BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 134


__ADS_3

Hari ini semuanya akan berkumpul di panti asuhan Kasih Bunda, karena hari ini akan di laksanakannya pernikahan antara Ayah Kangta Dan Bunda Riani, sesuai permintaan wanita yang di cintainya, mereka hanya akan mengadakan ijab kabul dan acara kecil kecilan saja di panti, padahal Ayah Kangta sempat menawarkan untuk membuat pesta pernikahan tapi Bunda Riani tidak mau, karena dalam hatinya dia takut akan membuat malu suaminya karena menikahi wanita cacat seperti dirinya.


Ayah Kangta, Agung dan Juga Yuna sama sama tengah bersiap di rumah Agung, sedangkan Bunda Riani dan Anggun mereka tengah bersiap juga di panti dengan di temani oleh Yuri dan juga Hotman yang kebetulan semalam mereka memginap di panti.


Semenjak 3 hari yang lalu Yuna seperti merasakan ada yang aneh dalam dirinya, setiap bangun tidur dia merasakan pegal di pinggangnya tidak seperti biasanya dan perutnya seperti merasa di aduk aduk dia tidak tahu kenapa tapi dia berusaha menyembunyikan itu semua dari suaminya dia tidak mau membuat suaminya menjadi khawatir apalagi hari ini adalah hari bahagia suaminya yang bisa melihat kedua orang tuanya bersatu kembali. Yuna baru ingat jika dirinya telah telat datang bulan selama 1 minggu, lalu dia bergegas menuju meja riasnya dan mengambil sesuatu untuk memastikan dugaannya benar atau tidak.


"Sayang, kamu dimana?" Panggil Agung yang baru memasuki kamarnya.


"Di kamar mandi bee, tunggu sebentar" sahut Yuna, dia dengan harap harap cemas menunggu hasilnya apakah dugaannya benar apa tidak.


Setelah menunggu selama lima menit, dia pun langsung meraih benda tersebut lalu dia perhatikan dengan lekat lekat dan terlihat ada dua garis merah di benda yang tengah dia pegang.


"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih engkau telah mempercayakan hamba untuk mempunyai anak kembali" gumam Yuna sembari bersandar di dinding kamar mandi.


"Mas Agung marah gak ya, kalau tahu akau hamil lagi" gumam Yuna, karena memang selama ini Agung yang meminta istrinya jangan hamil terlebih dahulu, dia tidak ingin terjadi sesuatu lagi yang nisa membahayakan istri dan calon anaknya.


"Nanti kita kasih tahu Daddy sama abang ya sayang, terima kasih kamu sudah hadir di perut mommy ya, pasti abang di atas sana senang sekali jika tahu akan punya adik yang bisa menemani mommy dan daddy" ucap Yuna sembari mengelus perutnya yang masih rata.


Tok tok

__ADS_1


"Sayang, kamu gak papa kan?" Tanya Agung dari balik pintu kamar mandi dia merasa khawatir istrinya tidak kunjung keluar dari kamar mandi.


"Iya bee sebentar, aku gak papa ko bee" sahut Yuna dari dalam kamar mandi, dia bergegas menyimpan hasil tes tersebut ke dalam sakunya lalu Yuna langsung mencuci tangannya dan bergegas keluar dari kamar mandi di lihat suaminya tengah menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Are you ok?" Tanya Agung ketika melihat istrinya keluar dari kamar mandi.


"Aku gak papa bee, sudah yuk pasti Ayah sudah menunggu kita" ucap Yuna langsung menggandeng lengan suaminya.


Mereka bertiga sama sama menaiki mobil yang sama, dengan di supiri oleh El, sepanjang jalan Ayah Kangta merasakan jantung yang berdetak kencang, itu yang tengah dia rasakan seperti pria perjaka yang baru merasakan yang namanya pernikahan, karena dulu saat dia menikah dengan Bunda Riani dia belum merasakan keadaan seperti ini karena pernikahan mereka terjadi karena perjodohan sedangkan kala itu hati Ayah kangta masih menyimpan nama wanita lain yang tak lain adalah mami Boa.


Sesampainya di panti mereka langsung di sambut oleh para tamu undangan, mereka hanya sekedar mengundang kerabat terdekat, sahabat dan teman teman dekat mereka. Ayah Kangta turun dari mobil dan berjalan menuju tempat ijab dengan di iringi anak panti di belakangnya. Sedangkan Bunda Riani menunggu di dalam rumah dengan di temani oleh Yuri dan juga Anggun.


"Siap pak" jawab Ayah Kangta dengan tegas.


"Baik ikutin kata kata saya, Bismillahhirokhmanorokhim, saya Nikahkan dan Kawinkan engkau saudara Kangta Surya Jaya Bin Surya Jaya dengan Saudari Luna Ashariani Binti Engkos Kurniawan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan 1 unit mobil di bayar tunai" ucap Pak penghulu yang masih berjabat tangan dengan Ayah Kangta.


"Saya terima nikahnya Luna Ashrani Binti Engkos Kurniawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Ayah Kangta dengan tegas dan lantang.


"Bagaiman saksi?" Tanya pak penghulu.

__ADS_1


"SAH" ucap semua tamu undangan dan semuanya mengucapkan rasa syukur bersamaan. Setelah berdoa baru Bunda Riani dengan menggunakan kebaya muslimnya dia di antar oleh Anggun dan juga Yuri menuju tempat dimana Ayah Kangta mengucapkan ijab kabulnya.


Kursi roda yang di naiki Bu da Riani kini sudah terparkir dengan rapih tepat di samping kursi yang di duduki oleh Ayah Kangta, Ayah Kangta memandang takjub ke istrinya yang cantiknya luar biasa walaupun sudah berumur tetapi masih terlihat sangat cantik, Bunda Riani pun langsung meraih tangan pria paruh baya yang kini sudah sah menjadi suaminya kembali, lalu Ayah Kangta pun menangkap kedua pipi istrinya, lalu menahannya sembari mendekatkan wajahnya lalu membacakan doa tepat di ubun ubun sang istri setelah itu Ayah Kangta langsung memberi kecupan tepat di kening sang istri.


Anggun yang kini tengah duduk di samping sang kakak dia pun menangis di pelukan kakaknya, Agung dan Anggun merasa sangat bahagia sekarang kedua orang tuanya sudah bersatu kembali. Yuna melihat interaksi anatara kakak beradik itu pun merasa ikut bahagia melihat keabahagiaan keluarga suaminya itu. Namun dia menjadi teringat akan sang kakak, kenapa dia semakin menjauh dari kakaknya.


"Apa sebegitu marahnya kah ka Yuno kepada Ana, sehingga setiap Ana undang ke acara apapun kakak tidak pernah datang, maafin Ana ka, jika Ana punya salah, Ana berharap kita bisa dwkat seperti dulu lagi" ucapnYuna dlaam hati swmbari menundukan kepalanya, tidak terasa air matanya sudah mengalir membasahi kedua pipinya. Mungkin karena dia tengah hamil dia menjadi lebih sensitif, walaupun sebenarnya ini hal biasa terjadi pasti setiap ada acara kakaknya tidak pernah datang.


Agung yang melihat istrinya tengah menangis dia pun langsung melarai pelukan dari adiknya.


"Sebenatar dek" ucap Agung sembari melepas palukannya.


"Sayang kamu kenapa, ko nangis?" Tanya Agung mengangkat kepala istrinya dan langsung menghapus air mata istrinya yang sudah mengalir di pipinya.


"Gak appa bee, ini adalah tangisan bahagia karena aku bisa melihat Ayah dan Bunda sudah bersatu kembali" jelas Yuna, mendengar jawaban istrinya, Agung langsung membawa istrinya dalam dekapannya.


"Kakak gak papa?" Tanya Anggun yang melihat kakak iparnya ikut menangis.


"Gak papa sayang, kakak ikut bahagia melihat Ayah Bunda sudah bersatu kembali" ucap Yuna.

__ADS_1


Setelah pemasangan cincin dan yang lainnya, kini satu persatu dari anak anak dan menantunya mengucapkan selamat kepada Ayah Kangta dan Juga Bunda Riani, banyak doa terbaik yang mereka berikan untuk pernikahan Bunda Riani dan Juga Ayah Kangta, terutama Om Rangga dia juga merasa sangat bahagia kini sang kakak dan kakak iparnya sudah bersatu kembali, dia orang pertama yang paling marah dengan kakaknya ketika kakak iparnya pergi begitu saja tanpa pamit, karena dia saksi atas semua yang terjadi dengan kakak iparnya selama menjalani rumah tangga bersama kakaknya dulu. Begitu pun dengan Papi Kadir dia ikut bahagia, melihat sahabatnya kini sudah bersatu dengan wanita yang di cintainya.


__ADS_2