BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Keadaan Mencekam


__ADS_3

Seiring dengan bergulirnya waktu yang sudah cukup malam, dengan disertai bujuk rayu lembut penuh perasaan, wanita haus belaian yang sedang menemani seorang bule, akhirnya luluh di tangan sang bule yang memiliki pesona luar biasa. Memang tidak bisa dipungkiri apa yang ada pada diri bule bernama Josh, bisa meluluh lantakan hati wanita. Diamnya Josh saja bisa membuat wanita terpesona, apa lagi jika Josh mengeluarkan rayuan mautnya. sungguh wanita akan semakin merasa hanyut dalam pesonya.


Selain karena kuatnya pesona yang dimiliki si bule, si wanita juga memang sangat merindukan sentuhan lembut seorang pria. Makanya wanita itu tak mampu menolak di saat ada pria tampan di depan matanya. Apa lagi malam ini cukup dingin, ditambah satu rumah hanya ada dua nyawa yang ada disana, membuat si wanita tak kuasa menolak rayuan lembut dari mulut bule tersebut.


Saat ini si wanita dan si bule sudah berpindah tempat. Dari yang awalnya mereka duduk berdua di kursi yang ada di rumah itu, kini keduanya sedang saling menempelkan bibir di atas ranjang yang biasa digunakan untuk tidur si bule. Perang bibir itu terlihat sangat panas bahkan satu persatu kain yang menempel pada tubuh si wanita sudah terlepas oleh tangan kekar nan nakal milik si bule.


"Aku masukin sekarang ya, Sayang? kamu siap?" tanya pria bule dengan suara berat nan lembut, terdengar sangat seksi di telinga sang wanita. Tentu saja sang wanita bernama Sansan langsung mengangguk dengan tatapan sayu penuh hasrat. tak dipungkiri, dirinya juga sudah sangat ingin merasakan milik pria bule yang tadi dia nikmati menggunakan mulut sebelum mereka pindah kamar.


Josh tersenyum manis, dia mengecup wanita itu dengan lembut lalu tangannya terlulur meraih bungkus pengaman yang tergeletak di atas meja, tak jauh dari ranjang. Josh mengambil satu bungkus dan membukanya.


"Kenapa pakai itu, Tuan? Katanya kalau pakai pengaman, rasanya tidak enak?" Sansan sedikit protes. Dia cukup terkejut saat Josh mengambil pengaman tadi.


"Kata siapa? Sama sama enak kok, Sayang. Dan ini demi keamanan kita ya," balas Josh sambil memasang pengaman itu ke batangnya. "Kita coba ya, Sayang."

__ADS_1


Sansan yang hasratnya sudah sangat meninggi hanya mampu mengangguk pasrah. Matanya terus memperhatikan batang josh yang sedang mempersiapkan diri memasuki lubang yang sudah empat tahun tidak pernah tersentuh.


"Akhh ..." rintihan nikmat sekaligus perih keluar dari mulut Sansan begitu Josh mulai memasukan miliknya secara perlahan.


Di malam yang sama, di saat josh sudah mulai menikmati malam panjangnya, Mike justru sedang dibuat tegang di tempatnya berada saat ini. Bukan tegang karena isi celananya, tapi tegang karena suasana yang dia alami cukup mencekam. Tak jauh dari tempat persembunyian Mike, matanya menangkap sosok yang sedang berjalan dengan penuh hati hati menuju kamar yang dia tempati. Hingaa saat sosok itu sudah berada di depan kamar, sosok itu mulai mengetuk pintu secara pelan.


Di saat dua sosok tubuh itu mulai beraksi, di saat itu pula Josh langsung menyalakan lampu sesuai petunjuk dari wanita yuang sekarang sedang ketakutan di kamarnya. Betapa terkejutnya dua orang itu saat lampu ruangan menyala. Keduanya langsung mengedarkan pandangan ke sekitar tempat mereka berada dan mereka semakin dibuat terkejut dengan adanya sosok bule yang sedang bersilang tangan di dadanya, memandang tajam ke arah dua orang itu.


"Siapa kalian, hah!" bentak Mike dengan suara yang sangat lantang dan menggunakan bahasa inggris pastinya. suara Josh yang cukup keras tentu saja membangunkan beberapa penghuni kamar yang letaknya lebih dekat dengan tempat keberadaan Mike.


"Tutup pintu kalian, ada penyusup di sini!" teriak Mike langsung memberi perintah. Sontak saja para wanita yang masih terseerang reasa ngantuk langsung membelalak dn hilang rasa kantuknya.


"Maksud, Tuan?"

__ADS_1


"Tutup pintunya cepat!" bentak Mike tanpa mengalihkan pandangannya pada dua pria yang sedang berpikir keras untuk melakukan sesuatu di dekat pntu kamarnya.


Tanpa banyak tanya lagi, para wanita langsung melaksanakan perintah Mike. Bahkan diantara mereka ada yang melihat dua pria lain di depan kamar Milke.


"Ah sial! Sepertinya kita harus lawan bule itu, Bro. Kamu siap."


"Siaplah, kita serang saja sekarang, sudah kepalang tanggung."


"Oke, siapkan senjatamu."


Beres."


...@@@@@...

__ADS_1


Mampir yuk ke karya baru othor



__ADS_2