BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
33.Jomblo Akut Vs. Bucon Akut


__ADS_3


Jomblo Akut Vs Bucin Akut



Dimas terbangun ketika mendengar isak tangis seseorag, ketika dia membuka mata dengan kepala yang masih pusing karena efek dari mabuk semalam, dia melihat sekeliling kamar da dia langsung berfkir ini dimana karena ini berbeda dengan kamar hotel yang ia tempati, lalu mata dia terfokuskan kepada seorang gadis yang tengah menagis di lantai pinggir ranjang dengan posisi membelakangi dirinya, seketika dia langsung bangun dari tidurnya dan melihat adan sendiri yang masih tertutup selimut ternyata dirinya dalam keadaan polos tanpa memakai sehelai benang pun


“hikss hikss..., Mommy, aku sudah kotor mom, hiks...maafin aku mih” ucap Hyosi dalam tangisnya pura pura sembari duduk dan tertunduk dengan keadaan dia menetupi dirinya dengan baju2 yang sudah dia sobek agar Dimas percaya kalau dia sudah di lecehkan oleh Dimas secara paksa. Dimas mendengar tangisan Hyosi langdung megusap wajahnya dengan kasar.


“hey kamu siapa”, kamu tenang dulu jangan nagis dulu, sebenernya apa yang terjadi dengan kita?” tanya Dimas tidak percaya hal ini akan terjadi karena dia belum bisa mengingat apapun kejadian semalam karena efek mabuk berat.


Ketika dapat pertanyaan yang terlontar dari Dimas, Hyosi pun langsung menengok ke arah Dimas dengan masih keadaan duduk di lantai seperti semula. Dimas kaget ketika Hyosi menengok ke arahnya ternyata di perempuan yang tengah mengis di hadapannya adalah perempuan yang selama ini di jodohkan oleh sang Mommy.


“lo, pasti ini sengaja kan, ini semua rencana lo kan, lo ngejebak gua?tanya Dimas dengan kasar setelah mengetahui siapa perempuan yang telah dia nodai.


“rencana guabagai mana Dimas, niat aku hanya ingin menolong kamu yang tengah mabuk di Club dan gua gak tahu lo nginap dimana, makanya gua awa lo ke kamar gua, tapi apa balasannya setelah sampai kamar lo merusak gua Dim, dan asal lo tahu ketika lo ngelakuin itu ke gua lo menganggap kalau gua itu cewek lo, lo terus memanggil nama dia” jelas Hyosi dengan penuh penekanan supaya Dimas percaya kalau dirinya lah hanya korban.


“akhhh..., kenapa jadi begini sih” teriak Dimas dengan menarik rambutnya dengan frustasi.


“sudalah lupakan saja dan lebih baik lo pergi dsri kamar gua sekarang juga” pintah Hyosi meminta Agung untuk segera pergi dari kamarya, saat ini dia pura pura aja untuk melupakan nya tapi kita liat saja nanti rencana apa lagi yang akan hyosi perbuat.


Sedangkan di kamar rawat VVIP 3, Agung menunggu istrinya yang sudah masuk kamar mandi dari tadi kenapa sampai sekarang belum keluar juga, diapun berfikir terjadi apa2 sama istrinya.


“Sayang, kamu gak papa kan?” tanya Agung memastikan istrinya baik2 saja.


“iya mas, tunggu” sahut Yuna dari dalam kamar mandi.


Sebelum Yuna keluar dari kamar mandi, pintu kamar Agung terlebih dahulu terbuka dan di lihatlah siapa yang datang, ternyata Ayah Kangta dan Abang Yuno yang datang sembari membawa papper bag yang berisi maknan sepertinya untuk sarapan dua sejoli yang sedang kasmaran.


Ceckleck..(suara pintu kamar mandi terbuka)


Yuna kaget ketika dia keluar kamar mandi ternyata sudah ada kakak dan Ayah mertuanya.


“Kakak, Ayah”ucap Yuna kaget dan dia langsung meghampiri tangan Ayah Kangta dan menciumnya.

__ADS_1


“apa kabar nak?” tanya Ayah Kangta kepada sang menantu.


“alhamdulillh aik yah, ini berkat putra Ayah yang sudah menyelamatan Ana, kalau tidak ya pastinya yang tertidur disana pasti Ana yah” jawab Yuna


“dan yang pati mas gak akan membiarkan itu sampai terjadi sama kamu, dan itu uda kewajiba mas untuk melindungi kamu” sahut Agung ketika mendengar jawaban Yuna kepada Ayahnya. Dan Yuna menanggapinya hanya dengan senyuman atas ucapan suaminya, Yuna pun merasa bersyukur bisa mendapatkan suami yang begitu mencintai dirinya degan tulus.


Setelah menyambut Ayah mertuanya, dia langsung berhembur ke pelukan sang kakak.


“kakak, Ana kangen” ucap Yuna dengan memeluk sang kakak dengan manja.


“gak malu apa ada Suami dan Ayah kangta disini, uda punya suami juga masih manja aja” ucap Yuno sembari membalas pelukan sang adik.


“kakak sama Ayah kapan sampainya?” tanya Yuna masih dalam keadaa memeluk kakaknya lalu menatap wajah sang kakak dan ayah mertuanya bergantian.


“kita sebenernya sudah sampai dari pagi nak” jawab Ayah Kangta


“ko aku gak tahu” sahut Yuna mendegar jawaban Ayah kangta kalau mereka sudah sampai dari pagi.


“ya gimana mau tau ya om, orang kita mah dari jakarta sudah panik buru2 datang kesini pake heli, eh ketika sudah sampai yang di khawatirin malah asik lagi tidur berdua sambil pelukan” jelas Yuno menyindir adik dan iparnya dan itu berhasil membuat Yuna malu dan wajahnya langsung memerah karena ketahuan sedang tidur berdua sama sang suami.


“tuh suami kamu yang gak bolehin, karena istri tercintanya lagi tidur smapai ngiler” goda Yunho


“gak ya, gak pernah aku tidur sampai begitu” bantah Yuna


“kalau gak percaya tanya aja sama suami kamu” ucap Yuno dengan senyum jailnya ingin mengerjai sang adik.


Mendengar ucapan sang kakak, Yuna langsung menatap Agung, dan sebelum Yuna bertanya Agung sudah terlebih dahulu menyauti omongan kakak iparya.“bohong sayang, jangan dengerin omongan kakak kamu” ucap Agung membela sang istri, “bang uda peluk istri akun nya jangan lama-lama” protes Agung melihat istrinya masih dalam pelukan kakaknya.


“posesif lo, ini juga adik gua, lo liat sendiri siapa yang meluk gua apa istri lo” sahut Yuno heran melihat adik iparya kenapa jadi posesif begitu.


“sayang uda kamu sini aja sama mas, jangan lama2 pelukannya” ucap Agung melihat istrinya masih memeluk kakaknya dengan manja.


“uda uda, ak mendingan kalian sarapan, tadi ayah uda beliin kalian bubur ayam chinese” ucap Ayah untuk menghentikan perdebatan mereka.


“baik yah, Ayah sama kakak ssudah sarapan?” tanya Yuna lalu merelai pelukan dari sang kakak dang lagsung mengeluarkan makanan dari paper bag.

__ADS_1


“sudah dek, kakak sama om kangta sudah makan tadi “ jawab Yuno.


Setelah Yuna membuka makanan yang akan di makan terlebih dahulu dia membuka satu untuk suminya terlebih dahulu yang tengah sakit, lalu dia mendekati tempat tidur Agung dan mulai menyuapi suamin. Sedangkan Ayah dan Yuno merek sedang mengecek pekerjaan masing masing di sofa yang ada di kamar tersebut den sesekali menengok kepadaa dua insan yang di depannya.


Sedangkan Agung yang tengah menerima suapan demi suapan dari sang istri dengan terus memandang wajah cantik sang istri, Agung seakan akan belum percaya kalau dia tengah di suapin sang istri, gadis yang dari kecil amat sangat ia cintai.


“Gak usah di liatin terus gung, istrimu gak bkalan pergi kemana-mana” ucap Ayah yang melihat kelkuan pitranya, dan itu berhasil memgalihkan pandangan Agungnke Ayahnya dan juga membuat wajah Yuna memerah.Ayah kangta hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan putranya.


“iya bener om, emangnya bisa bikin cepat kenyang yah makan sambil liatin wajah istri” ledek Yuno melihat kelakuan adik iparnya yang sudah bucin sama adeknya.


“Iri bilang bos, uda yank gak usah di ladenin, mereka itu para jomlo makanya iri sama kita” ucap Agung beralih menatap istrinya kembali.


“Dasar bucin qkut lo”ledek Yuno


“dari pada abang jomblo akut” ucap Agung kembali meledek sang kakak ipar.


“Mas, kak uda ah, kalian tuh kaya anak kecil tau gak” omel Yina melihat kelakuan sumi dan kakaknya yang saling saut sautan seperti anak kecil.


“Maaf sayang, kamu juga ikutan makan dong sayang masa cuman mas sendiri” ucap Agung mengalihkan pembicaraan supaya istrinya tidak marah.


“Uya mas, nanti aja setelah mas selesai sarapan baru aku makan” ucap Yuna sembari menyuapi suaminya kembali.


“Bareng sama mas aja, sini mas suapin kamu juga” ucap Agung lalu tangannya meraih sendok yang ada yang ada di makanan ingin menyuapi istrinya tapi langsung di tepis tanganya oleh Yuna.


“Gak ingat kata dokter apa, ini bahu kmau gak boleh banyak bergerak kalau tangan mas banyak gerak otomatis bahu mas juga ikut bergerak , ngerti” tegas Yina menolak untuk di suapin suaminya bukan apa2 karena dokter menyarankan jangan banyak gerak.


“Siap Ibu negara” sahut Agung dengan lantang.


“rasain lo, di marahin sama istri” lwdek Yuno melihat adik iparnya di omelin oleh adiknya.


“ko kamu jadi crewet sekarang yank, tp aku gemws jadinya kalau liat kamu.ngomel begini, mas rela.ko di omelin kamu setiap hari lalu habis itu langsung mas cium deh supaya diem” ucap Agung menggoda istrinya.


“Mas bicaranya loh, ada ayah sama kakak juga” omel Yuna mendengar gombalan receh suaminya.


“iya maaf sayang” ucap Agung lalu ia meraih tangan istrinya, “cup” dan menciumnya ketika.melihat istrinya mulai ingin marah.

__ADS_1


Yuna yang di perlakukan seperti itu oleh suaminya langsung memalingkan wajahnya untuk menutupi rona merah di wajahnya supaya yidak terlihat oleh suaminya. Sedangkan kedua jomblo tadi melihat kelkuan auami istri di depannya hanya bisa geleng2 kepala.


__ADS_2