BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
100. Makan Rambutan


__ADS_3

Agung dan Yuna kini sedang di dalam mobil dengan El yang selalu menjadi supir mereka, karena Agung lebih nyaman jika El yang menyatir mobilnya sekaligus El juga melindungi istrinya jika ada apa2 di jalan.


“Bee” panggil Yuna


“Kenapa sayang?” Tanya Agung


“Aku perhatiin kamu dari tadi pagi, tumben kamu sama kakak pada saling diam biasanya selalu berdebat, kalian sedang marahan?” Tanya Yuna melirik kearah Agung.


“Tidak sayang kita baik baik saja ko, ya mungkin bang Yuno lagi banyak pikiran kali makanya tidak mood untuk becanda atau berdebat sama mas, apalgi dia sebentar lagi mau menikah” jelas Agung sebisa mungkin untuk meyakinkan istrinya jika dirinya dan juga kakak iparnya tidak ada masalah.


“Maafin mas ya sayang, belum bisa jujur sama kamu, mas takut nanti akan menjadi pikiran buat kamu apalagi sekarang kamu sedang hamil” batin Agung sembari menatap istrinya.


“Iya kali bee, tapi kenapa aku perhatikan kakak sepeti tidak bahagia kalau dia akan menikah, biasanya kan kalau memang mereka pacaran dan sudah saling mengenal jika mau menikah itu terlihat bahagia tapi kenapa kakak terlihat biasa saja, apa kakak belum bisa sepenuhnya melupakan ka Tere ya bee” ucap Yuna mengingat jika sang kakak dari dulu belum bisa move on dari mantannya itu.


“Sudah lah sayang itu urusan abang, kamu gak usah ikut memikirkan itu, nanti kasian anak kita kalau kamu terlalu banyak pikiran nanti malah setres lagi” ucap Agung tangan satunya terulur mengelus perut sang istri.


“Iya bee, maaf yah” ucap Yuna lirih langsung masuk dalam pelukan Agung.


“Iya sayang gak papa, cup” sahut Agung lalu mencium puncak kepala sang istri.


Seampainya mereka di kediaman milik Om Rangga mereka langsung menuju kamar milik Agung, karena kata bi Euis baby girl dan tante Imna masih tidur, maklum mungkin tante Imna semalam begadang karena mengurus baby girl yang rewel tengah malam.


“Sayang aku tinggal ke kantor gak papa, mas di minta untuk ke kantor sama om Rangga” izin Agung membuat Yuna seketika menjadi mencerutkan bibirnya. Karena semenjak hamil Yuna selalu tidak mau jauh dari Agung bahkan makan saja harus Agung yang suapin.


Lalu Agung yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri istrinya yang tengah menonton tv di kamar, dia duduk di samping sang istri dengan posisi menyamping menghadap ke arah istrinya.


“Mas janji pas makan siang nanti mas akan pulang, hanya untuk pengenalan kantor saja sayang, selama ini soalnya mas kan gak pernah megang kantor SJ group, pernah juga dulu waktu SMA bantu bantu om Rangga, boleh ya mas ke kantor” bujuk Agung dengan menggenggam tangan sang istri dan akhirnya Yuna pun menganggukkan kepalanya.


“Terimaksih sayang” ucap Agung langsung memeluk istrinya dari samping, dan tiba tiba Yuna langsung melepas pelukannya dan berdiri ketika Yuna ingin melangkah Agung langsung menahan tangan sang istri.


“Kamu mau kemana sayang, katanya boleh mas ke kantor ko kamunya jadi marah sama mas” ucap Agung dia kira Yuna marah padanya karena dengan tiba tiba Yuna langsung beranjak dari sofa.

__ADS_1


“Siapa yang marah sih bee, orang aku mau siapin baju kantor kamu” sahut Yuna membalikkan badannya menatap wajah suaminya.


Mendengar ucapan sang istri membuat Agung lega di kira istrinya marah, lalu Agung pun ikut berdiri lalu dia mendudukan istrinya kembali di sofa, “gak usah sayang, kamu duduk saja disini mas gak mau kamu kecapean, untuk itu mas bisa siapin sendiri, sudah ya mas ganti baju dulu, cup” ucap Agung lalu beranjak menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaian kantornya.


“Sini bee aku pakein dasinya” ucap Yuna ketika melihat Agung keluar dari ruang ganti hendak memasang dasinya.


Agung pun menurut dia berlutut di hadapan istrinya agar istrinya tidak usah berdiri untuk memasangkan dasinya.


“Sudah, gantengnya suami siapa sih ini” ucap Yuna sembari merapikan kemeja yang di kenakan suaminya.


“Suaminya wanita cantik yang kini tengah mengandung Agung junior yaitu Ayyuna, mbak kenal gak sama istri saya, dia itu cinta pertama dan terakhir saya loh mbak” ucap Agung


“Ihhh gimbal” sahut Yuna


“Ko gombal sih sayang memang bener ko kamu cinta pertama dan terakhir mas” ucap Agung


“Iya deh percaya percaya”


“Ko percayanya kaya terpaksa begitu sih” ucap Agung sembari pura pura merajuk.


“Terimaksih sayang sudah percaya sama mas I love you my wife, cup” uvap Agung langsung di kecupnya bibir tipis sang istri.


“I love You more my Hubby, cup” ucap Yuna dan membalas kecupan sang suami.


“Ya sudah mas pergi dulu ya, kamu kalau mau nitip sesuatu pas mas pulang nanti kirim pesan saja ya sayang insya allah mas akan belikan” ucap Agung dan langsung di angguki oleh Yuna.


“Hati hati, jangan lirik lirik cewek2 kantor dan pulangnya jangan lama lama” pesan Yuna


“Iya sayang” sahut Agung lalu Yuna meraih tangan suaminya untuk di cium dan di balas oleh Agung dengan memberi kecupan di kening sang istri.


“Kamu disini saja gak usah antar mas ke bawah ya” pintah Agung dan langsung di angguki oleh Yuna dan Agung pun langsung berjalan keluar kamar tetapi ketika baru memegang handle pintu tiba tiba Yuna memanggilnya.

__ADS_1


“Bee ada yang ketinggalan” ucap Yuna mengingatkan suaminya.


“Apa sayang, Handphone sudah semua sudah ko” ucap Agung sembari memeriksa barang bawaannya.


Yuna pun menunjuk ke arah perutnya membuat Agung langsung menepuk jidatnya dia lupa pamit kepada Agung junior, Agung pun langsung menghampiri sang istri dan berjongkok menyamakan wajahnya dengan perut sang istri, “maafin Daddy ya sayang, Daddy lupa pamit ke kamu ya, Daddy pamit ke kantor dulu ya sayang, kamu pintar pintar di dalam perut mommy ya, jangan buat mommy kesakitan ya” ucap Agung dan langsung mencium perut sang istri.


“Ya sudah mas pergi dulu ya sayang” ucap Agung lagi


“Iya bee hati hati” sahut Yuna, Agung pun langsung berjalan keluar dari kamar sebelum menutup pintu kembali Agung dan Yuna saling melambaikan tangan satu sama lain.


***


“Maaf non, tadi den Agung dan Non Yuna sudah datang dan sekarang sedang dikamarnya” lapor bi Euis


“Oh ya sudah bi jangan di ganggu takutnya mereka sedang istirahat” ucap tante imna


“Tapi den Agung sudah pergi lagi non, katanya mau ke kantor” jelas bi Euis


Sedangkan Yuna selang satu jam sepeninggalan Agung, dia merasa bosan di kamar dan merasa seperti ingin makan sesuatu, akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar kamar dan beranjak menuju lantai bawah, sesampainya di lantai bawah dia melihat tante Imna yang sepertinya sedang menyusui bayinya, Yuna pun langsung menghampiri tante Imna.


“Hai tante” sapa Yuna


“Hai na, dikira tante kamu tidur di kamar, makanya tante sengaja gak panggil” ucap tante Imna


“Wah.., ini siapa namanya cantik banget sih” ucap Yuna membuat suara seperti anak kecil dan sembari menoel noel, “ lucu banget tan tapi ini mah om Rangga versi cewek ya” ucao Yuna ketika memperhatikan wajah si baby dengan lekat ketika si baby girl nya baru selesai menyusu.


“Iya makanya karena pas hamil rasanya sebel terus sih sama papanya jadinya ngejiplak plak sepeti papanya padahal tante yang mengandung selama sembilan bulan” ucap Tante Imna


“namanya siapa tan?” Tanya Yuna


“Inara putri Surya Jaya” jawab Tante Imna

__ADS_1


“Ya sudah tan aku tinggal ke dapur dulu ya mau cari cemilan yang bisa dimakan” pamit Yuna


“Ya sudah sana” sahut Tante Imna dam Yuna pun beranjak meninggalkan ruang keluarga dan berjalan menuju dapur untuk mencari cemilan tetapi pertama kali yang dia lihat adalah buah rambutan di meja dapur, langsung dia bawa ke meja makan dan akhirnya Yuna memutuskan untuk memakan buah rambutan tersebut sampai tidak tersiksa.


__ADS_2