BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Modus Penyelamatan


__ADS_3

"Benarkah? kalau begitu apa urusannya kamu menculik dua wanita itu? bukankah mereka penduduk yang lokasinya tepat berada di lokasi hilangnya berlian kami?"


Red terbungkam. Otaknya berpikir dengan cepat. Dia harus segera mencari alasan yang tepat agar dua orang anak buah dari pemilik asli berlian incarannya itu tidak curiga kalau kedatangannya ke kampung itu untuk merebut berlian bulan biru. Red hanya memiliki dua anak buah dari tempat ini, tentu saja jika dipaksa bertarung mereka akan kalah dengan dua orang yang ada di depan matanya.


"Hahaha ... kalian salah sangka. Saya menculik mereka karena saya mendengar di kampung itu ada orang asing. Saya penasaran siapa orang asing itu," bantah Red dusta.


Daniel dan Alex cukup terkejut mendengarnya. Mereka saling pandang sejenak lalu salah satu dari mereka menyeringai. "Apakah kami sebodoh itu harus percaya sama ucapan kamu, Red? Mana mungkin hanya untuk mengetahui informasi seperti itu sampai menculik penduduk?"


"Hahaha ... kamu itu lucu, Red," Alex menimpali ucapannya rekannya. "Bukankah anak buahmu penduduk negara ini? Kenapa harus menempuh jalan sulit kalau ada cara yang lebih mudah? Lihat, bahkan dua wanita itu sangat ketakutan."


Red malah tersenyum sinis guna menutupi rasa paniknya yang menyerang tiba tiba. "Hahaha ... kalian telalu sok tahu. Lebih baik kalian pergi. Saya tidak ada urusannya sama kalian, jadi jangan campuri urusan kami, oke?"


Daniel dan Alex sontak saja terkekeh. Malah Daniel melangkah dan mendekat ke arah dua wanita yang saling berpelukan. Dia ,berjongkok dan mengusap air mata salah satu wanita itu. "Kami akan pergi dari sini, tapi dengan dua wanita ini, bagaimana?"


"Apa! Buat apa?" Red pura pura terkejut.


"Tentu saja tujuan kami sama dengan apa yang kamu lakukan, tapi kami tidak akan membuat wanita secantik ini menangis seperti ini."

__ADS_1


"Saya tekankan, jangan pernah ikut campur urusan saya, paham! Atau kalian akan tahu akibatnya!"


Daniel menoleh ke arah Alex. Sepertinya dia tidak peduli dengan ancaman dari Red. "Lex, bawa mereka."


"Siap!"


"Sialan! Hajar mereka!"


Dan perkelahian pun terjadi. Dua lawan tiga, terlihat sangat tidaak seimbang. Tapi dilihat dari postur tubuh dan keahlian bela dirinya, tentu saja pihak Red bukan tandingan dari dua orang bertubuh kekar itu. Meski Red dan anak buahnya juga sama sama bertubuh kekar, tapi dua anak buah Red itu penduduk lokal yang tubuh dan kelincahannya dalam bertarung kalah jauh dengan keahlian yang dimilki Daniel dan Alex. Maka itu setelah dua anak buah Red tumbang, kini pertandingan terjadi dua lawan satu.


Dakhh!


"Akhh!" Red seketika tumbang. Dia jelas tidak mampu merlawan dua orang sekaligus. Padahal tadi dia lawan satu saja tenaganya cukup terkuras banyak, di tambah anak buahnya tumbang, Red pun makin dibuat kewalahan.


"Mari Nona, Ikut kami," ajak Alex. Meski kedua wanita itu bingung dan tidak tahu apa yang dikatakan Alex, keduanya menuruti ajakan tersebut dengan rasa takut yang masih bergelayut.


"Jangan bawa mereka! Hey!" teriak Red tapi dua bule itu tidak peduli.

__ADS_1


"Bilang sama Smitt, kalau masih mau mengusik barang milik Tuan Arnold, jangan salahkan kami kalau kami akan menghancurkan usahanya," ancam Alex sembari berlangsung pergi


"Brengsek! Sial!" Red meluapkan murka dan frustasinya dengan berteriak sangat lantang.


Sedangkan dua wanita itu diajak masuk ke dalam mobil dengan rasa takut masih mendera dalam benaknya. Beruntung di dalam mobil yang dikendarai dua bule itu ada penduduk lokal pemilik mobil yang bisa menggunakan dua bahasa.


"Katakan pada mereka, jangan takut sama kita. Mereka akan aman. Kita tidak akan berbuat macam macam," ucap bule pada si pemilik mobil sekaligus merangkap sebagai supir. Orang itupun melaksankan permintaan salah satu bule itu dan setelah sang supir menyampaikan pesan tersebut, wajah dua wanita itu terlihat lebih lega.


"Aku ingin pulang," ucap salah satu dari wanita yang diculik dengan suara yang bergetar. si supir menyampaikan pesan tersebut kepada dua bule.


"Katakan padanya, kami akan mengantarkannya pulang, tapi tidak malam ini. Ini sudah terlalu malam dan letak kampung mereka cukup jauh. Kalian akan kami bawa nginap di hotel semalam."


Kembali sang supir menyampaikan pesan dari salah satu bule dan dua wanita itu nampaknya mengerti. Akhirnya mereka pasrah dan berharap tidak ada kejadian buruk yang akan menimpa mereka. Mobil yang membawa dua wanita itu akhirnya melaju menuju hotel.


"Kira kira apa yang akan kamu lakukan pada dua wanita ini?" tanya Alex.


Daniel sontak menyeringai dan dia mengatakan sesuatu yang membuat Alex tersenyum lebar. "Setuju!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2