
Sepeninggalan Krisna dan Shany, Yuna baru menyadari dari awal menikmatai ciuman mereka sampai dia memejamkan matanya ketika dia sadar kenapa ciuman di balas itu berarti sauminya sudah sadar. Yuna pun langsung membuka lebarkan matanya dan terkagetkan mata suaminya sudah terbuka, Yunapun langsung melepas ciumannya dan langsung berbalik badan menjadi membelakangi suaminya, sedangkan Agung hanya senyum senyum sendiri liat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan menurut Agung.
“Hey, kenapa di lepas ciumannya sayang” goda Agung
“bodoh bodoh, kenapa gua pake nyium dia segala sih, bikin malu aja” gumam Yuna
Mendengar ledekan suaminya Yuna berbalik badan dan memukul dada suaminya.
“Mas jahat tahu gak, mas sudah bohongin aku, kamu gak tahu tadi gimana aku khawatirnya di kira aku kamu bakalan ninggalin aku” ujar Yuna sembari memukuli dada suaminya.
“Aw aw aw” ucap Agung pura2 sakit
“maaf mas maaf, mana yang sakit bilang sama aku” ucap Yuna berhenti ketikabAgung menggenggam tangan istronya tepat dimana.letak hatinya.
“hati mas yang sakit melihat istri mas berbohong, gandengan, di peluk, dan di cium sama pria lain”ungkap Agung yang masih menggenggam tangan istrinya, Yuna hanya bosa menundukan kepala mendengar lontaran kata dari suaminya dia tidak berani menatap suaminya.
“maafin aku mas aku sudah bohong sama mas yang masalah aku jalan sama Shany tapi aku malah menjemput ka Dimas di Airport, sebenernya niat aku jemput dia itu, aku ingin mengakhiri hubunganku dengan ka Dimas secara langsung, rencananya selesai acara tadi aku mau mengataka semuanya ke dia bahwa aku sudah menikah dengan Mas Agung dan juga aku sudah mencintai...” ucapan Yuna terhenti ketika dia sadar secara langsung dia menyatakan cintaya kepada Agung kembali.
“mencintai siapa..?” goda Agung
“menunggu jawaban dari istrinya lama, Agungpun makin ingin menggoda istrinya dengan pura2 merajuk suapaya istrinya mengungkapin perasaannya lagi.
“oh kamu masih mencitai dia ya, mas ikhlas ko melepas kamu kalau kamu masih mencintai dia” ucap Agung lalu melepas genggaman tangan pada istrinya.
“bukan, bukan itu?” bantah Yuna dia mau ngungkapin lagi tapi dia malu dengan suamiya.
“ya trus kamu mencintai siapa? Kalau kamu masih mencintai dia ya sudah sana temenin pacar kamu aja, ngapain juga kamu disini” ucap Agung dengan santainya
“Aku mencintai suamiku” ungkap Yuna
__ADS_1
“memangnya suami kamu siapa?” goda Agung
“tau ah, pikir saja sendiri” ucap Yuna dengan kesel
“eh..., jangan ngambek dong sayag, lagian kamu bilang cinta sam suami apa susahnya sih” ujar Agung lalu meraih tagan istrinya lagi untuk dia genggam.
“ya susah lah, mas aja susah kan untuk ngungkapin perasaan mas, atau jagan2 mas Agung belum mencintai aku” ucap Yuna menyelidik karena dia belum pernah mendengar ungkapan cinta dari suaminya.
“ya Allah sayang, apa selama ini perilaku mas, perhatian mas, pengorbanan mas terhadap kamu itu belum cukup mewakilkan perasaan mas ke kamu, kalau mas cinta sama kamu” ungkap Agung
“masa” goda Yuna
“bener lah sayang, kalau gak percaya nih belah dada mas pinjem gunting dokter sana” jelas Agung
“iya deh percaya” sahut Yuna
“I love You sayang” ucap Agung semabri menatap istrinya.
“tuh malah jawabnya begitu, jawabnya yang bener dong sayanng” pintah Agung
“I love you more mas” balas Yuna, di tengah perbincngan mereka tiba2 ada perawat masuk.
“maaf nona pasien akan segera kami pindahkan ke ruang rawat” kata perawat
“oh iya sus silahkan, mas lepasin dulu tangannya” ucap Yuna
“gak mau, kamu tetap di samping mas” ucap Agung
“ya sudah” akhirnya Yuna mengikuti kemauan suaminya dia tidak ingin berdebat lagi.
__ADS_1
Alhasil dalam perjalanan tempat tidurnya di pindahkan ke ruang rawat VVIP, Yuna masih tetap menggenggam tangan Agung.
Setelah sampai di rauang rawat Agung, Yuna ingin menanyakan gimana keadaan suminya kepada perawat tadi yang mengantar mereka. Dan perawat menyatakan jika Agung tidak mengalami luka parah di bagian luaranya tapi dokter memita besok pagi Agung akan di Rogsen untuk memastikan bagian dalamnya ada maslah atau tidak baru jika bagian dalamnya baik2 saja Agung bisa pulang di hari itu juga.
Sedangkan Dimas selepas mengantar Yuna ke rumah sakit, dia melajukan mobilnya dengan kencang meuju salah satu club, dan ternyata di club yang sama juga Hyosi perempuan yang di jodohkan dengan Dimas, Hyosi sedang mencurahkan kekesalanya dengan ke club karena telah gagal mencelakai Yuna. Tetapi seketika melihat Dimas yang berada disitu dn kelihatan seperti sedang frustasi entah kenapa langsung terpancar senyum di wajah Hyosi. Dan terbesitlah rencana licik agar dia bisa membuat Dimas tidaak menolak di jodohkan dengan dirinya.
Setelah perawat keluar darii ruagan pasang suami istri menjadi caggung, masih saling diam Yuna masih tetap duduk di bangku samping tempat tidur Agung,sedangkan Agung masih tak percaya kalau istrinya sekarang mencintai dirinya, ternyata kesabaranya selama ini telah membuahkan hasil, sekarang dia berhasil membuat Yuna jatuh cinta hingga dia bisa dengan perlahan akan membantu istrinya untuk mengingat akan masa kecilnya yang telah hilang, ketika hening menyelimuti ruagan Agung tiba2 terdegar suara perut seperti orang lapar, dan ternyata bunyi perut tersebut berasal dari Yuna.
“aduh nih perut pake bunyi lagi” gumam Yuna makin menunduk sembari memegang perutnya karena malu kepada Agung.
Agung yang mendengar suara perut istrinya dan guamaman istrinya rasanya ingin ketawa tetapi dia tahan, takutnya jika Agung tertawa akan membuat iatrinya merajuk.
“sayang, kamu lapar?” tanya Agung sembari menataap istrinya
“hemm” jawab Yuna malu2 diiringi dengan Agukan kepala
Lalu Agung segera menghubungi sang asisten untuk membelikan makanan utuk istrinya, sembari menunggu makanan datang, Yuna kesal dengan suaminya, Agung yang suka menggoda istrinya yang Yuna gak di kasih makanlah sama pacarnya lah apa lah. Sssampai akhirnya Krisna dan Shany datang membawa makanan yang di pesan Agung, setelah menerima makanan dari Krisna Yuna meminta Krisna dan Shany untuk pulang saja biar nanti yang menjaga Agung Yuna sendiri dan Agung pun menyetujui ide istriya itu karena dia juga ingin berduaann dengan istrinya tanpa ada yang mengganggu.
Selepas Krisna dan Shany pulang, mereka mulai menyantap maknan di awal hanya Yuna yang makan karena makanan begitu banyak dan tidak mungkin Yuna habiskan sendiri, akhirnya Yuna merayu dan memaksa suaminya untuk ikut makan. Setelah mereka menikmati makanan yang sagat lezat mereka bersiap untuk istrirahat.
“mas sekarag istirahat, biar besok lebih frash lagi” ucap Yuna sembari membenarka selimut yang di pakai suminya .
“terus kamu tidur dimana saynag” tanya Agung
“kan aku bisa tidur di sofa mas” jawab Yuna
“jangaan di sofa nanti bada kamu sakit sakit pas bangun, kamu tidur sini aja sama mas” ucap Agung semabri menggeser badannya dan menepuk samping kiri tempat tidur, meminta istrinya tidur di sampingya.
“tapi mas nanti mas Agung kesempitan kalau aku disitu” ucap Yuna
__ADS_1
“engak sayang, nih masih ada tempat muat ko, uda ah kelamaan kamu mah” jelas Agung, menunggu istrinya menyetujui idenya akhirnya dia tarik tangan Yuna dan Yuna pun terjatuh tepat di samping Agung, Yuna hanya pasraah dengan mengikuti kemaan suminya. Mereka pun tidur dengan posisi saling menyamping dan Agung degan posesifnya melmeluk istrinya dari belakang terus menciumi puncak kepala istrinya samapi mereka berdua sama2 terlelap menuju alam mimpi.