BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
82. Kembali ke Singapore


__ADS_3

Tidak terasa 2 hari berlalu, kini saatnya Yuna dan Agung harus kembali ke singapore, karena lusa Yuna sudah mulai masuk kuliah lagi. Sebenarnya Yuna sangat berat meninggalkan mami dan papinya tapi mau bagaimana lagi dia .


Masih punya tanggung jawab dengan kuliahnya agar bisa cepat lulus, jadi ketika sudah punya anak dia lebih fokus untuk mengurus anaknya.


Mami Boa dan Papi Kadir pun sama, mereka berdua juga sebenarnya tidak mau kalau untuk di pisahkan dengan anak anaknya tapi mau bagaimana lagi, karena mami Boa masih butuh pengobatan, dengan terpaksa mereka terpisah jarak dan waktu, apalagi Yuna semenjak hilang ingatan, jika pergi selalu di temani salah satu dari mereka atau dengan sang kakak, Yuna kuliah di singapore saja Mami dan Papi setiap bulan pasti mengunjungi Yuna walaupun Yuna di singapore tinggal dengan sang kakak.


Agung dan Yuna sudah siap untuk pulang, mereka keluar kamar dengan Agung menarik kopernya, Yuna keluar kamar melihat mami dan papinya tengah duduk di ruang tengah langsung berlari menghampiri sang mami, lalu duduk di samping dan memeluk maminya. Sedangkan Agung mengikutinya dari belakang menghampiri mami Boa dan Papi Kadir bergantian untuk berpamitan.


"Pih, Aku sama Ana pamit dulu ya" ucap Agung ketika sudah di hadapan papih mertuanya dan menyalami tangan papi Kadir.


"Kalian hati hati, rukun rukun terus ya, papih titip princess-nya papi yang manja itu ya" ucap papi Kadir langsung memeluk memantunya. Setelah berpamitan ke papi Kadir kini Agung beralih menuju mami Boa yang masih saling memeluk dengan istrinya.


"Mih, Agung sama Ana pamit dulu ya, mami cepat sembuh biar kalain cepat pulang juga, nanti pulangnya ke mansion di singapore saja tinggal bareng sama kita ya gak sayang" ucap Agung lalu meminta persetujuan kepada sang istri dan Yuna pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Insya Allah mami akan cepat sembuh, dengan kehadiran kalian disini bisa menambah semangat buat mami untuk cepat sembuh, maksih ya nak kamu sudah menyempatkan waktu untuk menemani putri mami untuk menjenguk maminya" ucap Mami Boa sembari menepuk pundak Agung yang kini tengah berdiri setengah badan yang tidak lain orang bilang itu berlutut.


"Ko mami bilangnya begitu, walau bagaimanapun kan mami dan papi juga orang tua Agung juga, dan Agung mau ngucapin terimakasih ke mami dan papi yang sudah memberi kepercayaan kepada Agung untuk menjadi pendamping hidup Ana, dan Agung tidak mau berjanji tapi Agung akan berusaha untuk selalu membuat Ana bahagia ya mih" ucap Agung sembari menatap mami Boa


Yuna mendengar ucapan Agung kepada orangtuanya merasa terharu.


"Iya nak, mami percaya sama kamu, kamu bisa membuat anak mami selalu bahagia dan kamu bisa selalu melindungi dia dari dulu" ucap Mami Boa sembari menpuk pundak Agung, setelah itu Agung langsung berdiri dan meminta istrinya untuk berpamitan kepada kedua tuanya.


"Ayo sayang, pamit dulu sama mami sama papi" pintah Agung kepada istrinya.

__ADS_1


"Bee, apa gak bisa di undur lagi pulangnya?" Tanya Yuna lirih sembari mendongakan kepalanya menatap suaminya yang tengah berdiri di hadapannya.


"Gak bisa sayang, lusa kamu sudah mau kuliah loh, kamu harus istirahat dulu di mansion sehari sebelum masuk kuliah" ucap Agung sembari mengelus kepala istrinya.


"Iya sayang benar kata suami mu, kalau di undur terus kapan kamu istirahatanya" sambung papi Kadir


"Sayang dengerin mami, mami masa pemulihannya satu bulan lagi ko, setelah itu papi mami juga akan pulang, kan nanti kakak kamu katanya mau ngelamar seseorang buat jadiin menantu mami" ucap Mami sembari mengelus elus kepala putrinya


"Apa mih, kakak mau ngelamar orang, ko bisa, perasaan selama ini ka Yuno yang Ana lihat gak punya pacar setelah terakhir pacaran sama ka Tere" ucap Yuna kaget mendengar ucapan maminya kalau sang kakak sudah mempunyai seseorang untuk di lamar.


Yuno dulu punya kekasih yang bernama Teresa Adila, mereka berpacaran dari mereka kelas 3 SMA sampai kuliah, ketika di semester akhir mereka terpaksa harus mengakhiri hubungannya karena Tere sudah di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pengusaha, karena orang tua tere mengira kalau Yuno adalah orang biasa saja, orangtua tere tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Yuno, karena setiap anatar jemput Tere, Yuno hanya menggunakan sepeda motor. Nah semenjak putus dari Tere Yuno belum pernah lagi menjalin hubungan dengan perempuan siapa pun, makanya Yuna kaget tiba tiba kakaknya ingin melamar seseorang.


"Ya kamu tahu sendiri kakak kamu itu tertutup gak pernah mau cerita, ya pokoknya ada dia seorang model katanya namanya siapa ya pih so sonya kalau tidak salah" ucap Mami Boa


"Ko kamu gak cerita ke aku bee" protes Yuna yang sudah mencerutkan bibirnya.


"Ya mas kira kamu sudah tahu sayang dari Abang langsung" ucap Agung


"Mana ada, kakak gak pernah cerita sama aku, jadi penasaran seperti apa calon kakak ipar aku, ye berarti bentar lagi aku punya teman cerita dong kalau di mansion" ucap Yuna tiba tiba kegirangan, dia senang karena sebentar lagi akan punya kakak ipar jadi Yuna membayanginya seperti punya kakak perempuan.


"Kamu pernah bertemu ko sayang sama calon kakak ipar kamu" ucap Agung


"Siapa bee, ketemu dimana?" Tanya Yun dengan penasaran.

__ADS_1


"Yang waktu di acra undangan perusahaan, yang kamu di kenalin sama mantan kamu itu, yang satu alumni sekolah sama kita juga,tapi kalau dia itu satu angkatan mas dan juga Dimas" jelas Agung, mendengar ucapan suaminya Yuna berfikir sejenak, lalu dia mengingat


"Oh perempuan itu, yang wkatu itu ngeliatin kamu terus itu" ucap Yuna, dia mengingat dengan jelas wajah calon kakak iparnya, pikir Yuna perempuan itu suka sama suaminya, soalnya ketika di perkenalkan oleh Dimas, calon kakak iparnya itu menatap suaminya seakan akan kalau dia itu menunjukkan kalau dia itu suka dengan suaminya.


"Berarti kamu waktu itu perhatiin mas terus ya, padahal lagi gandeng cowok lain, sedangkan suaminya gak di gandeng, " sindir Agung


Mami dan papi melihat perdebatan anak dan menantunya hanya mengulum senyum, karena perdebatannya menurut mereka sangat lucu.


"Ya maaf bee, waktu itu kan aku lagi khilaf" ucap Yuna lirih dengan menundukkan kepalanya.


"Sudah ah, ko malah membahas itu, sudah yuk kita berangkat sekarang" ajak Agung mengalihkan pembicaraan.


"Aku pamit ya mih, mamih cepat sembuh ya biar kita cepet berkumpul lagi" ucap Yina sembari memeluk sang mami.


"Iya sayang, kamu juga baik baik ya, jaga kesehatan dan jangan membatah ucapan suami kalau di kasih tahu" nasihat mami lalau melerai pelukan mereka mami mencium kening putrinya.


"Siap bos" sahut Yuna sembari tangannya memberi hormat, setelah itu Yuna beralih kepada sang papi.


"Pih, Ana pamit ya, papi jaga diri baik baik, jangan sampai telat makan" ucap Yuna sembari memeluk papi Kadir.


"Iya sayang, kamu juga jaga diri baik baik ya" ucap papi Kadir lalu melerai pelukannya dan mencium kening putrinya.


Agung merangkul pundak istrinya sebari tangan satunya menarik koper, mereka berdua berjalan keluar dari pintu apartemen dengan di ikuti mami Boa dan papi Kadir di belakangnya, mami dan papi hanya bisa mengantar smapai lobby Apartemen tidak bisa mengantar sampai Airport. Sesampainya di lobby sebelum Agung dan Yuna memasuki mobil, merek kembali memeluk mami Boa dan papih Kadir secara bergantian.

__ADS_1


__ADS_2