BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
25.Awal mula ketakutan Agung muncul


__ADS_3

Sesampainya di rumah Yuna langsung menuju kamarnya, dia menunggu suaminya pulang, sampai waktu makan malam Agung tak kunjung pulang juga dan Yuna pun menunda makan malamnya ingin menunggu makan malam dengan suaminya.


“Mbok, Yuna mana?” Tanya Ayah Kangta yang sudah siap di meja makan untuk makan malam.


“Maaf tuan, kata non Yuna dia makan malamnya nunggu den Agung pulang aja katanya” jawab Mbok darmi


“Ya sudah mbok kalau Agung sudah pulang, suruh temuin saya dulu di kamar” pesan Ayah Kangta


“baik Tuan” sahut si mbok


#Apartement


Agung yang sedang menenangkan pikirannya di Apartement setelah ba’da ashar malah ketiduran di kamar samapai melewatkan waktu magrib, ketika bangun dia melihat sudah malam dia langsung bergegas membersihkan diri dan melaksanakan shalat selepas itu Agung bergegas pulang ke mansion, samapai.mansion tepat pukul 9 malam.


“Ting nong” suara bel


Cekleck


“Assalamualaikum mbok” ucap Agung


“wa’alaikum salam den” sahut si mbok


“Ayah dan Yuna dimana mbok?” tanya Agung sambil berjalan memasuki rumah.


“Tuan Kangta dan non Ana ada di kamarnya masing2 den” jawab si mbok


“Oh ya den, tadi tuan Kangta berpesan ke bibi kalau aden sudah datang meminta aden menemui beliau dulu di kamarnya” ucap si mbok


“baik mbok nanati saya temuin Ayah” Sahut Agung


“iya den, kalau gitu mbok tinggal dulu ke belakang” pamit si mbok


“Iya mbok” sahut Agung


Yang tadinya Agung mau langsung ke kamarnya dapet pesan dari si mbok di minta menemui Ayahnya dia langsung menuju kamar yang di tempati Ayah Kangta.


“Tok tok”


“Siapa?” tanya Ayah dari dalam kamar.


“ini Agung yah” jawab Agun


“masuk” sahut Ayah.


“Cekleck (suara pintu di buka)


Agung memasuki kamar di lihat Ayahnya sedang membaca buku di sofa yang berada di kamar tersebut, Agung pun menghamiri Ayahnya di sofa.


“kata si mbok, Ayah manggil Agung?” tanya Agung


“Duduk boy”ucap Ayah Kangta sembari menutup buku dan kacamatanya.


“kenapa samapai marah2 begitu” tanya Ayah


“Maaf yah, Agung hanya merasa kalau Agung itu memang gak akan pernah bisa membuat Yuna aman ketika di dekat Agung” jawab Agung yang merasa bersalah atas semua kejadian yang menimpa Yuna.


“Hey kata siapa, siapa yang bilang begitu begitu boy” kata Ayah gak percaya akan yang di katakan anaknya ko bisa anaknya berfikiran seperti itu.

__ADS_1


“Ya buktinya setiap Yuna sama Agung ada ke jadian yang membahayakan Yuna dari dulu, lseperti kejadian tadi di resto, Agung ceroboh yah tidak memperhatikan apa yang istri Agung makan, aku cuman...” ucapan Agung terhenti dan mengusap wajahnya dwngan kasar.


“Hey boy, dengerin Ayah, kamu tadi yang sudah menyelamatkan Ana bukan kamu yang membahayakan Ana, kan tadi kamu yang sudah mencegah makanan itu masuk ke dalam tubuh Yuna hingga istrimu tidak jadi kambuh alerginya, kamu ingat” ucap Ayah Kangta mencoba menenangkan putranya, jadi ini bukan salah kamu boy” sambung Ayah Kangta


Ayah merasa sedih melihat putranya seperti belum bisa melupakan kejadian yang di masalalu yang menghpiri dirinya yang membuat dia merasa bersalah dan selalu menyalahkan dirinya.


#flashback


Pada hari liburan tepatnya keluarga Yuna liburan ke bandung ke kediaman Agung, mereka main di taman dekat perumahan Ayah Kangta. Ketika mereka di taman tiba2 anak2 ingin membeli ice cream, hanya Yuna dan Agung yang membeli Ice cream sedangkan Yuno masih asyik main dengan papinya.


Dan disitu Agung membeli Ice cream rasa Strawbarry karena memang dia sedari kecil suka strawbarry seperti Ayah Kangta, dan Yuna membeli Ice Cream rasa coklat. Mereka berdua sedang asyik menikmati ice cream sembari duduk di bangku taman. Sedangkan mami Boa sedang memberi minuman ke anak sulungnya yang sedari tadi tidak mau berhenti main bola dengan sang papi dan Ayah Kangta. Dan mami Boa tidak memperhatikan 2 anak yang sedang duduk sembari menikmati Ice cream dan mereka saling bertukar Ice satu sama lain.


Ketika mami Boa kembali ke tempat Yuna dan Agung berada, Ice cream mereka sudah habis tak tersisa.


Agung yang terus di samping Yuna, memperhatikan Yuna, dia melihat wajah Yuna yang sudah memerah seperti orang menahan sesuatu.


“Tante, tante” panggik Agung kepada mami Boa


“Kenapa sayang?” tanya mami Boa


“kenapa Yuna wajahnya merah seperti ini tante” ucap Agung dan reflek mami Boa mendengar omongan anak sahabatnya itu dia langsung beralih menatap putrinya.


“astagfirallah, sayang kamu kenapa?” Tanya mami Boa letika melihat keadaan Anaknya dengan wajah merah kepucatan dan badanya sudah mulai lemas.


“pih, papihhh, Ana pihh” teriak mami Boa memanggil suaaminya.


Papi Kangta yang mendengar teriakan iatrinya dia langsung menghampiri istrinya, dan dinlihat istrinya sedang panik.


“kenapa pih?” tanya Papi Kadir


“iya mih, kita bawa ke rumah sakit sekarang” sahut Papi kadir


Agung melihat kepanikan Boa dan melihat keadaan teman kecilnya dia hanya berdiam diri tidak bisa apa2.


“Kalian bawa Ana sekarang ke rumah sakit, biar nanti gua yang hubungin rumah sakit supaya standby di lobby”ucap Ayah Kangta


“terimakasih bro” sahut papi Kadir


“papi Kadir mengendarai mobil menuju rumah sakit dwngan di samping pengemudi ada mami Boa yang tengah memangku putrinya


sambil menangisi keadaan putrinya.


“Cepetan pih” ucap mami Boa yang merasa mobil yang mereka kendarai tidak kunjung sampai.


“iya mih, ini juga sudah papi tmbahin kecepatannya” ucap papi Kadir


“Lebih cepet lagi pih, putri kita sudahbtak sadarkan diri, memang papai gak khawatir apa sama Ana” ucap mami Boa, papi Kadir yang tahu istrinya panik akhirnya dia bicara sedikit meninggikan suaranya.


“mamih” bentak papi Kadir, mami Boa yang mendengar suara suaminya yang meninggi seketika dia langsung terdiam.


“mami tenang, papi juga sama khawatir seperti mami, cuman papih harus konsentrasi dalam menyetir supaya kita juga selamat sampai tujuan” ucap papi Kadir mencoba menenangkan istrinya, mami Boa yang mendengar ucapan papi Kadir langsung tersiam dan mulai tenang.


Sementara Ayah Kangta setelah mengubingi rumah sakit dia mengubungi supir yang di rumah meminta untuk.menjemput dironya dan anak2 di taman.


“Ayah apa Ana akan baik2 saja?” tanya Agung sembari menatap Ayahnya dengan mata yang memerah ingin menangis.


“hey boy, dengerin Ayah, Ana pasti akan baik baik saja, jadi jangan khawatir ya, habis ini kita liat Ana di rumah sakit ya” ucap Ayah kangta coba menenanggka sang putra.

__ADS_1


“iya Gung tenang aja adek pasti baik baik saja ko” ucap Yuna


“Abang Yuno yakin?” tanya Agung memastikan.


“iya, soalnya dulu adek pernah seperti itu, setelah di periksa om dokter adek langsung bisa main lagi sama aku” ucap Yuno


Setelah mendengar ucapan Yuno, Agung hanya menganggukan kepalanya dan sudah sedikit tenang.


“ya sudah yu anak2 kita masuk ke mobil, mang asep sudah datang” Ajak Ayah kangta


Akirnya mereka semuanya masuk ke dalam mobil dan melaju menuju SJ Hospital dimana tempat Yuna dibawa. Setibanya mereka di rumah sakit Ayah kangta dan anak2 langsung menuju ruang IGD, ketika mereka telah smapai depan IGD mereka melihat mami BOa dan Papi kadir sedang menunggu di luar ruangan.


“om itu mami dan papi” ucap Yuno sembari menunjuk orangtuanya.


“yuk kita kesana” sambung Ayah kangta.


“mamih, papih” panggil Yuno


Langsung berlalari memeluk maminya.


“sayang kamu disini?” tanya mami Boa ketika anaknya datang.


“adek baik baik saja kan mih?” tanya Yuno memaastikan keadaan adiknya.


“kakak doain aja yah supaya adek baik baik saja” jawab mami Boa


Sedangkan Agung yang sedari tadi khawatir dan takut terjadi apa2 sama teman kecilnya dia hanya berdiri tepat di belakang badan Ayah Kangta, Mami Boa yang melihat Agung seperti itu akhirnya memanggil untk datang kepadanya.


“sayang sini peluk tante” panggil mamai Boa sembari merentangkan tanannya supaya Agung mau memeluk dirinya, dan Agung pun memberanikan diri untuk memeluk mamai Boa.


“tante Ana akan baik2 saja kan?” tanya Agung ingin memastikan teman kecilnya itu baik2 saja.


“Ana pasti baik baik saja ko, kan sekarang Ana sudah di priksa sama om dokter” jawab mami Boa


Sedangkan Ayah kangta langsung menghampiri papi Kadir menanyakan apa penyebab Yuna tiba2 seperti ini.


“kenapa bisa tiba2 seperti ini dir?” tanya Ayah Kangta


“Ana Alergi strawberry ta, kaya nyokap gua, kalau kena alergi pasti seperti ini, kayaknya tadi Ana nyobain Ice cream Agung” jelas papi Kadir


Agung yang mendengar pembicaraan mereka jadi main bersalah kalau memang Yuna bisa masuk rumah sakit karena makan Ice Cream punya dirinya.


Akhirnya Dokter keluar dari ruang IGD menghampiri mereka.


“gimana dok, keadaan putri saya?” tanya mami Boa


“putri tuan dan nyonya keadaannya sudah stabil sudah saya beri obat alerginya dan tinggal menunggu pasin siuman, setelah ini mau kita pindahkan dulu ke ruang rawat inap” jelas dokte


“terima kasih dok” ucap papi Kadir


“Sama sama Tuan, Nyonya” sahut Dokter


“Terimaksih dokter, tolong berikan perawatan yang terbaik buat keluarga saya” icap Ayah Kangta.


“Baik tuan Wijaya, saya pamit undur diri, permisi semuanya” pamit dokter.


"iya dok"sahut semuanya.

__ADS_1


__ADS_2