Yuna menatap tajam suaminya dan Agung hanya mengangkat dua jarinya menjadi berbentuk huruf v bertanda dia ingin berdamai.


“Awas saja sekali lagi kamu jailin aku, aku cuekin lagi mau” ancam Yuna langsung balik badan berjalan menuju kamar mandi tetapi tiba tiba suaminya memeluknya dari belakang dengan tangan yang melingkar tepat di perutnya.


“Jangan dong syang, mas janji deh tidak akan jail lagi, jangan marah ya, jangan cuekin mas ya, mas paling hak bisa melihat kamu diem terus” mohon Agung dengan memeluk istrinya dari belakang dan menopangkan dagunya tepat di pundak sang istri.


“Awas bee, katanya mau shalat subuh, ini sduah mau jam tujuh bentar lagi waktu subuhnya habis” ucap Yuna, dam Agungpun langsung melepaskan pelukannya dan Yuna langsung berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, kalau ganti baju di kamar bisa bisa tidak jadi shalat subuh.


Setelah Yuna ganti pakaian, mereka bedua pun langsung melaksanakan shalat subuh, karena di barcelona sedang musim panas jadi waktu shalat pun akan mundur.

__ADS_1


__ADS_2