
2 minggu berlali setelah kepergian Mami Boa, kini semua keluarga sudah merasa lebih ikhlas menerima semuanya, hanya saja papi Kadir lebih sering menyendiri di kamarnya tetapi jika di depan anak anaknya dia berusaha tetap tersenyum walaupun masih merasa kehilangan sang istri, minggu awal setelah kepergian sang istri Papi Kadir selalu menyempatkan waktu ke makam untuk jiarah. Begitu pun dengan Yuna setelah tiga hari keadaan dia sudah membaik, sesuai janji Agung dia akan mengajak sang istri ke makam mami Boa.
Dan sekarang Yuna tinggal menunggu HPL, dimana dokter memperkirakan jika Yuna kurang lebih dari 2 minggu lagi dia akan melahirkan, dan Agung pun sudah mengajukan cuti untuk satu minggu kedepannya, Agung meminta kepada Yuna untuk melahirkan secara caesar tetapi Yuna kekeh meminta kepada suaminya untuk melahirkan secara normal, akhirnya Agung pun mengizinkan tapi dengan catatan ikut aturan dari dokter jika keadaan memungkinkan istrinya bisa melahirkan secara normal dia akan izinkan tetapi jika kata dokter keadaan dan kondisi istrinya tidak memungkin kan untuk melahirkan secara normal dia tidaka akan mengizinkannya.
Sedangkan Sonya besok dia akan mengadakan syukuran tujuh bulananan padahal usia kandungan yang sebenarnya hanya jarak 1 bulan dari kandungan Yuna. Dia sedang sibuk mempersiapkan untuk acara besok, Yuna sama sekali tidak boleh untuk membantu Sonya menyiapkan acara 7 bulana itu oleh suaminya dan dia pun hanya pasrah untuk mengikuti perintah suaminya dia tidak mau suaminya marah hanya karena dia tidak mengikuti perintah suaminya, karena selama ini suami saja dengan sabar selalu mengikuti apa maunya.
"Mas pergi kerja dulu ya sayang" pamit Agung kepada istrinya.
"Iya bee" sahut Yuna lalu meraih tangan suaminya untuk di cium, ketika Yuna ingin beranjak duduk dari bangku meja makan, niat ingin mengantar suaminya ke depan rumah seperti biasa tapi di tahan oleh Agung.
"Uda kamu disini saja tidak usah antar mas kedepan ya" ucap Agung dan di angguki oleh Yuna, lalu Agung mencium kening sang istri setelah itu mereka langsung berjongkok di depan sang istri untuk berpamitan dengan calon anaknya.
"Hai jagoan, Daddy pergi kerja dulu ya, kamu baik baik di dalam jangan buat mommy sakit ya" bisik Agung di perut istrinya lalu memberikan kecupan di perut besar istrinya.
"Ok Daddy" sahut Yuna dengan nada anak kecil. Agung pun berdiri kembali dan menatap wajah cantik istrinya.
"Inget pezan mas ya" ucap Agung dengan serius.
"Iya bee" sahut Yuna, setelah mengingatakan sang istri lalu Agung berpamitan kepada papi Kadir.
"Pih aku ke kantor dulu ya" ucap.Agung dengan meraih tangan papi mertuanya.
"Iya gung, hati2 di jalan" ucap papi Kadir dengan menepuk lengan menantunya.
"Iya pih" sahut Agung setelah itu dia langsung meninggalkan ruang makan dan berjalan keluar dari mansion lalu menaiki mobilnya yang sudah di siapkan oleh supir di depan mansion.
Semua adegan tadi tidak luput dari mata Sonya, karena dia pun sama sedang ada di msja makan, sedangkan Yuno sudah pergi ke kantor dari 10 menit yang lalu, Sonya merasa iri dengan perlakuan Agung terhadap Yuna, karena dia belum pernah di perlakukan semanis begitu oleh suaminya selama ini.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti, gua akan menghilangkan senyuman itu dari wajah lo Ana" batin Sonya, enatah apa yang sedang dia rencanakan untuk selanjutnya, yang pasti tujuan dia hanya satu yaitu membuat calon anaknya itu menjadi pewaris tunggal dari Keluarga Salendra tama.
***
Sedangkan Ayah Kangta, Hotman dan Yuri satu minggu setelah kepergian mami Boa mereka kembali ke Bandung, tapi ada yang aneh dengan Ayah Kangta semenjak bertemu Anggun waktu itu dia terua mengingat wajah gadis remaja itu dan ingin meninggalkan Jakarta itu seperti sangat berat sekali dan itu yang ayah Kangta tidak tahu karena apa, tapi akhirnya dia pun memutuskan untnuk tetap kembali ke Bandung bersama anak dan menantunya.
Hotman yang penasaran apa yang membuat Ayahnya sering bengong atau melamun semenjak waktu masih di jakarta, kini dia memberanikan diri menanyakan ada apa dengan ayahnya, seperti yang dia bicarakan kepada sang kakak, akhir akhir ini Ayahnya sering melamun dan dia juga sering melihat ketika melamun itu sang Ayah sedang memandangi foto Bunda Luna yang tak lain Bundanya Agung.
Tok tok
"Masuk" sahut Ayah Kangta dari dalam ruang kerjanya.
"Kamu boy" ucap Ayah Kangta ketika melihat putranya yang masuk ruang kerjanya, "kamu tidak jadi ke kantor boy?" Tahya Ayah Kangt
"Jadi yah, tapi boleh gak Hotman tanya sesuatu ke Ayah?" Hotman meminta izon dulu kepada Ayahnya seblum bertanya takut Ayahnya sedang mengerjakan sesuatu.
"Hotman perhatiin dari waktu di jakarta Ayah sering melamun sembari memandangi foto Bunda, Ayah kenapa? Kangen sama Bunda atau masih merasa kehilangan mami Boa?" Tanya Hotman.
Mendengar pertanyaan sang putra, Ayah Kangta tidak menyangka jika putranya begitu perhatiannya kepadanya. Lalu Ayah Kangta pun membuang nafasnya degan berat.
"Ayah tidak papa boy, kalau untuk maslah kepergian Boa, Ayah sudah ikhlas dan untuk kangen sama bunda jangan di tanyakan itu sudah pasti boy" jelas Ayah Kangta
"Gak mungkin kalau tidak ada apa apa, pasti ada yang sedang mengganggu pikiran Ayah" ucap Hotman tidak percaya jiia Ayahnya baik baik saja.
"Baiklah baikla, kamu paling bisa ya buat ayah tidak bisa berbohong ya" ucap Ayah Kangta
"Karena Ayah tidak pintar berbohong, sekarang coba cerita yah apa yamg mengganggu pikiram Ayah?" Tanya Hotman.
__ADS_1
"Sebenarnya waktu ayah ingin ke rumah sakit menyusul kalin, El hampir menabrak seorang gadis remaja, lalu Ayah bawa dia ke rumah sakit untuk mengobati luka yang ada di siku dan juga lututnya dan semenjak itu Ayah terus kepikira dengannya" jelas Ayah Kangta.
"Jangan bilang Ayah Naksir gadis remaja itu" tuduhnya Hotman.
" hus.., ngomongnya sembarangan, mana ada Ayah naksir sama dia" ucap Ayah Kangta
"Ya kirain, terus memang apa yang membuat Ayah selalu mengingat gadis itu?" Tanya Hotman
"Tapi kamu janji gak usah cerita sama abang kamu ya boy" dan Hotman pun langsung mengaggukan kepalanya.
"Dia mirip banget sama Agung jika di jadikan versi cewek, dan satu lagi nama dia Anggun seperti nama yang pernah Ayah bilang ke Bunda jika Agung punya adik perempuan, Ayah mau kasih dia nama Anggun" jelas Ayah Kangta
"Maksud Ayah dia anak kandung Ayah gitu?" Tanya Hotman
Ayah Kangta pun menganggukan kepalanya.
"Iya Ayah curiga jika bunda itu ketika pergi bukan mengandung anak dari temannya tapi anak Ayah man" sambung Ayah Kangta
"Ya sudah dari pada Ayah pusing mikirin itu semua mendingan Ayah suruh anak buah Ayah cari tahu tentang asal usul dia darimana" ide Hotman
"Oh ya, Ayah ko gak kepikiran sampai situ ya, coba Ayah nanti tanya sma El, soalnya waktu itu Ayah suruh El suruh nagantar dia pulang dan minta maaf sama orang tuanya" ucap Ayah Kangta dengan penuh semangat.
"terimakasih boy atas ide nya" ucap Ayah Kangta
"Sama2 yah, makanya Ayah kalau sedang banyak pikiran cerita ke aku, biar kita selesaikan sama sama" ucap Hotmam
"Sippp boy"
__ADS_1
"Ya sudah aku ke kantor dulu ya, nanti hasilnya kasih tahu aku ya yah" pamit Hotman lansgung bernajak dari duduknya menghampiri sang Ayah dan mencium tanagn Ayah kangta.