BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tak Terduga


__ADS_3

"Bukankah itu Josh dan Mike? Mereka masih hidup? Tinggal dimana mereka? Wah! Sepertinya aku harus mengikutinya!"


Orang itu segera saja bergegas menuju ke tempat mobik dimana kendaraan itu terparkir. Dengan sangat tergesa gesa, dia segera saja melajukan mobilnya ke arah jalan, dimana jalan tersebut merupakan jalan yang tadi di lalui oleh mobil yang di kendarai Josh dan Mike. Orang itu tidak mau kehilangan dua pria yang sangat dia kenal.


Mobil itu melaju cukup kencang. Orang yang mengemudikan mobil tersebut, tentu saja tidak ingin membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja. Biar bagaimanapun, Josh dan Mike adalah orang yang tidak bisa dianggap remeh menurut dia. Sampai tak butuh waktu lama, orang tersebut berhasil menemukan mobil yang dikendarai dua orang yang pencuri yang dianggap hilang. Orang itu langsung saja menambah kecepatan laju mobilnya agar jarak dengan mobil yang sedang dia ikuti lebih dekat.


Sedangkan Josh dan Mike sendiri tidak menyadari kalau mereka ada yang mengikuti. Mungkin karena jalan yang mereka tempuh merupakan jalur yang cukup ramai dan banyak mobil berlalu lalang, jadi keduanya tidak tahu kalau ada mobil yang mengikuti mereka saat ini.


Namun ketika mobil yang dberisi Josh dan Mike memasuki jalan yang menuju kampung tempat tinggal mereka, Josh mulai menyadari kalau ada sebuah mobil yang mengikuti mereka. Begitu Mike dikasih tahu tentang apa yang Josh lihat dari kaca spion, Mike langsung menoleh ke belakang dan mata Mike lansung membelalak.


"Ah iya!" seru Mike. "Tapi,bapa benar mobil itu mengikuti kita, Josh?"


"Aku yakin sih iya. Kalau tidak, kenapa mobil itu terus berjalan di belakang kit?"


Mike nampak tercengung. Jawaban yang dilontarkan Josh dan juga kesimpulan dari hasil pemikirannya, menimbulkan bimbang dalam hati Mike. "Tuan, untuk menuju kampung janda, kira kira kalau dari sini, kita melewati beberapa desa lagi?" tanya Mike pada si pemilik mobil yang juga merangkap sebagai supir.

__ADS_1


"Tinggal dua desa lagi karena kita sekarang sudah memasuki desa yang tertama. Kenapa, Tuan?"


"Tidak apa apa, saya cuma tanya aja. Soalnya kayak jauh banget jaraknya," balas Mike dusta. Beruntung sang supir tadi tidak mengerti pembicaraan Mike dan Josh, karena mereka berbicara dengan menggunakan bahasa dari negara asal mereka.


"Tuan, apa bisa kita berhenti sejenak?" pinta Josh tiba tiba.


"Berhenti? Tuan mau ngapain? Ini sudah hampir gelap, Tuan. Apa Tuan akan buang air kecil?"


Awalnya Josh bingung, mau memberi alasan apa karena tiba tiba minta berhenti. Namun, saat sang supir berkata tentang buang air, Josh langsung mengiyakan. Padahal dia sendiri mana pernah buang air sembarangan seperti ini. Josh sebenarnya hanya hanya ingin mengetes mobil yang berjalan di belakang mereka.


"Apa mereka tahu kalau mereka sedang diikuti? Wahh, sialan! Kenapa aku ikutan berhenti juga?" Orang itu benar benar merutuki kebodohannya sendiri. Dengan sedikit tergesa, dia kembali menjalankan mesin mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya kemanapun itu asal bisa mengalihkan perhatian mobil di depannya


Namun sayang, dia terlambat bergerak. Begitu lampu mobil menyala, Matanya dikejutkan dengan sosok Josh yang sudah berdiri di hadapannya. tempat sekitar yang cukup gelap membuat orang itu tidak terlalu waspada akan daerah sekitarnya. Josh memerintahkan orang yang berada di dalam mobil untuk keluar. Betapa terkejutnya Josh saat mengetahui orang yang mengikuti dirinya. Ken!"


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di tepian hutan yang letaknya tak jauh dari kampung janda. Terlihat tiga orang yang hendak melakukan aksinya, sedang mempersiapkan segalanya sembari menyusun rencana dan strategi.

__ADS_1


"Gimana? Apa kamu sudah memantau tempat yang akan kita serang?" tanya orang kesatu.


"Sudah, Yang aku lihat sih, aman. Benar benar tidak ada laki laki disana." jawab orang kedua.


"Lalu, kita akan menyerangnya lewat mana? Lewat belakang apa depan?" tanya orang ketiga.


"Lebih enak lewat belakang lah. Kan, kita bisa menyusup melalui kebun mereka. Kalau lewat depan, takutnya ada yang curiga karena tempatnya berhadapan dengan rumah penduduk," jawab orang kedua.


"Hahaha ... benar juga," orang ketiga malah terkekeh.


"Baiklah. Dua jam lagi kita bergerak di saat mereka sudah pada tertidur. Sekarang kita santai dulu," ucap orang pertama.


"Siap!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2