
Hari ini dimana Yuna dan Agung akan mengunjungi papi Kadir dan juga mami Boa, di kabarkan mami Boa dan juga papi Kadir sekarang sedang berada di apartemennya, tempat tinggal mereka yang selama mereka berada di london.
Agung dan Yuna berangkat deri Airport sekitar pukul 8 pagi wkatu barcelona, mereka sengaja bernagkat pagi agar di di london, bisa menghabiskan waktu lama dengan kedua orangtua mereka, perjalanan dari Barcelona menuju london 2 jam 30 menit,keduanya sengaja menggunakan pesawat komersial, karena Yuna ingin menikmati perjalanan seperti orang liburan pada umumnya.
Selama perjalanan Agung melihat senyum istrinya terus terpancar dari wajahnya, mungkin karena merasa senang ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, mereka kini tengah duduk berdua di dalam pesawat, dengan tangan saling menggenggam satu sama lain. Agung bersyukur ketika dia dan istrinya pergi menjenguk papi kadir dan mami boa, ingatan istrinya sudah kembali. Agung dan Yuna sengaja tidak memberi tahu kepada papi dan mami kalau mereka akan berkunjung, walaupun Agung rasa Papi mertunya sudah tahu kalau kita akan mengunjunginya, karena walaupun papi jauh dari anak anaknya dia selalu meminta orang untuk mengawasi anak dan menantunya, jadi Agung sudah menebak pasti papi mertuanya sudah mengetahui hal semua yang terjadi anatara dirinya dan juga Yuna.
"Sayang" panggil Agung
"Kenapa bee?" Sahut Yuna mengalihkan pandangannya dari menatap jendela pesawat kini menjadi mantap wajah suaminya dengan senyum yang terus menghiasi wajah cantiknya.
"Kamu janagan senyum terus dong, mas gak rela para lelaki menikmati senyum kamu" protes Agung melihat istrinya tersenyum terus sedari tadi.
"Apaan sih bee, lebay tahu gak, aku tuh senyum karena aku sedang bahagia, sebentar lagi mau ketemu papi dan mami" ucap Yuna sembari memukul lengan suaminya, Yuna merasa suaminya lebay, masa orang senyum gak boleh.
"Awas kalau sudah ketemu mami dan papi, kamu mengabaikan mas, nanti mas akan hitung, berpa lama kamu mengabaikan mas, nanti mas akan kasih hukuman, kasih hukumannya sesuai waktu yang sama ketika kamu mengabaikan mas, ngerti" ancam Agung lalu mengecup pipi sang istri.
"Serem banget pake hukuman segala, kan aku juga mau kangen kangen sama papi mami, bee" ucap Yuna dengan wajah memalas.
"Ya kita lihat saja nanti ok, cup" ucap Agung lalu mengecup tangan istrinya yang dalam genggamannya.
***
Sedangkan di suatu apartemen pasangan suami istri yang tengah menikmati waktu berdua, walaupun sudah tidak muda lagi tetapi keromantisan mereka tidak kalah dengan anak menantunya.
Ya, dia adalah papi Kadir dan mami Boa, kini papi kadir dengan telaten sedang memberi sarapan untuk mami Boa, karena sebentar lagi waktu istrinya minum obat, sama halanya dengan papi Kadir sedari tadi pagi senyum terus terpancar di wajahnya, sehingga membuat mami Boa mengerutkan keningnya melihat suaminya tersenyum terus menerus, yang menurut dia aneh tidak biasanya suaminya seperti itu.
"Kenapa sih pih, mami perhatikan dari tadi papi senyum senyum terus?" Tanya Mami Boa yang tengah duduk bersandar di temapt tidur dengan sebuah bantal yang menyanggah punggungnya, dia penasaran dengan suaminya.
"Tidak papa sayang, papi hanya lagi senang saja kita masih bisa menikmati masa tua kita berdua seperti ini" ucap papi Kadir sembari memberikan suapan makanan kepada mami Boa.
"Mami juga bahagia bisa terus menikmati waktu berdua dengan papi" ucap Mami boa lalu dia meraih tangan suaminya yang tengah memegang sebuah sendok, lalu dia bawa tangan suaminya ke genggamannya.
"Tapi papi janji jika mami pergi terlebih dahulu, papi harus jaga kedua anak kita, jangan sampai mereka berantam, intinya papi harus menjaga keluarga kita jangan sampai terpecah belah pih, dan papih harus ingat jika nanti kita sudah punya cucu dari Ana mau pun Yuno kita harus menjalankan wasiat turun menurun dari keluarga kita kalau siapa yang memberikan cucu pertama terlebih dahulu itu yang akan menjadi pemimpin bagi Perusahaan keluarga kita ya pih" ucap mami Boa menatap suaminya dengan sendu, mendengar ucapan sang istri, Papi kadir meletakan piring yang ada di tangannya di meja kecil samping tempat tidur lalu dia menggenggam kedua tangan istrinya.
"Sayang kenapa harus bicara begitu sih hemm, kan kata dokter juga kamu sudah sembuh, hanya sedang tahap pemulihan saja supaya kanker itu tidak datang lagi, insya allah kita berdua akan sama sama terus untuk menjaga kedua anak kita sampai nanati mereka memberi kita cucu yang lucu ya, jangan bicara seperti itu lagi papi gak suka ya" ucap Papi langsung di angguki oleh mami Boa.
__ADS_1
"Maaf pih" ucap Mami Boa dengan lirih, tidak tahu firasat apa yang telah mami boa rasakan, yang pasti mami boa merasakan bahwa nanti akan ada yang memperpecah belah keluarganya terutama kwdua anaknya.
"Ya sudah lain kali tidak diulangi lagi ya" mami Boa menganggukkan kepalanya, lalu papi Kadir meraih piring yang tadi dia letakan di meja kecil dan siap untuk memberi suapan lagi kepada mami Boa.
"Sekarang lanjut makannya ya, habis ini mami minum obat" ucap Papi Kadir yang sudah siap untuk memberi suapan tepat di depan mulut sang istri. Dan di sambut langsung oleh mami Boa.
***
Sedangkan di lain tempat tapi masih satu negara pasangan suami istri yang masih muda ini baru sampai di Airport, keduanya saling bergandengan berjalan keluar dari Airport sesampainya di lobby penjemputan mereka sudah di sambut oleh orang yang Agung percaya untuk menjemput dan mengantar mereka selama si london.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, dan mobil sudah siap melaju untuk menelusuri kota london. Dari Airport mereka akan langsung menuju apartemen yang sekarang menjadi tempat tinggal papi Kadir dan mami Boa selama di london.
Seampainya di lobby apartemen, mereka turun dari mobil langsung memasuki kawasan gedung apartemen tersebut, karena Agung sudah tahu letak dan unit berapa apartemen yang di tempati oleh kedua mertuanya, Agung pun langsung membawa Yuna untuk memasuki lift, dengan posesif Agung berjalan sembari memeluk pinggang ramping istrinya dari samping, sedangkan tangan satu nya lagi, ia gunakan untuk menarik koper miliknya.
"Kenapa sayang ko gugup seperti itu?" Tanya Agung melihat istrinya seperti tidak tenang.
"Gak papa bee, aku hanya tidak menyangka saja aku bisa menjenguk papi dan mami kesini, aku bahagia banget bee, terima kasih untuk semuanya" ucap Yuna lirih sembari mengaokkan kepalanya ke samping menatap wajah suaminya dengan berkaca kaca.
"Sama sama sayang, mas akan berusaha sebisa mungkin akan melakukan apa saja yang membuat kamu bahagia, uda dong jangan nangis, nanti mata kamu marah, nanti di kira papi, mas ngapa-ngapain kamu lagi" ucap Agung sembari menghapus air mata yang sudah keluar di sudut mata sang istri, "ya walaupun sebenernya anak gadisnya sudah mas apa apain sih" canda Agung untuk menghidupkan susana agar istrinya tertawa.
"Awas loh sayang pesan mas apa, kalau sudah ketemu mami sama papi, jangan.."
"Jangan mengabaikan mas, kalau mengabaikan mas, mas akan hitung seberapa banyak waktu kamu mengabaikan mas, dan mas akan kasih hukuman sesuai waktunya" sambung Yuna melanjutkan kata kata suminya.
"Good girl" ucap Agung sembari mengacak ngacak rambut istrinya.
Tidak terasa obrolan mereka terhenti ketika pintu lift sudah terbuka, itu berarti kalau mereka sudah sampai ke lantai yang mereka tuju yaitu di lantai 20, mereka berdua berjalan dengan Yuna menggandeng lengan suaminya dengan posesif, mereka menelusuri lorong apartemen sembari mencari unit yang di tempati oleh kedua orang tuanya, Ketika mereka sudah menemukan unit apartemen yang di tinggali mami dan juga papi mereka berdiri tetap dihadapkan pintu apartemen dan salah satu tangan Agung terulur untuk menekan bel.
Ting nong, ting nong
Sedangkan mami papi yang sedang menikmati waktu santainya dengan menonton tv sembari menunggu waktu tidurnya mami Boa, karena biasanya setelah meminum obat mami Boa akan mengantuk. Ketika mereka sama sama sedang fokus ke layar tv yang di hadapannya, tiba tiba ada suara bel apartemen berbunyi mereka pun saling pandang, kalau papi Kadir sudah menebak pasti itu anak dan menantunya, sedangkan mami Boa penasaran siapa yang datang karena sebelumnya tidak ada orang yang datang bertamu ke apartemen mereka kecuali ada salah satu pekerja yang di tugaskan mereka untuk bersih bersih apartemen selama setangkah hari, setelah pekerjaan mereka selesai mereka akan pulang.
"Siapa pih, papih punya janji sama orang?" Tanya Mami Boa
"Gak sayang, Tunggu, papi buka pintunya dulu ya, kamu tunggu disini kalau kamu sudah mulai ngantuk tidur saja ya" ucap papih, lalu turun dari tempat tidur langsung menuju ruang tengah untuk membuka pintu apartemennya.
__ADS_1
Tit tit jegreg (pintu apartemen terbuka dari dalam)
"Suprise" ucap Yuna dengan girang sedangkan Agung hanya diam saja, dia tahu papi mertunya tidak akan terkejut, karena papi mertuanya pasti sudah tahu kalau mereka akan mengunjunginya.
"Oh kalian, sudah datang, apa kabar kamu sayang, kamu gak mau peluk papi" ucap papi Kadir, ketika melihat menantu dan putrinya sudah ada di hadapannya, dan papi Kadir pun langsung merentangkan tangannya untuk memeluk Yuna tetapi tidak kunjung di sambut oleh Yuna.
Yina hanya diam, dia berfikir kenapa papainya tidak terkejut pas ketika dirinya dan suaminya datang" tunggu tunggu, ko papi tidak terkejut pas Ana datang, atau jangan jangan kamu bee, yang kasih tahu papi kalau kita mau kesini, kamu gimana sih bee, bukannya kita sudah sepakat kalau kita tidak memberitahu papi dan juga mami kalau kita mau berkunjung kesini" omel Yuna, dia mengira suaminya yang membocorkan rencana untuk buat kejutan kepada kedua orang tuanya.
"Masuk dulu sayang, mengomelnya di dalam saja janagan di luar tidak enak sama penghuni unit lain" ucap Agung menyadarkan Yuna kalau mereka memang masih di luar. Papi Kadir hanya tersenyum kecil melihat putrinya mengomeli suaminya.
Setelah mereka masuk ke dalam apartemen mereka semua duduk di ruang tengah dan Agung langsung menjelaskan kepada istrinya kenapa papih Kadir tidak terkejut dengan kedatangan mereka.
"Jangan salahkan mas dong sayang, tuh salahin papi yang gagalin rencana kita, papi tuh sudah tahu karena kemanapun kamu pergi orang suruhan papi pasti mengikutinya, makanya papi tidak terkejut ketika kita datang" jelas Agung
"Ih papih mah gak seruh ah" ucap Yuna sembari mencerutkan bibirnya.
"Sudah jangan ngambek jelek nanti itu wajahnya, entar kalau jelek mau suami kamu cari istri baru, papi ngelakuin itu semua juga buat kebaikan anak anak papi, kamu gak mau peluk papi" ucap papih melihat putrinya merajuk.
Yuna pun langsung memeluk papinya ketika sang papi merentangkan tangannya meminta untuk di peluk. " aku kangen banget sama papi" ucap Yuna
"Papih juga kangen banget sama kamu sayang" sahut papi kadir lalu mencium kening sang putri.
Sedangkan dari dalam kamar, Mami boa penasaran tamu siapa yang datang kenapa suaminya tidak kunjung kembali ke kamar.
"Pih, siapa yang datang bertamu?" Tanya mami Boa sedikit berteriak supaya bisa terdengar oleh suaminya.
"Iya sayang, tunggu sebentar" sahut papi Kadir langsung melarai pelukannya.
"Itu mami pih?" Tanya Yuna ketika mendengar suara maminya.
"Iya sayang, Yuk kita ke kamar, mami ada di kamar" ajak papi Kadir langsung merangkul pundak sang putri. Ketika berjalan di rangkul oleh sang papih Yuna baru menyadari suaminya tidak ada, lalau dia memberhentikan langkahnya dan langsung membalikkan badanya melihat suaminya masih duduk di sofa sudah cemberut karena merasa di abaikan.
"Bee kamu ngapain diam disitu" ucap Yuna ketika melihat suaminya masih duduk di sofa lalu dia pun mengulurkan tangannya untuk mengajak suaminya.
"Kamu ninggalin mas sayang" ucap Agung langsung beranjak dari duduknya langsung menyambut uluran tangan sang istri.
__ADS_1
Sedangkan papi kadir melihat pemandangan itu hanya geleng gelang kepala, benar apa yang di ceritakan oleh besannya kalau mereka bedua itu sudah sama sama bucin dari kecil.