BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
101. lupa kasih kabar


__ADS_3

Agung sesampainya di SJ Group, dia langsung menuju ruangan om Rangga disini Om Rangga menjelaskan proyek apa saja yang sedang mereka jalankan dan prosesnya seperti apa, karena ketika pengalihan jabatan nanti Agung yang akan menggantikan Om Rangga memimpin SJ Group Cabang Jakarta atau yang seri g kalian tahu di sebutanya Direktur sedangkan Om Rangga akan menggantikan Hotman sebagai CEO dari SJ Group.


Setelah selesai urusannya dengan Om Rangga kini Agung beralih menuju ruangan Hotman, keasikan mengobrol dengan Hotman membuat dia lupa jika dia punya janji dengan istrinya untuk pulang cepat.


Sedangkan di rumah Om Rangga, Yuna sedang asik bermain dengan baby Nara dan mengobrol dengan tante imna tentang bagaimana pengalaman dan rasanya ketika melahirkan.


“Bagaimana tante rasanya melahirkan secara normal?” Tanya Yuna sembari memainkan jemari jemari baby Nara.


“Gimana ya, rasanya ya sakitnya luar biasa tapi ketika babynya sudah lahir rasa sakit itu rasanya hilang semua apalagi ketika mendengar tangisan pertamanya” jelas Tante Imna.


“Semoga saja aku nanti bisa seperti tante ya, bisa melahirkan babynya dengan selamat, amin” ucap Yuna sembari mengelus perutnya.


“Aminn, sehat sehat selalu ya, ini cicit pertama nih dari dua keluarga, di keluarga surya jaya cicit pertama di keluarga kamu juga cicit pertama yah” sambung Tante Imna sembari ikut mengelus perut Yuna.


“Iya tante, maksih oma doanya” sahut Yuna dengan nada bicara seperti anak kecil.


“Serasa tua tante di panggil oma, harus yang beda apa ya panggilnya” ucap Tante Imna lalu berfikir panggilan apa yang pantas untuk dirinya dan juga suaminya.


“Hemm, gimana kalau panggil matik dan patik yang artinya oma leutik dan opa leutik, gimana bagus gak?” Tanya Tante Imna meminta persetujuan Yuna.


“Lucu juga” sahut Yuna


Ketika mereka sedang asik mengobrol di ruang keluarga, tiba tiba bi Euis menghampiri mereka.


“Maaf nonl makan siangnya sudah siap” Ucap bi Euis


“Oh iya bi, yuk na kita makan siang dulu” ajak Tante Imna, “bi Euis aku nitip Nara dulu ya” sambung tante Imna


“Siap non” sahut bi Euis, Tante Imna dan Yuna pun langsung beranjak ke ruang makan sedangkan bi Euis menemani baby Nara.


Ketika Tante Imna dan Yuna sudah di meja makan, segitu banyak makanan tertata di meja makan Yuna hanya bisa memandanginya saja dia tidak tahu kenapa rasanya malas sekali untuk makan padahal perutnya sudah minta di isi.


“Ayo na, makan atau kamu mau makan sesuatu yang lain?” Tanya tante Imna ketika melihat Yuna hanya diam saja.

__ADS_1


“Gak papa tan, aku ke kamar dulu deh maaf ya tan gak tahu kenapa rasanya ngantuk banget” ucap Yuna bohong padahal dia ingin makan menunggu suaminya datang karena suaminya sudah janji akan pulang


Mendengar jawaban Yuna membuat tante Imna mengrutkan keningnaya, kenapa tiba tiba Yuna bilang mengantuk padahal wajahnya tidak terlihat seperti orang ngantuk pikir Tante Imna, “oh ya sudah, tapi nanti kalau lapar langsung makan saja yah” ucap tante Imna


“Iya tan nanti Ana akan makan kalau sudah lapar, kalau begitu Ana ke kamar dulu ya” ucap Yuna


“Iya” sahut Tante Imna, dan Yuna pun langsung melangkah menuju lantai atas diaman letak kamarnya berada, sedangkan tante Imna memutuskan untuk melanjutkan makan siangnya.


Sesampainya di kamar Yuna langsung mengecek Handphonenya terlihat tidak ada satu pesan pun dari suaminya padahal dia berharap suaminya menanyakan dia sudah makan belum.


“Apa segitu sibuknya sampai mas Agung lupa sama janjinya mau pulang pas makan siang dan tidak kasih kabar sama sekali, sabar ya sayang kamu mau makan di suapin sama Daddy ya, tunggu daddy pulang ya” ucap Yuna sembari mengelus parutnya.


Yuna pun terus menunggu pesan atau telfon dari suaminya tapi tidak kunjung datang, dia ingin menghubungi suaminya tapi takut mengganggu pekerjaan suaminya itu semua membuat Yuna tidak tahu kenapa rasanya ingin mennagis sampai akhirnya Yuna pun tertidur.


Sampai satu ja kemudian tante Imna keluar dari kamarnya dan menanyakan kepada Bi Euis apa Yuna sudah makan atau belum dan bi Euis bilang Yuna sedari tadi dirinya dan juga Nara masuk kamar Yuna belum juga turun ke dari atas untuk makan. Akhirnya tante Imna berniat untuk menlfon suaminya untuk menanyakan keberadaan Agung karena takut Yuna telat makan siapa tahu Yuna Sedang ingin sesuatu.


“Hallo, sayang”


“A, Agung masih di kantor?” Tanya Tante Imna


“Ini Yuna dari tadi pas aku ajakin makan siang dia tiba2 langsung pamit ke kamarnya dan samapi sekarang dia belum juga makan siang, kalau masih ada Agung di kantor bilang suruh tanyain istrinya lagi mau makan apa, sepertinya dia lagi igin makan sesuatu gitu A” jawab tante Imna


“Ya sudah Aa coba cari di ruagan Hotman ya” ucap Om Rangga


“Iya A” sahut tante Imna


“My Princess lagi apa sayang?” Tanya Om Rangga


“Lagi tidur A tadi habis nen da tidur lagi” jawab Tante imna.


“Ya sudah, aku kerja lagi ya”


“Iya A, semangat kerjanya papa” sahut tante Imna

__ADS_1


“Siap sayang sayangnya papa” selesai terima telfon dari sang istri, om rangga langsung mencari Agung di ruangan Hotman.


Tok tok


“Masuk” sahut Hotman dari dalam ruangannya


“Benerkan sesuai dugaan gua lo disini gung” ucap Om Rangga ketika melihat ponakannya ada di ruangan Hotman.


“Lah emang Om nyariin aku kenapa?” Tanya Agung


“Tuh om tadi di telfon tante mu katanya istri kamu dari tadi di minta makan siang gak keluar keluar kamar” ucap Om Rangga membuat Agung langsung berdiri dan meraih handphonenya di meja tanpa mengucapkan sepatah katapun dia langsung berlalri keluar dari ruangan Hotman.


“Ada apa dengan Yuna memangnya om?” Tanya Hotman dan Om Rangga hanya menaikkan bahunya bertanda dia tidak tahu.


Sedangkan Agung langsung menelfon El untuk segara bersiap menjemputnya di lobby, sepanjang jalan Agung menggerutu kebodohannya sendiri kenapa dia bisa lupa kalau punya janji pulang pas jam makan siang sama istrinya, Agung terus menghubungi sang istri tetapi sama Yuna tidak kunjung di angkat.


“Sayang maafin mas ya, mas keasika ngobrol sama Hotman jadi lupa kalau sudah lewat jam makan siang” itulah pesan yang Agung kirim ke istrinya tapi tidak kunjung dapat balasan pesan dari istrinya padahal di situ terlihat kalau istrinya sudah membaca pesannya.


“Sayang please maafin mas ya, balas pesan mas ya jangan hanya di baca saja” Agung mencoba kirim pesan lagi tapi tidak kunjung dapat balasan dari sang istri membuat Agung mengusap wajahnya dengan kasar.


“Kenapa gua bisa lupa sih kalau sudah janji mau pulang cepat, pasti Ana belum makan kalau bukan aku yang suapin” batin Agung, lalu meninta kepada El untuk lebih cepat lagi mengendarai mobilnya.


Sedangkan Yuna semakin menangis sesenggukan ketika membaca pesan dari uaminya, “kenapa kamu bisa lupa sih bee, apa di kantor begitu banyak cewek cantik sehingga membuat kamu lupa sama aku hiks..hiks...” ucap Yuna di sela sela tangisannya.


Sesampainya di rumah om Rangga, Agung turun dari mobil langsung memasuki rumah dan berlari menuju kamarnya, ketika baru menaiki beberapa anak tangga tiba tiba dia terpleset membuat keningnya terbentur tangga yang ada di hadapan wajahnya.


“Aww..” reflek Agung langsung memegang keningnya.


“Gung hati hati, kamu gak papa?” Tanya tante Imna ketika sedang lewat dari arah dapur ingin ke kamarnya dia melihat Agung berlari menaiki tangga dan terjatuh.


“Oh.., gak papa tante, Agung ke kamar dulu ya” ucap Agung langsung melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.


Sesampajnya di dalam kamar Agung melihat istrinya tengah meringkuk di bawah selimut, Agung langsung menghampiri Yuna, tetapi sebelum itu dia hapus terlebih dahulu darah yang di keningnya dan dia tutupi luka yang ada di keningnya dengan rambut agar tidak terlihat oleh sang istri dia tidak mau membuat istrinya menjadi khawatir.

__ADS_1


Yuna yang menyadari suaminya memasuki kamar dia langsung pura pura tidur, lalu Agung mendekat setelah di hadapan sang istri dia duduk di tepi ranjang, dia elus pipinya dan dia cium keningnya, “ sayang maafin mas ya, mas bener bener lupa kalau janji pulang cepat karena keasikan ngibrol sama Hotman” jelas Agung dan Yuna pun masih setia dalam pura pura tidurnya, “mas Tahu kamu pura pura tidur sayang, sekarang kita makan ya kamu pasti belum makan kan” ucap Agung membujuk sang istri untuk makan siang.


__ADS_2