
Suasana kampung janda memang terasa cukup menenangkan. Apa lagi suasana kampung itu, hampir wilayahnya di kelilingi kebun dan hutan, menjadikan suasananya lebih terasa sejuk serta mendamaikan hati dan pikiran orang, yang merasa jengah dengan suasana kota. Hamparan kebun nan hijau serta ladang yang baru saja di tanami bibit tanaman. Juga pemandangan hijau dari hutan, sangat memanjakan mata, yang selama ini hanya sering memandang kota dan segala kebisingannya.
Begitulah yang dirasakan Josh saat ini. Dia bahkan bisa meredakan amarahnya yang menggelegar hanya dengan memandang hamparan hijau yang ada di depan matanya. Dan amarah Josh benar benar menghilang saat seorang wanita si pemilik kebun datang dan langsung berbagi cerita dan tawa bersamanya.
Namun suara ceria yang tadi mewarnai obrolan keduanya yang saat ini berada di dalam gubug di tengah kebun, berubah menjadi cerita sendu saat Josh mulai menyinggung soal kehidupan pribadi wanita itu. Ada rasa tak enak dalam diri Josh saat mendengar cerita tentang keadaan rumah tangga wanita tersebut.
"Maaf, Nona, saya todak bermaksud ..."
"Tidak apa apa, Tuan," balas wanita itu segera memotong ucapan Josh. "Lagian akan lebih terasa ringan jika kita menceritakan beban yang ada di hati kita daripada memendamnya sendiri. Yang ada kita malah stres dan bisa emosi sendiri jadinya."
Melihat wanita itu tersenyum, sontak saja Josh juga ikut tersenyum. Tapi yang menjadi pemikirn Josh sekarang adalah ucapan yang baru saja terlontar dari mulut si wanita itu. Apa yang dikatakan olehnya memang benar, jika ada masalah yang membebani, memang lebih baik kita menceritakannya kepada orang terdekat kita. Meski kadang tidak menemukan solusi, setidaknya beban yang ada di hati bisa terasa berkurang, dan itu sangat melegakan.
__ADS_1
"Lalu, langkah apa yang akan Nona ambil? Apa Nona akan mempertahankan pernikahan atau berakhir sama seperti yang lain, yaitu perceraian?"
Wanita itu kembali tersenyum lalu merubah posisi tubuhnya dengan cara meletakkan telatak tangan ke belakang papan yang dia duduki untuk menopang tubuhnya, hingga dadanya yang cukup besar terlihat membusung. "Saya sih hanya menunggu keputusan suami saya saja, Tuan. Mau cerai ya ayo, mau lanjut ya silakan. Lagian kita sudah pisah rumah sejak enam bulan yang lalu."
"Kenapa bisa begitu?" tanya Josh yang sesekali melirik ke arah wanita yang terlihat seksi dengan duduk seperti itu. Apalagi daster selutut yang dia pakai agak tesingkap ke atas dan memperlihatkan sesuatu yang putih dan sangat mulus.
"Ya bisa saja. Kalau dia bisa berubah dan memilih saya ya oke, kita bisa melanjutkan rumah tangga kita. Tapi kalau dia tetap seperti itu ya udah mending kita cerai. Lagian tanpa uang suami juga aku masih bisa bertahan hidup. Lihat, aku punya kebun, punya keluarga dan teman teman, dan punya anak yang paling utama. Meski saya bukan keluarga kaya, setidaknya saya masih berusaha untuk membahagiakan anak saya."
"Ternyata Nona wanita yang hebat. Nona masih mau bertahan di dalam kondisi yang sangat buruk sekalipun," pujian josh sontak membuat wanita itu menoleh dan tersenyum tipis lalu kembali menatap hamparan hijau di hadapannya.
"Lalu, Tuan sendiri bagaimana? Pria setampan Tuan bule, pasti kehidupannya sangat menyenangkan. Pasi banyak wanita cantik yang mengelilingi kehidupan Tuan bule ya?" tanya wanita itu kembali menatap pria di sebelahnya.
__ADS_1
"Hahaha ..." tawa Josh langsung pecah. "Tapi ya emang benar sih, saya selalu dikelilingi wanita cantik. Bahkan saat saya duduk disini sendirian pun, tiba tiba ada bidadari yang menghampiri. Beruntung banget ya saya?"
Mendengar gombalan yang terlontar dari mulut Josh, membuat wanita itu berdcih lalu terkekeh. "Ternyata selain tampan, Tuan bule bisa bercanda juga."
"Siapa yang bercanda, Nona. Saya serius loh. Nona itu cantik kayak bidadari dan juga tangguh. Nona wanita yang hebat."
"Hahaha ... apa Tuan sedang merayu saya? Awas kalau saya luluh, apa Tuan mau tanggung jawab? Saat ini saja saya sudah sangat terpesona dengan ketampanan Tuan bule ."
Josh sontak tesenyum. Sekarang dia tahu ke arah mana pembicaraan ini akan berlanjut. Tugas Josh hanya tinggal memancingnya dengan rayuan. Main di kebun, tak masalah, pikir josh.
...@@@@@@...
__ADS_1