BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Awal Mula Malam Panjang


__ADS_3

"Sepertinya Tuan Bule sangat menyukai kopi? Apa kopi buatan saya seenak itu, Tuan?"


"Tentu, ini sangat enak," puji Mike sembari meletakkan cangkir kopinya, lalu menoleh ke arah Marina. "Kalau yang bikin kopi kira kira rasanya enak nggak, Nona?"


Kening Marina berkerut. Dia tidak sadar dengan kode yang Mike lontarkan. "Maksud, Tuan?" tanya Marina sembari berusaha mencerna ucapan pria di hadapannya.


Mike berpikir kalau Marina hanya pura pura tidak tahu. Dia lantas mengulang ucapannya kembali, tapi kali ini sembari menggenggam jemari wanita itu sembari berbisik. "Apakah kamu sama enaknya dengan kopi yang kamu buat? Bagaimana kalau aku juga menikmati pembuat kopinya yang cantik ini? Apa boleh?"


Wajah Marina langsung memerah. Dia terdiam, tidak mengiyakan ataupun menolak. Marina menunduk dengan perasaan yang tak menentu. Dari diamnya Marina, Mike tahu kalau wanita itu sebenarnya mau. Mungkin karena ini baru pertama kalinya Marina bersama laki laki lain selain suaminya, jadi dia masih merasa canggung.


"Apa tuan bule sedang merayuku? Padahal saya tidak cantik loh. Kalau saya cantik, mungkin suami saya masih setia berada di sini," balas Marina dengan suara yang agak bergetar. Bukan karena takut, tapi lebih ke arah grogi dan canggung.


Mike lantas tersenyum lalu dia meraih dagu Marina agar mendongak dan menatapnya. "Tapi di mata pria lain termasuk saya, kamu itu wanita yang sangat cantik, Nona."


Marina terpaku, dadanya makin bergemuruh hebat saat Mike menatapnya dengan lekat. Tubuhnya kaku, seperti tidak ada daya dan kekuatan untuk menolak pesona bule itu. Wajah Mike perlahan maju dengan tangan mendongakkan dagu Marina. Lalu tanpa Ragu Mike metempelkan bibirnya pada bibir Marina serta memainkannya.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Lalita juga tidak bisa berktutik saat pinggang rampingnya dipeluk oleh lengan kekar dan bertato milik Josh. Sama seperti Marina, Lalita juga merasakan kegelisahan yang luar biasa. Bukan karena takut, tapi lebih kepada rasa penasaran berhubungan dengan pria lain selain suaminya.


"Sejak menikah, berapa kali kamu melayani suami kamu, Nona?" tanya Josh sembari meraih jari lentik wanita yang duduk di pangkuannya.


"Melayani yang bagaiamana, Tuan?" Lalita malah melempar pertanyaan kembali. Suaranya agak bergetar. Matanya lekat menatap jari kekar Josh yang memainkan jari wanita itu.


"Melayani suami kamu di atas ranjang dong, Nona cantik. Dulu sampai berapa kali?"


"Seingatku tidak lebih dari lima kali, Tuan. Karena dua minggu setelah menikah, dia harus berangkat merantau ke pulau seberang bersama saudaranya."


"Mungkin kalau suami saya tidak berselingkuh, saya juga tidak akan seperti ini, Tuan. Setidaknya saya masih bisa bertahan. Tapi jujur sejak melihat Tuan ada di desa ini, saya semakin penasaran rasanya berselingkuh itu seperti apa."


Senyum Josh langsung merekah sempurna. "Ya sudah, sekarang kamu duduknya hadap sini, Nona?"


Sejenak kening Lalita berkerut, tapi dia tetap menuruti permintaan Josh. Lalita memutar badannya dan kini wajah wanita itu berhadapan sangat dengan dengan wajah bule idamannya. Kedua tangan Josh membimbing tangan Lalita agar menyentuh dan membelai wajah berjambang milik pria di hadapannya.

__ADS_1


"Ternyata Tuan bule lebih tampan jika dilihat dari dekat," puji Marina. Josh hanya tersenyum manis dan hal itu semakin membuat Lalita salah tingkah.


"Sekarang cium bibirku, Nona," titah Josh tiba tiba sampai mata Lalita memebelalak tak percaya.


"Tapi, Tuan ..."


"Sudah, lakukan saja. Bukankah tadi kamu bilang ingin melayaniku?"


Lalita terbungkam. Nyatanya memang benar, dia ingin melayani pria bule itu. Dengan segala rasa degup di dada, Lalita perlahan mulai menggerakkan kepalanya dan dengan agak ragu wanita itu menempelkan bibirnya pada bibir Josh. Niat hati Lalita hanya ingin menempel sejejak, tapi tanpa sepengetahuan dia, tangan Josh bergerak dan menahan kepala belakang wanita dipangkuannya hingga perang bibir terjadi dalam waktu yang lebih lama.


Sejenak bibir keduanya terlepas dan mata mereka beradu. Senyum Josh merekah indah, sedangkan senyum Lalita tersungging sedikit dengan nafas yang tidak beraturan.


"Santai aja, Nona cantik. Jangan dibuat tegang ya? Kita nikmati malam ini bersama," ucap. Josh lembut, selembut tanganya yang membelai pipi Lalita. Wanita itu hanya tersenyum sembari menetralkan gejolak di dadanya yang meledak ledak.


"Sekarang cium lagi," titah Josh. Karena sudah meraskan nikmatnya bibir bule, kali ini Lalita langsung bergerak maju dan menyerang bibir Josh. Awalnya bibir mereka hanya bergerak pelan, tapi tak lama setelahnya perang bibir itu semakin ganas dan Liar, dan perang bibir itu sebagai tanda kalau malam ini akan terjadi sesuatu yang indah dan penuh rasa nikmat.

__ADS_1


...@@@@...


__ADS_2