
Sepeninggalan Hotman ke kantor, Ayah Kangta langsung menghubungi orang kepercayaan putranya sekaligus sahabatnya putranya itu, dia ingin menanyakan perihal bagaimana ketika El mengantar pulang Anggun, apakah selamat samapai tujuan atau tidak dan banyak pertanyaan yang ingin Ayah Kangta tanyakan kepada El.
“Hallo, iya tuan”
“El, kamu belum lapor ke Ayah bagaimana pas mengantar nak Anggun yang waktu itu hampir kita tabrak?” Tanya Ayah Kangta agar El pun tidak merasa curiga.
“Oh iya maaf tuan, soalnya waktu itu banyak tugas dari bos Agung jadi lupa” sahut El sampai menepuk jidatnya, gara2 dia di minta Agung cek cctv dia lupa melapor ke Ayah Kangta.
“Ya sudah cepat, jelaskan bagaimana ketika kamu mengantar dia, dan tinggal dimana, orang tuanya minta pertanggung jawaban kita tidak?” Tanya Ayah Kangta membuat El bingung mau menjawab yang mana dulu.
“Yang pertama dia itu anak panti tuan, dia tinggal di panti kasih bunda, dan pas saya minta maaf sama ibu panti, ibu pantinya baik sekali tuan, dia tidak marah sama sekali malah dia mengucapkan terima kasih karena sudah menagantar Anggun berobat, itu saja sih tuan setelah itu saya di telfon bos Agung suruh mengerjakan sesuatu” jelas El
Mendengar penjelasan El membuat harapan Ayah Kangta pupus untuk mencari tahu siapa Anggun sebenaranya, di kira Ayah Kangta dia masih punya orang tua kandung, El juga tidak menjelaskan Anggun anak kandung dari ibu panti karena dia juga mengira Anggun itu sama dengan anak panti yang lainnya yang tidak punya orang tua kandung.
“Hallo Tuan, apa tuan mendengar penjelasan saya?” Tanya El
“Hemm, ya sudah El saya tutup duu telfonnya, Assalamualaikum” ucap Ayah Kangta.
“Waalaikum salam” sahut El sembari mengerutkan keningnya.
Selesai menghubungi El, Ayah Kangta membuka laci kerjanya dan mengambil satu bingkai foto yang bergambarkan foto keluarga, ada Ayah Kangta, Bunda Luna dan juga Agung ketika usianya masih 5 tahun.
“Ya Allah tolong berilah petunjuk, agar hamba bisa menemukan keberadaanya” batin Ayah Kangta.
“Sayang sebenarnya kamu dimana, mas sangat yakin anak yang di kandung kamu dulu adalah anak mas, maaf mas baru menyadari itu ketika kamu sudah pergi” gumam Ayah Kangta.
***
Sedangkan di mansion Salendratama, semua orang tengah sibuk mempersiapkan untuk acara tujuh bulanan, Yuna yang merasa bosan di kamar akhirnya dia memutuskan untuk berjalan jalan di taman belakang di lihat disana ada satu tukang kebun yang sedang membersihkan dan merapihkan taman, selesai berkeliling taman Yuna memutuskan untuk duduk di pinggir kolam sembari memasukkan kakinya ke dalam air kolam.
Tiba tiba ketika dia sedang duduk di pinggir kolam Agung menelfonnya.
“Hallo sayang” sapa Agung
__ADS_1
“Iya bee” sahut Yun
“Kamu lagi apa sayang, ko ada suara air?” Tanya Agung ketika mendengar suara air.
“Aku bosan di kamar bee, jadi tadi aku jalan jalan di taman belakang terus sekarang lagi duduk di pinggir kolam sambil main air” jelas Yuna sembari menggerak gerakan kakinya yang ada di dalam air.
“Awas sayang hati hati, nanti jatuh ke kolam gimana, sudah sekarang kamu pindah saja duduk di teras atau dimana jangan di pinggir kolam ya sayang” pintah Agung
“Iya bee” ucap Yuna dengan nada sendu.
“Ini demi kebaikan kamu dan anak kita sayang” ucap Agung, dan ketika Yuna hendak berdiri tiba tiba ada yang mendorong punggungnya hingga membuat Yuna terjatuh kedalam kolam.
“Aaaa...” teriak Yuna lalu terjatuh ke dalam kolam bersama ponselnya juga ikut masuk ke dalam kolam.
“Sayang, Ana kamu kenapa sayang” panggil Agung, mendadak panik, perasaannya mulai tidak enak takut terjadi sesuatu dengan istrinya, ketika dia menghubungi kembali nomor kontak istrinya sudah tidak aktif, sedangkan Yuna di dalam kolam dia kesusahan untuk berenang ke tepi kolam karena keadaan perut yang sudah besar.
Agung langsung menghubungi orang rumah.
“Hallo iya den” sahut Mbok Darmi
“Mbok tolong cek Ana lagi di kolam tadi pas telfonan sama Agung dia teriak tidak tahu kenapa handphonenya di hubungi gak bisa, Agung akan pulang sekarang” ucap Agung dengan terburu buru.
“Baik den” sahut mbok Darmi yang ikut panik juga, dia langsung berlari menuju halaman belakang dan menghampiri kolam renang.
Di lihat Yuna tenggelam sembari menggerakkan tangannya berusaha mencari pertolongan.
“Ya allah non Ana” ketika melihat keadaan Yuna. Lalu Mbok Darmi langsung memanggil suaminya untuk membantu mengeluarkan Yuna dari kolam, setelah Yuna sudah mereka letakan di pinggir kolam mereka berusaha mengeluarkan air yang masuk kedalam tubuh Yuna sampai keluar untuk pertolongan pertamanya.
Sedangkan mbok Darmi langsung menghubungi Agung kembali.
“Hallo den”
“Iya mbok, gimana Ana kenapa mbok?” Tanya Agung yang kini sedang mengendarai mobilnya menuju mansion.
__ADS_1
“non Ana tenggelam den, tidak sadarkan diri, ini kita lagi berusaha membuat non Ana sadar den” jelas Mbok Darmi
“Mbok Tolong, Mbok Darmi bawa Ana ke rumah sakit sekarang, cepat ya mbok aku langsung jalan kesana cari rumah sakit terdekat” pintah Agung
“Baik den” sahut mbok Darmi.
Setelah panggilan berakhir Mbok Darmi dan Suaminya langsung membawa Yuna ke Rumah sakit, kenapa semua cobaan terus bertubi tubi menghampiri keluarga majikannya pikir mbok Darmi, belum ada satu bulan dia membawa Nyonyanya ke rumah sakit dan sekarang dia membawa nona mudanya.
Hanya para pelayan yang tahu jika Yuna di bawa ke rumah sakit, karena papi kadir sedang keluar rumah. Sonya melihat kejadian itu semua dia tersenyum licik, lalu dia langsung menghubungi seseorang entah siapa itu.
“Ikuti mereka dan lakukan rencana selanjutnya” ucap Sonya dengan orang di telfon entah siapa orang yang dia hubungi.
Sesampainya di rumah sakit Yuna langsung di tangani oleh dokter, dan tidak lama kemudian Agung menghampiri Mbok Darmi dan juga Mang jajang yang tengah menunggu di depan ruang UGD.
“Mbok, gimna keadaan Ana?” Tanya Agung, belum juga mbok Darmi menjawab pintu Ruang UGD terbuka.
“Dengan keluarga Nyonya Yuna”
“Saya dok, saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanya Agung dengan khawatir.
“Maaf tuan, istri anda harus segera di oprasi untuk menyelamatkan keduanya” ucap dokter.
“Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok” ucap Agung dengan memohon.
“Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan keduanya” ucap Dokter, dia langsung mengarahkan tenaga medis untuk melakukan oprasi, untuk menyelamatkan Yuna dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.
Mbok Darmi, Mang Jajang, serta Agung sembari menunggu oprasi keluar mereka langsung menuju mesolah rumah sakit, mereka berdoa, memohon dan meminta kepada Allah agar Yuna dan juga bayinya terselamatkan.
Papi Kadir sesampainya di mansion dia dapat laporan dari pelayan jika Yuna tengah di bawa ke rumah sakit karena tenggelam di kolam renang, Papi Kadir dengan di tamani sang supir dia langsung menaiki mobilnya kembali menuju rumah sakit untuk melihat keadaan putrinya.
“Ya allah semoga tidak terjadi sesuatu dengan putri hamba dan calon cucu hamba ya Allah” batin Papi Kadir dia merasa khawatir dengan keadaan anak dan calon cucunya.
Begitu pun dengan Ayah Kangta ketika di kabarkan oleh besannya jika menantunya masuk rumah sakit karena tenggelam di kolam renang, dia langsung berangkat dari bandung dengan di temani oleh Yuri karena Hotman masih di kantor, nanti setelah kerjaan selesai dia akan menyusul ke Jakarta untuk melihat keadaan kakak iparnya dan juga calon ponakannya.
__ADS_1