
"Tuan, kita pulangnya pake apa? Apa mobil yang kemarin akan menjemput kita?"
"Tidak, kita akan pulang pake mobil milik hotel. Saya sudah minta kepada pihak hotel untuk menyediakannya."
Meisin tersenyum senang. Sepanjang pagi ini senyum wanita itu memang lebih sering terkembang. Hal itu disebabkan karena saat ini wanita itu sedang merasa bahagia. Entah berapa banyak benih yng sudah Ken tanam dalam rahimnya, wanita itu merasa puas karena hampir semalaman dia menerima benih yang Ken semburkan.
Melihat wanita itu bahagia, tentu saja Ken juga turut merasakan kebahagiannya. Ken jadi tahu wanita di kampung yang dia datangi tidak perlu barang mewah agar mereka bisa bahagia. Selama Ken mengenal wanita, Ken berpikir kalau para wanita selalu suka sesuatu yang mewah agar bahagia. Tapi kali ini tidak, Ken bisa melihat bahwa cara sederhana pun bisa membuat wanita merasakan bahagia.
"Sekarang kita pulang, biar yang lain tidak khawatir ya?" ajak Ken, dan wanita itu mengangguk.
Setelah merapikan semua barang yang mereka beli kemarin, keduanya segera beranjak keluar dari hotel. Tanpa mereka sadari keluarnya mereka telah ditunggu oleh Red dan anak buahnya. Mereka penasaran kemana Ken akan pergi kali ini.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Meisin dan Ken sampai di kampung mereka. Meisin disambut heboh oleh para wanita yang ada dipondok. Mereka sangat penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu bersama Ken kemarin hingga dia baru pulang hari ini.
Tentu saja dengan sangat antusias, Meisin menceritakan semua yang dia lakukan. Bahkan dia juga memamerkan barang barang yang dibelikan oleh Ken hingga menimbulkan rasa iri bagi para wanita lainnya.
__ADS_1
"Ah, beruntungnya kamu, Mei. Aku juga pengin kalau begitu," celetuk salah satu wanita dan hal itu juga disahuti oleh yang lainnya.
"Ya kamu bilang saja sama tuan Ken, kali aja dia mau mengabulkan. Tuan ken orangnya baik kok," jawab Meisin yang terus memancarkan auara bahagianya.
"Iya, kelihatannya dia baik banget sampai mau membelikanmu banyak baju. Nggak kayak Tuan bule, mereka nggak pernah ngajak kita main ke kota."
"Loh kok jadi membanding bandingkan sih?"
"Ya wajarkan kalau dibanding bandingkan. Kita menyambut Tuan bule dengan sangat baik loh, tapi apa balasan mereka? Jangankan menerima cinta kita, ngajak salah satu dari kita ke kota pun tidak. Mereka hanya mau enaknya saja."
"Kalau mereka bukan orang kaya? Ngapain mereka jauh jauh datang ke negara ini? Terus kemarin mereka bagi bagi sembako juga. bukan orang kaya darimana coba?"
Akhirnya perdebatan antar sesama penghuni pondok pun terjadi. Ada yang mendukung kubu yang membanding bandingkan, ada juga yang memihak Tuan bule kalau sebenarnya mereka orang baik. Meski jumlah yang membela Tuan bule sedikit, mereka tidak mau kalah.
"Kalian itu aneh, kalian yang mau diajak tidur, kalian yang menyerahkan tubuh kalian, di saat Tuan bule tidak menerima cinta kalian, kalian marah dan menjelek jelekkanya. Nggak dewasa sama sekali. Kalau kalian butuh belaian laki laki, harusnya kalian nggak usai cerai!" ucap Mina lantang dan dia langsung pergi karena cukup kesal dengan penghuni lainnya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat yang berbeda, Ken sendiri nampak berbincang dengan Pak Kades yang kebetulan saat itu berada di rumah. Bantuan yang baru saja Ken beli kemarin, dia sampaikan dan kemungkinan barangnya masih berada di rumah pemilk mobil. Pak Kades tentu saja sangat senang. Dengan antuias dia dan istrinya akan mengajak warga untuk bekerja sama mengatur bantuan yang ken berikan.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di jalan yang akan masuk ke kampung janda, Red dan anak buahnya yang tadi sempat mengikuti Ken pulang, memilih berhenti di sembarang tempat. Red sepertinya memang memiliki rencana tersendiri. Awalnya dia terkejut saat mengikuti Ken yang sampai masuk ke dalam perkampungan. Tapi setalah dia berpikir beberpa saat, Red sadar kalau kampung yang Ken datangi adalah kampung yang letaknya tak jauh dari lokasi hilangnya berlian bulan biru.
"Sekarang apa yang akan kia lakukan, Bos?" tanya salah satu anak buah Red yang berasal dari negara ini tapi pandai berbahasa inggris.
"Kalian coba selidiki kampung yang tadi didatangi oleh orang yang kita ikuti. Cari informasi yang sebanyak banyaknya tentang apa yang dilakukan orang itu disini," titah Red.
"baik Bos."
"Oh iya, satu lagi, selidiki juga nanti disana. Kalau ada orang asing di kampung itu segera laporkan sama saya!"
"Siap!"
...@@@@...
__ADS_1