
Tanpa terasa langkah kaki Josh dan Mina sudah sampai di tempat tujuan mereka. Sebelum memasuki rumah, mereka sempat bertegur sapa dengan Pak Kades dan istrinya yang sedang berada di halaman rumah. Mereka lantas ngobrol sejenak. Josh meminta kepada Bu kades agar pagi ini tidak perlu menyiapkan sarapan untuk para bule, karena Mina sudah menyiapkannya.
Begitu selesai ngobrol dengan sepsang suami istri itu, Josh dan Mina langsung saja pamit menuju rumah sebelah dimana Josh tinggal. Begitu sampai depan pintu rumah, mereka cukup terkejut saat Josh memegang gagang pintu dan ternyata pintu rumah itu tidak terkunci. Josh sempat ngedumel sembari masuk ke dalam rumah, sedangkan Mina hanya mengembangkan senyum melihat kekesalan Josh. Lalu wanita itu mengikuti Josh masuk ke dalam rumah.
"Astga! Mereka masih pada tidur!" pekik Josh saat membukai tirai yang dijadikan penutup pintu kamar dan melihat Mike dan Rafiya masih terlelap.
"Mereka? Memang Tuan bule yang satunya tidak tidur sendirian?" tanya Mina yang sudah duduk di kursi setelah menaruh bungkus makanan.
"Lihat saja itu!" tunjuk Josh. Mina yang penasaran, langsung saja berdiri dan melangkah menuju kamar yang tirainya sedang dibuka oleh Josh.
"Astaga!" pekik Mina begitu melihat dua orang yang masih terlelap dan parahnya dua orang itu tidak mengenakan kain sehelaipun untuk menutupi tubuh mereka. Mina langsung saja berpaling. "Itu Rafiya, kan?"
Josh kembali menutup tirai. "Iya, kemarin dia datang mengantar makanan dari kalian."
"Ya ampun! Jadi dia kemarin nggak pulang?"
"Teman saya yang meminta dia untuk menemani tadi malam. Kan semalam teman saya sendirian di rumah," jawab Josh. "Sebaiknya Nona juga ikut saya, ayo! Saya juga ingin tidur kembali."
Awalnya Mina ingin menolak, tapi karena Josh memegang pergelangan tangannya, mau tidak mau Mina ikut masuk ke dalam kamar yang dipakai Josh. Meski tidak melakukan hubungan badan, Mina cukup senang karena bisa tidur berdua dengan Tuan bule.
Hingga waktu terus bergulir dan di saat matahari sudah tinggi, terlihat Mike baru saja sadar dari tidurnya. Begitu mata terbuka, dia melihat di sebelahnya, wanita yang masih terlelap sembari memunggunginya. Mike lantas tersenyum dan dia segera bangkit. Sembari meregangkan kedua tangannya, Mike kembali menatap wanita yang sekarang menunjukkan tanda tanda kalau dia juga sudah sadar dari tidurnya.
__ADS_1
"Astaga! Aku kesiangan!" pekik si wanita begitu kedua matanya terbuka dan menyadari hari sudah sangat siang. Dia langsung bangkit dengan wajah panik.
"Memang kenapa, Nona?" tanya Mike dengan mata terus menatap mata Rafiya yang tergesa gesa memunguti pakaiannya.
"Orang pondok pasti nyariin saya, Tuan. Dari kemarin saya tidak pulang," balas Rafiya yang mulai mengenakan pakaiannya.
"Emangnya Nona mau pulang dalam keadaan kusut seperti itu?" tanya Mike sambil mengambil celana kolor dan memakainya.
"Ah iya, saya pasti sangat berantakan ya, Tuan?"
Mike lantas tersenyum. "Mending Nona merapikan diri dulu di sini, nanti saya antar pulang. Sepertinya teman saya juga belum pulang."
"Loh, bungkusan apa nih? Apa ini makanan?" tanya Mike sembari mendekati bungkusan itu.
"Sepertinya ini dari pondok janda, Tuan?"
Mike terkejut mendengarnya lantas dia kembali bangkit dan beranjak menuju kamar Josh. "Astaga!"
"Kenapa, Tuan?"
"Ternyata teman saya sudah pulang, Nona. Tuh, dia sedang tidur dengan wanita?"
__ADS_1
"Wanita? Siapa?"
Mike kembali duduk. "Tidak tahu. Mungkin orang pondok janda. Dia juga ikut tidur."
"Apa nggak sebaiknya dibangunin? Ini udah siang loh. Bukankah Tuan akan pergi belanja."
"Ah iya, kenapa saya jadi lupa begini," ucap Mike sembari menepuk keningnya. "Baiklah, aku bangunin teman saya dulu."
Rafiya mempersilakan, dan Mike kembali bangkit menuju kamar Josh.
Di hari yang sama, tapi di tempat lain, nampak tiga orang yang semalam merencanakan sesuatu, sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampung dimana banyak janda yang tinggal disana. Mereka mempersiapkan segalanya sebaik mungkin agar apa yang mereka rencanakan bisa berjalan dengan lancar.
"Jika semuanya sudah siap, sebaikya kita berangkat sekarang."
"Beres, sudah aku cek semuanya. Tidak ada yang tertinggal satupun."
Bagus! Jadi lebih baik, kita jalan sekarang, ayo."
"Siap!"
...@@@@@@...
__ADS_1