BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Menikmati Santapan Di Kebun


__ADS_3

Siang ini matahari memang sudah tinggi. Tapi berada di antara hamparan tumbuhan hijau yang tingginya hampir sama dengan tinggi tubuh sorang pria, membuat udara disana tidak terasa terlalu panas. Berbeda dengan kehidupan di kota. Siang siang begini pasti udaranya sangat panas. Maka itu, pria bule yang sekarang ada di dalam sebuah gubug sangat menikmati suasana segar seperti ini.


"Tadi saat aku di depan rumah Tuan, Kok Tuan bule di rumah sendirian? Tuan bule yang satunya kemana?" tanya seorang wanita yang pandangannya mengarah pada hamparan tumbuhan. Wanita itu sebenarnaya ingin memandang ke arah pria bule yang ada disana, tapi sayang, pria bule disampingnya terlihat sangat meresahkan saat ini. Maka itu si wanita tidak mau memandangnya terlalu lama walaupun hatinya sangat bertolak belakang.


"Dia sedang berada di salah satu umah warga," jawabnya lalu Josh melirik bekal yang di bawa wanita itu. " Apa Nona membawa bekal yang cukup banyak?"


Wanita itu cukup terkejut dengan pertanyaan Josh dan dia menoleh. "Apa Tuan lapar? Aku bawa makanan cukup banyak kok," Jawab si wanita itu sambil membuka bekal makanan yang dia bawa. Nyatanya dia memang membawa makanan cukup banyak.


"Nona memang sengaja bawa segini banyak atau gimana?" tanya Josh sambil memperhatikan si wanita menaruh nasi dan lauk pauk ke dalam sebuah daun pisang yang doibentuk seperti mangkuk.


"Ini sebenarnya sekalian buat nanti sore saat mau pulang. Tapi nggak apa apa kok, Tuan. Nggak perlu sungkan. nanti sore aku bisa masak lagi, Tuan cuci tangan dulu tuh disana."


Josh menurutinya. Dia memang sudah sedikit bisa beradaptasi dengan kebiasaan warga negara ini yaitu makan menggunakan tangan. Setelah mencuci tangan, Josh langsung saja melahap hidangan yang sudah disediakan. Si wanita tersenyum senang karena Tuan bule terlihat sangat menyukai hasil masakannya. wanita itu juga mengambil hidangan yang sama untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku pikir Tuan bule yang satunya sedang berjaga di pondok janda, kok malah berada di rumah salah satu warga sih, Tuan?" tanya si wanta disela sela menikmati hidangannya.


"Kemungkinan kita nggak akan berjaga lagi di sana," jawaban yang keluar dari mulut Josh tentu saja cukup mengejutkan wanita yang bersamanya.


"Loh, kenapa? Apa nanti mereka nggak akan marah?"


Josh tersenyum sinis. "Nggak bakalan. Mereka malah senang jika kami tidak berjaga. Apa lagi sekarang ada bule baru yang sering datang ke sana."


Josh mengiyakan. Dia lantas menceritakan kejadian yang semalam dia alami saat hendak berjaga. Josh juga menceritakan informasi yang dia dapat dari Mina kalau Josh dan Mike dibanding bandingkan dengan Ken gara gara Ken membelikan beberapa baju pada salah satu janda dan Ken membawa janda itu nginap di hotel.


"Astaga! Kok sampai segitunya sih mereka? padahal kan mereka sendiri yang lantang dan sangat memaksa waktu meminta Tuan bule berjaga disana," Si wanita benar benar terkejut mendengar cerita dari Josh dan dia juga cukup kesal dengan sikap para janda itu. "Hanya gara gara cinta ditolak kok sampai segitunya."


Josh terenyum kecut sambil terus menyuapi mulutnya dengan makanan yang tinggal separuh. "Apa Nona sempat marah, saat kami memutuskan memilih menjaga para janda daripada warga yang loain?"

__ADS_1


"Ya tentulah, Tuan. Sudah pasti kami sangat kecewa. Kesannnya itu, tuan bule sangat pilih kasih. Padahal waga seperti saya juga butuh perlindungan. Tuan lihat sendiri kan, saya cuma hidup berdua dengan anak saya?"


Josh memangguk. Ada perasaan tidak enak begitu dia mendengar jawaban jujur dari wanita itu. Mungkin memang benar, Josh dan Mike memang pilih kasih. Hanya karena para janda sering membuatkan mereka makanan dan juga mengirim beberapa baju, dua bule itu lebih memilih menjaga para janda daripada warga yang lain. Selain karena faktor kebaikan para janda, dua bule itu juga memilih berjaga di pondok janda demi sebuah berlian yang ada di sana.


Tak butuh waktu lama, kini keduanya sudah selesai menikmati bekal yang di bawa. Sebelum memutuskan melanjutkan pekerjaan, mereka memilih melanjutkan istirahat sejenak karena baru selesai makan.


"Tuan?" wanita itu kembali membuka suaranya setela tadi mereka terdiam sejenak.


"Hum?" balas Josh sambil menatap wanita yang memanggilnya.


"Kemarin saat kita berhubungan badan, kenapa Tuan mengerluarkan benih Tuan di luar? Tidak di dalam lubang saya?"


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2