
2 hari berlalu, keadaan Agung sudah membaik, tetapi tetap di kala makan inginnya di suapin istrinya alhasil makan mereka saling suap2an, kini dimana mereka akan pulang ke tanah air untuk menghadiri wisuda sang adik yaitu Hotman.
Kini mereka sudah berada di airport, sesuai permintaan istrinya mereka kini menaiki pesawat komersial seperti orang pada umumnya, sepanjang jalan Yuna tidak lepas dari genggaman sang suami.
“Kalau ngantuk istirahat aja sayang” ucap Agung melihat Yuna mulai menyenderkan kepalanya ke pundaknya.
“Hemm, tapi mau sambil dengerin musik bee” ujar Yuna manja pada suaminya.
“Mau musik apa sayang?” Tanya Agung langsung menekan tombol di layar tepat di hadapnnya.
“Apa saja yang penting lagu slow” Riquest Yuna
Lalu Agung langsung menyalakan lagu sesuai permintaan istrinya dan lanhsung memakaikan headphone tepat di telinga sang istri dan di kecupnya puncak kepala sang istri, Yuna pun langsung memejamkan matanya sembari menikmati musik.
#jakarta
Hotman siang ini sengaja datang ke butik untuk menemui Yuri, tetapi dengan alasan ingin mengambil pesanannya tetapi itu hanya modus.
“Siang dengan Boa Butik ada yang bisa di bantu” ucap Tuti pegawai butik ketika Hotman memasuki butik.
“Loh bukannya itu oppa korea yang waktu itu pernah kesini ya”batin Tuti
“Siang mba, saya mau bertemu dengan nona Yuri, apa dia ada?” Tanya Hotman
“Oh ada tuan, maaf dengan tuan siapa biar nanti saya panggilkan mba Yuri nya” tanya Tuti.
“Bilang saja dari tuan sanjaya” ucap Hotman
“Tunggu sebentar tuan” ucap Tuti dan berlalu menuju ruangan Yuri dan ternyata Hotman mengikutinya dari belakang.
Tok tok
“Masuk” sahut Yuri dari dalam ruangan.
Cecklek (suara pintu terbuka)
“Maaf mba, di luar ada tamu mencari mba” ujar pegawai butik.
“Siapa tut?” Tanya Yuri memastikan, padahal dia hari ini tidak janjian sama siapa pun.
“Kakak yang datang”ucap Hotman yang tiba tiba muncul dari belakang pegawai butik yang masih di pintu.
“Ka Hotman”
“Kakau begitu saya permisi ke depan lagi mba” pamit Tuti setelah tamunya memasuki ruangan Yuri.
“Iya, makasih tut, sama tolong buatin minum buat tamunya tut, ka Hotman mau minum apa?” Tanya Yuri
__ADS_1
“Kopi aja mba” jawab Hotman
“Baik Tuan” sahut tuti langsung keluar dari ruangan.
Sepeninggalan tuti Yuri langsung mempersilahkan Hotman untuk duduk di kursibtepat di hadapan mejanya.
“Kakak sampai repot2 mengambil sendiri pesanannya, padahal dari pihak butik bisa mengantarnya langsung loh ka” ucap Yuri melihat pelanggannya datang langsung untuk mengambil orderannya.
“Gak papa, kebetulan kakak tadi ada meeting di sekitar sini jadi ya sekalian aja” sahut Hotman
“Tunggu sebentar ya ka di ambilin dulu pesanannya”
“Aantai aja, kakak lagi gak buru2 ko” sahut Hotman Sembari matanya melihat-liat sekeliling ruangan Yuri.
Tut tut
“Hallo, mba tolong ambilkan pesanan atas nama tuan Sanjaya ya lalu bawa ke ruangan saya” ucap Yuri di telfon.
“Baim mba” sahyt pegawai butik.
Tutt tutt
Beberapa menit kemudian pegawai hotel mengantarkan pesanan Hotman dan juga minuman untuk Hotman.
“Nih ka pesanannya, semoga kakak puas akan hasilnya ya” ucap Yuri sembari memeberi paper bag yang berisi gaun dan juga setelan jas.
“Kakak bisa aja” sahut Yuri mendengar pujian dari laki2 yang di hadapannya.
“Temenin kakak makan siang ya, tenang aja bentar lagi makanannya dateng ko” ucap Hotman tanpa basa basi
“Iya ka” sahut Yuri mau menolak tidak enak dengan Hotman.
Selang beberapa menit makanan pesanan Hotman datang, dia tidak hanya beli untuk dirinya dan juga Yuri tapi juga Hotman memebelikan untuk pegawai butik sekaligus.
Hotman dan Yuri pun menikmati makan siang di ruangan Yuri dengan sangat nikmat, Hotman yang makan sambil menatap wanita pujaan hatinya sedangkan Yuri yang sesekali ngelirik ke Hotman menjadi malu tersendiri di tatap oleh laki laki yang dia sukainya.
Setelah makan Hotman pamit kepada Yuri karena setelah ini dia akan ada meeting di kantor.
“Kalau begitu kakak pamit ya, Makasih ya, sudah nemenin kakak makan siang” ucap Hotman lalu beranjak dari duduknya.
“Harusnya aku yang berterima kasi ke kakak uda beliin makanan buat kita semua” ucap Yuna dengan sungguh.
“Emm, Yuri besok malam punya waktu kosong gak?” Tanya Hotman sebelum dia keluar dari ruangan Yuri.
“Sepertinya gak ada, memangnya kenapa ka?” Tanya Balik Yuri.
“Bisa temenin kakak ke acara dinner teman bisnis kakak” jelas Hotman
__ADS_1
“Tapi ka..” sebelum Yuri menolaknya Hotman sudah memtongbuvapan Yuri duluan
“Pokoknya besok malam kakak jemput jam 7 malam, kakak pamit dulu Assalamualaikum” ucap Hotman memaksa dia tidak mau menerima protes dari Yuri akhirnya dia langsung pamit dan langsung keluar dari ruangan Yuri.
“Waalaikum salam” sahut Yuri, sebenernya juga kenapa rasanya berat sekali ingin menolak ajakan Hotman.
Sedangkan di Airport tepatnya di Bandara soekrno hatta, pesawat mereka baru mendarat.
“Sayang, hey bangun sayang kita sudah sampai” Agung membanginkan istrinya, dia elus pipinya secara perlahan, di cium kening istrinya dan Agung langsung melepas Headphone yang tepasang di kepala sang istri.
“euhhh.., kita sudah sampai bee?” tanya Yuna memastikan.
“ iya sayang, nih minum dulu” ucap Agung sembari menyerahkan minuman yang ia minta dari pramugari untuk sang istri.
“Makasih bee” ucap Yuna menerima dan langsung meneguknya dengan habis.
“Sama2 sayang, sini seat beltnya di lepas dulu” ucap Agung langsung melepaskan seat belt yang dinpakai sang istri tanpa menunggu persetujuan sang istri.
Ketika sedang melepas seatbelt sang istri karena posisi Agung memiring hingga pipi Agung tepat di hadapan Yuna langsung mendapatkannkecupan dari sang istri.
“Cup” Yina mencium pipi Agung ketika suaminya sedang melepas seatbeltnya.
“sudah berani ya sekarang” ucap Agung ketika dapat kecupan dari sang istri di pipinya, “ yang satunya cemburu nih sayang karena gak dapat kecupan” ucap Agung langsung memasang pipi sebelahnya tepat di sepan wajah sang istri.
Ketika Yuna ingin mencium pipinya seketika Agung menengokan kepalanya hingga yang terkena bukan pipi melainkan bibir sang suamin.
“Cup”
“Makasih sayang, cup” ucap Agung sembati membalas satu kecupan lagi di bibir sang istri.
“Jail banget sih” protes Yuna.
“Kamu kalau gak mas jailin mana ada inisiatif kasih mas ciuman” jelas Agung menatap istrinya.
“tadi inisiatif aku sendiri tanpa kamu minta ya” ucap Yuna menyangkal omongan suaminya.
“Itu beda sayang, yang mas masuk cium disini nih” ucap Agung sembari menunjuk bibirnya sendiri dengan jarinya.
“Tau ah, dasar mesum” sahut Yuna.
Akhirnya mereka keluar dari pesawat dan langsung menuju lobby Airport tempat penjemputan, di karnakan kepulangan mereka tidak memberitahu siapapun, mereka tidak di jemput siapapun tetapi ada yang selalu setia menemani mereka kemanapun mereka pergi.
Siapa kah itu...?
pasangan Bucin ketika di Airport
__ADS_1