
Ayah Kangta bergegas pulang ke mansion setelah mendapat kabar dari Bi Ening kalau menantunya pergi dari mansion entah kemana tidak ada yang tahu.
sesampainya di mansion Ayah Kangta turun dari mobil langsung memsuki mansion, ketika di dalam mansion Ayah Kangta langsung menanyakan dimana keberadaan putranya kepada salah satu pelayan, dan pelayan pun memberi tahu mereka kalu tua mudanya tengah duduk di sofa ruang tengah.
Ayah Kangta pun langsung menghampiri Agung yang sedang berada di ruang tengah dengan keadaan yang sudah frustasi harus mencari istrinya kemana lagi.
"Kamu tenang dulu kamu panik orang semuanya melihat kamu jadi ikut panik juga, jadi kalian tidak bisa berfikir dengan tenang, coba apa kamu sudah priksa cctv boy, belum kan?" Ucap Ayah Kangta sudah menduga kalau semuanya melihat Agung panik menjadi ikutan panik seisi mansion hingga mereka tidak bisa berpikir tenang.
"Oh iya, kenapa aku gak kepikiran ya" ucap Agung langsung beranjak dari duduknya melangkah dengan terburu buru menuju ruang kerja sang Ayah dengan di ikuti oleh Ayah Kangta di belakangnya.
Agung mulai membuka laptop yang tersambung ke cctv, dia putar cctv dari awal dia baru datang ke mansio selepas dari villa, di lihat di vidoe cctv menampilkan kalau setelah kepergian dirinya dan juga Hotman ke kantor, Yuna dan Yuri langsung menaiki tangga dengan Yuna hanya membawa tas selempangnya yang berukuran sedang itu, lalu Agung teralihkan ke cctv yang ada di bagian lantai atas yang mengarah ke tangga dan ke kamarnya, di liat Yuri sudah memasuki kamar Hotman tetapi tidak dengan istrinya, video itu menampilkan ketika Yuna hendak memasuki kamar tiba tiba istrinya mengarahkan pandangannya ke arah pojok kanan, dan istrinya bukannya memasuki kamar, tetapi langsung melangkah ke arah kanan dan memasuki ruang baca.
Di dalam ruang baca tidak ada cctv jadi Agung tidak bisa melihat istrinya ngapain saja di ruang baca, Agung lupa kalau dia menyimpan semua kenangan tentang Yuna di ruang baca. Agung masih memperhatikan layar di depannya dan tidak lama kemudian istrinya keluar dari ruang baca terlihat terburu buru menuruni tangga, dan Agung memperhatikan istrinya membawa sesuatu ketika keluar dari ruang baca.
"Itu kan" ucapan Agung terhenti dikala dia baru mengingat kalau dia menyimpan semua kenangan tentang Yuna dia simpan di bawah laci meja yang ada di ruang baca.
"Kenapa boy?" Tanya Ayah
"Itu yah, Ana menemukan kotak yang berisi tentang masa kecil kita berdua, aku baru ingat, aku menyimpannya di meja ruang baca" jelas Agung
Lalu mereka melihat lagi kelanjutan dari video cctv itu, Agung mengalihkan lagi ke cctv yang bagian lantai bawah dan di lihat istrinya setelah sampai bawah langsung menuju halaman belakang mansion dan istrinya hanya berdiri di belakang mansion dengan memegang kotak tersebut entah Agung tidak tahu istrinya ngapain ke halaman belakang mansion, lalu dia melihat kotak yang di pegang Yuna terjatuh dan ketika kedatangan Bi Ening, Yuna langsung membereskan kotakanya dan di sembunyikan di punggungnya, lalu Yuna sempat mengobrol dengan bi Ening entah apa yang mereka obrolkan nanti Agung akan tanyakan ke bi Ening, setelah bi Ening pergi lalu di lihat istrinya berjalan menuju kamar tamu dan setelah itu Agung tunggu tungguin di tampilan videonya Yuna tidak keluar lagi dari kamar tamu, Ayah dan Agung pun saling pandang berarti Istrinya dari tadi berada di kamar tamu.
"Pasti ini salah paham yah masalah isi kotak tadi yang Yuna bawa" ucap Agung mentap Ayahnya
"Tenang boy, kamu harus tenag, bicarakan baik baik dengan Ana, jangan samapi dia kesakitan akan teka teki masa lalunya" ucao ayah Kangta menepuk pundak Putranya.
"Iya yah, aku samperin Ana dulu ya" ucpa Agung dan di angguki oleh Ayah Kangta.
Lalu Agung menutup laptopnya dan beranjak untuk keluar dari ruangan kerja ayahnya dan menghampiri istrinya di kamar tamu.
Sepeninggalan Agung keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Yuna, Ayah Kangta pun ikut keluar dari ruang kerja langsung menuju kamarnya sediri yang tepat di samping ruang kerja.
Sebelum menghampiri istrinya ke kamar tamu, Agung terlebih dahulu ingin menanyakan istrinya ngobrol apa dengan bi Ening di halaman belakang.
"Bi" panggil Agung
"Iya den, gimana non sudah ketemu?" Tanya Bi Ening dan di anggukin oleh Agung.
"Alhamdulillah, ketemu dimana atuh den?" Tanya bi Ening
__ADS_1
"dia ada di kamar tamu bi, sedang sitirahat" jawab Agung
"Oalah kenapa kita tidak kepikiran kalau non Yuna ada disitu ya" ucap bi Ening
"Bi, aku mau tanya tadi bibi sebwlum Agung pulang, sempat ngobrol dengan istri aku di halaman belakang itu kalau boleh tahu ngobrol apa yah bi?" Tanya Agung
"Oh itu den non Yuna hanya menanya ke bibi tentang taman bunga mawarnya bagus sekali katanya, siapa yang menanam, ya bibi jawab yang menanam itu aden, tetapi setelah aden pindah sekolah ke jakarta dan kuliah di luar negri yang hanya boleh mengurus taman mawar itu hanya bibi, sudah setelah itu si non langsung nitip pesan ke bibi kalau si non mau istrirahat dan tidak mau diganggu katanya, capek, itu saja si den" jelas bi Ening
"oh, ya sudah bi makasih yah" ucap Agung
"iya Den" sahut bi Ening
"kalau begitu Agung ke kamar tamu dulu ya bi" pamit Agung
"iya den" sahut Bi Ening
lalu Agung berjalan dari arah dapur menuju kamar tamu yang tidak jauh dari ruang tamu depan, ketika Agung sudah di depan pintu kamar dan tangannya bergerak untuk memegang handle pintu ternyata tidak bisa di buka pintunya berarti pikir Agung pintunya di kunci dari dalam oleh istrinya.
Agung pun meminta kunci cadangan kepada salah satu pelayan mansion, ketika sudah dapat kunci cadangannya Agung kembali menuju kamar tamu di buka pintunya menggunakan kunci cadangan yang di pegang tadi dan akhirnya pintu kamar pun bisa terbuka.
Yuna di dalam kamar, dari dia memasuki kamar dia memikirkan dan menagisi kenyataan yang baru saja ia ketahui tentang suaminya Yuna pun tertidur, Yuna terbangun ketika mendengar kegaduhan di mansion di saat semua orang tengah mencari keberadaan dirinya, tetapi Yuna tetap diam diri di kamar.
Agung membuka pintu dan melihat sekeliling kamar ternyata benar istriya ada di kamar tamu, lalu Agung menutup kembali pintu kamarnya, setelah menutup pintu kamar Agung berjalan menghamipi istrinya yang tengah berdiri menghadap ke arah jendela dan membelakangi arah pintu kamar.
setelah sampai tepat di belakang sang istri Agung langsung memeluk istrinya dari belakang dan mencium puncak kepala sang istri.
"sayang, kamu dari tadi aku cariin ternyata kamu disini, kenapa tidak istirahat di kmar atas hemm?" tanya Agung lalu meletakan dagunya tepat di pundak sang istri.
Yuna mendapat perlakuan manis dari suaminya seperti itu dia jadi teringat dan membayangkan jika suatu hari nanti gadis kecil masa lalu suminya dengan tiba tiba datang dan suaminya akan memilih gadis kecil itu di bandingkan dirinya, rasanya tak sanggup untuk kehilangan suaminya, di saat dia sudah menyerahkan jiwa adan raganya untuk suaminya kenapa dia baru mengetahui tentang kenyataan ini, banyak yang Yuna takuti jika membayangkan gadis kecil masa lalu suaminya kembali, dia takut saat suaminya lebih memeilih pergi dan di saat itu dirinya tengah mengandung itu lah yang Yuna takuti, tidak terasa mata yang sudah merah tadi, tidak tahan lagi untuk membendung air matanya, dan akhirnya Air matanya pun mengalir dengan sendirinya hingga tetesan air mata itu menetes terkena di tangan Agung yang melingkar di pinggang sang istri.
Deg
jantung Agung rasanya berhenti berdetak mendapatkan istrinya tengah terisak lalu Agung pun langsung melepas pelukannya dan memutar badan istrinya untuk berhadapan dengan wajahnya.
di tatap wajah istrinya yang cantik, rasanya sakit hatinya melihat istrinya menagis seperti ini, Agung memegang kedua pundak istrinya dan menatap wajah istrinya lekat lekat dan di lihatnya matanya yang sudah begitu memerah dan sembab itu berarti istrinya sudah mengais sedari tadi.
"sayang kamu kenapa?" tanya Agung sembari memegang kedua pundak istriny.
__ADS_1
tidak ada jawaban dari Yuna hanya terdengar isak tangisnya.
"sayang hei kamu kenapa, kamu marah sam mas karena mas gak bisa temenin kamu liburan di villa iya, kalau iya mas minta maaf ya, kamu jangan menangis begini" ucap Agung mencoba tangan satunya untuk menghapus air mata istrinya yang sudah menetes di pipinya, tetapi langsung di tepis oleh Yuna.
"kamu bohong" hanya kata itu yang baru keluar dari bibir Yuna.
"aku bohong apa sayang, mas gak ngerti?"tanya Agung mencoba memegang kedua pundak istrinya lagi, tetapi kedua tangan Agung di tepis langsung oleh Yuna.
mendengar pertanyaann suaminya lalu Yuna melangkah menghampiri tempat tidur, dia meraih kotak pink tadi yang dia letakan di bawah ranjang, lalu dia bawa dan menjatuhkannya tepat di hadapan suaminya.
"kamu bilang dari dulu belum pernah mencintai perempuan lain dan hanya aku cinta pertama dan terakhir kamu, tapi ini buktinya apa kamu masih menyimpan semua kenangan manis kamu dengan gadis masa kecil kamu, sekarang aku tanya jika suatu saat nanti kalu gadis kecil kamu itu sudah kembali siapa yang kan kamu pilih, dia atau aku" ucap Yuna dengan emosi.
Agung kaget ketika istrinya dengan sengaja menjatuhkan kotak kenangan tentang masa kecil dirinya dan istrinya tepat ada di hadapannya.
mendengar pertanyaan istrinya, Agung pun bingung harus menjelaskan bagaimana, kalau dia jujur dan menceritakan siapa gadis kecil yang ada di masa lalunya itu, dia takut istrinya kan kesakitan seperti kemarin waktu di mansion salendra tama, tetapi jika dia tidak menjelaskan semuanya dia takut istrinya akan pergi dari dirinya.
Yuna menganggap diamnya Agung itu adalah sebagai jawaban kalau suaminya masih mempunyai rasadan mengharapkan gadis masa kecilnya itu kembali.
"ok, tanpa kamu jawab pun aku sudah tahu jawabnya, terimakasih untuk waktu 2 bulan ini kamu sudah menjadi suami yang baik dan sudah menyayangi dan mencintai aku walaupun tidak sepenuhnya, cinta kamu masih terbagi sama yang lain” ucap Yuna dengan menangis menatap wajah Agung, “ maaf aku harus pergi" ucap Yuna denagn air mata yang menetes di pipinya langsung memajukan langkahnya hendak keluar kamar tetapi di tahan tangannya oleh Agung.
Agung menahan tangan istrinya lalu dia langsung bawa istrinya menuju sofa di sampingnya langsung Agung bawa istrinya dalam dekapannya dengan Agung yang sudah ikut meneteskan air matanya juga, ketika mendengar kata kata istrinya tadi.
Yuna yang kini sedang dalam pelukan suaminya sembari menangis dia mencoba untuk memberontak dan melepas pelukannya, tapi dia tak berdaya melawan tenaga suaminya yang tengah memeluknya dengan sangat erat.
Agung memutuskan untuk menjelaskan semuanya kepada istrinya, dia tidak sanggup jika harus kehilangan istrinya, baru mendengar kata kata istrinya tadi saja hatinya rasanya sakit sekali, Agung hanya berharap jika nanti dia menjelaskan dan menceritakan semua tentang isi kota pink tadi sedikit demi sedikit ingatan istrinya akan pulih.
"aku tidak bohong sayang, aku jujur bahwa kamu adalah cinta pertama dan terkahir aku" ucap Agung dengan masih memeluk istrinya dengan erat, seakan tidak mengizinkan istrinya pergi dari sisinya.
"aku akan jelaskan semuanya tentang semua isi dari kotak itu, supaya kamu tidak salah paham lagi sama mas, sampai kapan pun, sampai kita menjadi kakek nenek pun aku tidak akan mengizinkan kamu pergi dari sisi mas, hanya yang boleh memisahkan kita hanyalah Allah, dan itu pun aku selalu berdoa jika Allah akan memanggil di antara kita berdua mas selalu berdoa meminta kepada Allah untuk memanggil mas terlebih dahulu, karena mas tidak sanggup untuk kehilangan kamu sayang" ucap Agung
Yuna mendengar ucapan suaminya pun mulai tenang dan isak tangisnya pun sudah mereda.
Setelah istrinya mulai tenang lalu Agung melepaskan pelukannya dengan tangan yang masih menggenggam tangan istrinya dan tangan satunya lagi untuk merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan dan menghapus sisa air mata di pipi Yuna, kali ini Yuna tidak menolak dia bebasin suaminya mau melakukan apa saja.
Setelah itu dengan terpaksa Agung melepas genggaman tangan pada istrinya beranjak dari sofa menuju keluar kamar meminta salah satu pelayan untuk mengambil laptop yang ada di ruang kerja sang Ayahnya.
Yuna setelah genggaman tangannya di lepas oleh Agung dia langsung menarik kakinya naik ke sofa, lalu dia peluk kedua lututnya dengan erat dengan pandangan kosong lurus kedepan.
__ADS_1
Lalu Agung dari pintu kembali lagi ke sofa dimana istrinya berada, melihat Yuna sedang memeluk kedua lututnya dengan pandangan ya terlihat kosong lurus ke depan. Agung mencoba meraih tangan istrinya tetapi Yuna menghindar.