BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Penjahat Beraksi


__ADS_3

Apa yang dikatakan Mike memang ada benarnya, suasana di teras rumah Pak Kades saat ini terlihat menegangkan. Di sana, selain ada Pak kades selaku pemimpin kampung, juga ada ken, Daniel dan Alex. Bukan hanya mereka yang ada di sana. Yang membuat para bule sangat terkejut karena ada Red diantara mereka.


Ken, Daniel dan Alex sungguh dibuat geram dengan datangnya Red bersama anak buahnya. Ingin rasanya mereka bertiga melampiaskan kemarahan saat ini karena Red datang dengan segela alasan yang menurut mereka sangat mengada ada. Meskipun alasannya sangat masuk akal, tapi ketiga bule itu yakin, kedatangan Red sampai membawa anak buahnya pasti bukan karena mencari Josh dan Mike saja. Mereka juga pasti ingin menguasai berlian bulan biru.


"Jadi benar, kalau Josh dan Mike pernah singgah disini?" tanya Red guna memastikan informasi yang baru saja dia dengar sejak beberapa menit yang lalu dari mulut Pak kades kalau orang yang Red cari memang pernah berada di kampung itu. "Apa mereka beneran sudah pergi?"


"Menurut anda? Apa saya terlihat sedang berbohong?" tanya Pak Kades sedikit tersinggung dengan ucapan Red.


"Maaf, bukan maksud saya meragukan kejujuran anda, tapi saya tahu benar siapa Josh dan Mike itu," uccap Red berkilah. "Saya yakin mereka pasti akan kembali lagi karena mereka tahu disini ada barang incaran mereka."


"Jangan sembarangan menduga," Ken ikut mengelurakn suaranya. "Kalaupun mereka balik kesini lagi juga entah kapan. Lalu kamu akan terus berada di sini menunggu mereka?"


Red agak tertegun mendengar ucapan Ken. Pada kenyatannya dia juga tidak bisa mencari alasan yang tepat agar bertahan lebih lama disini. Tapi yang namanya Red, selalu berusaha menggunakan otaknya dengan sangat baik untuk terus mencari akal agar bisa bertahan di tempat itu.


"Loh, saya tidak hanya menduga. Saya ngomong kayak gitu karena saya tahu bagaimana sepak terjang Josh dan Mike seperti apa," bantah Red


"Dari tadi kamu ngomongnya itu terus Red? Apa kamu sedang mencari cara untuk mengulur waktu agar bisa lebih lama berada di kampung ini?" tuduh Daniel.

__ADS_1


Tebakan daniel memang benar, Red sedang mengulur waktu agar beberapa anak buah yang berada di dalam mobil juga bergerak dan juga saat ini dua orang anak buah Red yang lainnya memang hendak menyelinap ke salah satu tempat yang sudah ditunjukkan oleh anak buah Red yang kemarin menculik dua wanita.


Target yang dituju anak buah Red adalah pondok janda. Dari info yang dia dengar melalui mulut dua anak buahnya beberapa hari sebelum kasus penculikan, anak buahnya mengaku kalau berlian bulan biru kemungkinab berada di sana. Dua anak buah Red memang sempat menanyakan hal tersebut kepada beberapa warga dalam penyelidikannya sebelum penculikan.


Sekarang dua anak buah berwajah bule, berbadan tegap dan merupakan asli dari luar negeri sedeng mengendap ke tempat tujuan mereka yaitu pondok janda. Jalan setapak yang menuju ke arah rumah tersebut memang bukan hanya ada satu, jadi dua orang itu memilih jalan lain deripada lewat jalan yang melewati rumah pak kades.


"Apa itu tempatnya?" tanya salah satu anak buah Red dari temnpat persembunyiannya.


"Sepertinya iya. Bukankah kata rekan kita yang kemarin ke sini sudah bilang, di depan rumahnya ada gapura dan menggunakan cat warna hijau pada dinding kayunya."


Mereka kembali mengendap. Hingga mereka sampai di depan pintu bangunan tersebut, salah satu dari mereka langsung mengetuk pintu setelah melihat keadaan sekitar bangunan tersebut. Begitu mereka memastikan kalau tempat itu aman, baru mereka mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" terdengar suara sahutan dari dalam, tapi dua orang yang ada di sana memilih tetap diam.


"Siapa sih?"

__ADS_1


"Nggak tahu."


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" lagi lagi tak ada sahutan.


"Siapa sih yang ketuk ketuk pintu?" tanya seorang wanita saat dia keluar dari kamar dengan suara yang lantang.


"Nggak tahu. Orang ditanya aja nggak menyahut," jawab wanita yang tadi sempat teriak begitu mendengar ketukan pintu.


"Ya coba lihat, kali aja itu Tuan Ken atau dua bule yang tadi kesini?"


"Ah iya, benar. Jangan jangan itu tadi Tuan Daniel dan Tuan Alex. Mereka kan nggak tahu bahasa sini," ucap salah satu wanita yang kemarin sempat diculik. "Biar aku aja deh yang bukain pintu."


dengan semangat, wanita itu segera berdiri dan beranjak menuju pintu. Namun saat pintu sudah dibuka, mata wanita itu membelalak dan diam tak berkutik karena didotong senjata api oleh dua pria yang ada di sana. Melihat temannya diam saja, semua janda yang ada disana pun trlihat heran. tapi keheranan mereka berubah menjadi rasa takut saat mereka tahu penyebab wanita itu terdiam.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2