
Siang itu dari balik jeruji besi, seorang pria bule nampak menggenggam layar ponsel dengan sangat kencang. Saking kencangnya, bahkan nadinya sampai terlihat menonjol seperti menembus batas kulit di tangannya. Matanya memerah dan rahangnya mengeras. Pria bule itu terlihat sangat marah setelah dia selesai melakukan panggilan telefon.
Dialah Red. Niat hati ingin meminta pertolongan pada sang bos agar mau membebaskan dirinya dalam penjara. Namun yang terjadi, Smitt, orang yang selama ini dia layani justru malah angkat tangan, tidak ingin membantu Red lepas dari jeratan hukum yang membelenggunya saat ini.
Red sungguh tak habis pikir, pengorbanannya selama ini kepada Smitt justru mendapat balasan yang sangat melukai harga dirinya. Smitt tentu saja lepas tangan karena tidak ingin kejahatannya terendus oleh aparat. Apa lagi kejadiannya di negeri orang, maka itu Smitt harus memutus jalinan kontak dan hubungan apapun dengan Red agar dirinya selamat, tidak terseret kasus yang menimpa anak buahnya itu.
"Smiit! Tunggu pembalasanku!" sumpah Red dengan segala amarah yang membakar dadanya.
Keadaan Red yang sedang terpuruk berbanding terbalik dengan keadaan dua oang yang menjadi buruan Red. Josh dan Mike saat ini benar benar disambut dengan suka cita oleh penduduk kampung janda, karena kembali menjadi penolong bagi warga di sana. Kedatangan mereka yang sudah ditunggu sejak pagi tentu menjadi kebahagian sendiri para warga yang kemarin sempat merasa bersalah.
Di saat bersamaan datangnya dua bule itu, bertepatan dengan perginya dua bule yang lain. Daniel dan Alex terpaksa diminta untuk meninggalkan kampung janda secepatnya oleh Pak kades karena Pak kades cukup kecewa dengan kebohongan atas kedatangan dua bule tersebut.
Sedangkan Ken, masih diijinkan berada di kampung tersebut,nkarena sejak datang, bule berwajah oriental itu, tidak terkesan begitu jahat dan juga memberi alasan yang tepat tanpa berniat menipu para warga.
Meski para warga menyambut kedatangan kembali dua bule dengan sangat antusias, Josh dan Mike merasa kalau sikap Pak kades sedikit berbeda dari biasanya. Tidak ada kehangatan yang terlihat pada wajah dan sikap pemimpin kampung tersebut. Yang ada rasa canggung dan terkesan dingin saat kedua belah pihak saling berhadapan di teras rumah Pak kades.
__ADS_1
"Jadi pekerjaan kalian yang sebenarnya adalah penipu dan pencuri benda langka dan mahal," ucap Pak kades dengan tatapan lekat yang terlihat ada rasa kecewa di bola matanya.
Josh dan mike saling tatap sejenak lalu mereka kambali menatap kepala kampung dihadapannya. "Setidaknya, kami datang ke kampung ini, dari awal tidak ada niat untuk menipu maupun mencuri sesuatu, Pak kades," jawab Josh dengan tenang.
Pak kades melemparkan pandangannya kepada para warga yang juga sedang menyaksikan pembicaraan tersebut. Meski mereka tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh pak kades dan dua bule karena terkendala bahasa, tapi para warga mengerti kalau pembicaraan yang terjadi adalah sesuatu yang sangat serius.
Sedangkan Ken sendiri memilih diam meski dia tahu apa yang dibicarakan olah Pak kades dan dua bule itu. Biar bagaimanapun Ken mengerti, mereka memang harus membicarakannya baik baik karena dua bule itu sudah terlalu jauh mengambil hati para warga termasuk hati Pak kades karena kebaikan Josh dan Mike.
"Yah, mungkin salah saya juga, karena terlalu kasihan pada kalian saat bertemu di pulau kosong dan membawanya kesini tanpa bertanya lebih jauh," ucap Pak kades sembari mengenang masa dimana dirinya bertemu dua bule itu pertama kali.
"Justru dari sanalah, kami berterima kasih karena saat itu Pak kades dan teman teman menolong kami. Pak kades tahu kondisi kami saat itu bagaimana. Bisa saja kalau kami tidak bertemu dengan Pak kades, mungkin kita sudah tidak ada di muka bumi ini," balas Josh.
"Apa para warga tahu, siapa kami sebenarnya?" tanya Mike.
"Jika mereka tahu mungkin mereka tidak akan seantusias seperti saat ini saat menyambut kedatangan kalian kembali," jawab Pak kades. Josh dan Mike merasa lega mendengarnya.
__ADS_1
"Syukurrlah kalau mereka tidak tahu, kami cuma tidak ingin para warga merasa dibohongi karena pekerjaan kami," ucap Mike lagi.
"Lalu apa rencana kalian berikutnya?"
Josh dan Mike kembali saling pandang sejenak, lalu mereka mengatakan rencana mereka selanjutnya sesuai yang telah dibicarakan oleh Mike dan Josh sebelum bertemu kembali dengan Pak kades dan para warga. Pak kades awalnya terkejut tapi setelah dicerna dengan baik, dia pun mengerti.
"Baiklah, akan saya katakan pada para penduduk," ucap Pak kades dan dua bule itu mengangguk. pak kades lalu berdiri dan meminta para warega berkumpul dan saling merapat.
"Dengarkan saya baik baik!" teriak Pak Kades lantang. "Saya akan mengumumkan, besok Tuan bule akan mengadakan pesta untuk kita selama tiga hari tiga malam sebagai tanda terima kasih atas kebaikan kalian, apa kalian setuju!"
"Setuju!"
Para warga dengan semangat menyambut niat baik bule itu. Entah apa yang akan terjadi setelah pesta berakhir, yang pasti Josh dan Mike ingin memberikan kesan terbaik sebelum mereka meninggalkan kampung janda. Dan pada akhirnya senyum kebahagiaan terpancar dari semua yang ada di sana.
Selamat Josh dan Mike, semoga kisahmu juga memberi kesan kepada para pembacamu. terima kasih.
__ADS_1
...@@@@@...
Akhirnya, petualangan dua bule berakhir dengan bahagia. Terima kasih para reader yang sudah mengikuti kisah ini sejak awal ya? Terima kasih atas dukungannya. Maaf jika ceritanya terlalu aneh dan banyak kekurangan. Jangan lupa, kunjungi cerita othor yang lainnya ya? Di jamin pasti seru. Makasih