BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Ken Ambil Bagian


__ADS_3

Masih di hari yang sama, di kediaman yang menjadi tempat tinggal dua bule, Mike terlihat sedang lahap menikmati makanan yang tersaji di atas meja. Di sebelahnya ada seorang wanita yang hanya tersenyum melihat bule tampan itu menikmati hidangan yang dia bawa. Wanita itu merasa senang karena Tuan bule idamannya sangat menyukai hasil masakannya.


"Apa orang orang dari pondok janda tidak mengirimkan makanan, Tuan?" tanya si wanita itu begitu Mike hampir menghabiskan makanan yanag ada dalam piringnya.


"Kalau makan siang jarang. Paling kalau pagi sama makan malam. Mungkin saat ini berat badan saya bertambah kali yah?" ucap Mike sembari meletakkan sendok ke dalam piring dan menyambar air minum di hadapannya.


"Memang kenapa, Tuan?"


"Selama dii sini makanannya enak enak dan saya makannya sehari tiga kali. Sudah gitu saya jarang berolahraga. Lama lama pasti aku bakalan gendut."


Wanita itu sontak tersenyum. "Nggak apa apa gendut, yang penting ketampanan Tuan masih ada."


Mike sontak tersenyum lebar dan sedikit mengeluarkan suara tawanya. "Percuma gendut, nanti saya kelihatan tidak gagah lagi saat menyodok lubang kamu gimana?"


Wanita itu mala terbahak. "Hahaha ... benar juga. Tuan terlihat sangat sempurna saat sedang menyodok lubang saya. Saya merindukannya, Tuan."


Mike tersenyum simpul. "Ya nanti malam aku sodok ya?"

__ADS_1


Sang wanita langsung mengangguk. Wanita bernama Marina itu memang sudah pernah menghabiskan malam panjang bersama Mike siang ini, makanya dia sengaja datang ke rumah bule dengan dalih mengantar makanan. Padahal niat yang sebenarnya dia ingin mengulang kembali permainan ranjang dengan pria bule yang baru saja selesai makan.


"Kamu darimana, Josh?" tanya Mike kepada sahabatnya yang tiba tiba muncul setelah pergi cukup lama.


"Habis jalan jalan, keliling kampung," jawab Josh sambil duduk di sisi kursi yang lain. "Kebetulan ada makanan, saya lapar."


Marina kembali tersenyum. Jelas sekali dia sangat senang para bule menyukai makanannya. Karena akan mempersiapkan diri untuk permainan nanti malam, Marina memilih pamit terlebih dahulu. Josh awalnya menahannya agar wanita itu jangan terburu buru pergi, tapi karena ucapan Mike, Josh pun pasrah dan membiarkan wanita itu pulang.


"Ken mana? Apa pergi ke kota?" tanya Josh disela sela menyantap hidangannya.


Mike sontak mengangkat kedua bahunya sebaga jawaban kalau dia tidak tahu dimana Ken saat ini. "tadi aku sudah cerita semua tentang masalah Charli. nampaknya dia sangat terpukul dan meraa bersalah banget. makanya dia pergi entah kemana. Tapi sepertinya nggak mungkin kalau dia pergi ke kota."


Mike trersenyum miring. "Aneh kamu, Josh. Kalau masih peduli sama Ken, jangan ditutupi. Kamu pikir aku bakalan cemburu jika kamu akrab sama dia lagi?"


Sambil menikmati makannya, Josh sejenak melirik ke arah Mike yang sedang cengengesan. "Nggak akan. Selamanya dia aku anggap pengkhianat. Bisa saja saat ini dia sedang mencari cara untuk menghubungi Red."


"Lalu apa yang akan kita lakukan jika Red dan Smitt tahu keberadaan kita disini? Aku cuma khawatir dengan para warga," ucap Mike yang wajahnya berubah sedikit gelisah. "Jangan sampai ada warga yang jadi korban."

__ADS_1


"Jangan terlalu dipikirkan. kita pantau dulu saja gerak gerik Ken saat ini. Tapi kita harus waspada juga karena bahaya bisa datang tanpa kita duga."


Mike pun mengangguk. Untuk sejenak mereka saling diam hingga tak lama kemudian datanglah Pak kades. Tapi orang itu tidak datang sendiri, pak kades datang bersama Ken. Setelah sejenak basa basi di awal kedatangannya, Pak kades lantas menceritakan tujuannya datang menemui dua bule.


"Gini, saya datang kesini mau menanyakan, apa kalian sanggup jika waktu pembelajaran di ubah siang hari?" tanya Pak kades kepada dua bule yang salah satunya baru saja selesai makan. "Sengaja saya memilih waktu siang agar paginya kalian bisa istirahat. Bukankah saat siang hari kalian juga memiliki waktu longgar?"


"Boleh saja sih Pak, tapi kita juga harus mengatuir jadwal ulang karena yang ingin belajar bukan hanya anak anak saja," ucap Mike dan usulan itu memang cukup masuk akal.


"Iya benar. Kita harus atur ulang jadwal belajar anak anak dan yang lainnya, agar semua bisa kebagian," Josh menimpali perkataan Mike untuk menguatkan pendapat sahabatnya itu.


"Baiklah, untuk jadwal nanti biar saya yang atur."


Ken yang sejak datang lebih banyak diam, tiba tiba mengeluarkan suaranya. "Kalau bisa saya juga ikut ambil bagian dalam mengajar, Tuan."


"Oh silakan. Dengan senang hati, saya pribadi menyetujuinya," balas Pak Kades dengan sumringah.


"Dan saya juga ikut ambil bagian bertugas malam di pondok janda, tuan."

__ADS_1


...@@@@@@...


Hy Reader, makasih ya yang masih mau mengikuti cerita ini. Terima kasih juga atas dukungannya. Kunjungi karya terbaru saya juga yuk. SYSTEM PERAWAN. Menjadi kaya karena menikmati wanita tingting. Di tunggu ya, terima kasih


__ADS_2