BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Kejujuran Para Janda


__ADS_3

Eh itu Tuan bule!" tunjuk salah satu orang saat melihat kedatangan Josh dan Mike. Mendengar kata Tuan bule, sontak orang orang yang ada di depan tempat tinggal dua bule itu langsung menoleh dan senyum mereka secara bersamaan langsung terkembang. Mereka lantas menyambut kedatangan si penghuni rumah dengan wajah yang begitu ceria.


Sedangkan dua orang yang ditunggu masih menampakkan wajah heran dan penuh tanya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Kedua pria itu masih bingung kenapa para penghuni pondok janda pada berkumpul dikediaman mereka. Salah satu dari mereka lantas melempar pandangannya ke arah seorang pria yang memilih duduk di tempat lain.


Pria yang di tatap Josh dengan penuh tanya pun nampak acuh. Dia tetap santai memainkan ponselnya meski dia tahu tidak ada sinyal disana. Tentu saja sikap pria berwajah oriental itu membuat geram Josh dan berpikir kalau pria itu pasti ada sangkut pautnya dengan berkumpulnya penghuni pondok janda di rumah tersebut.


"Tuan bule darimana saja? Kami sudah lama nungguin kalian loh?" celetuk salah satu janda sembari menghampiri Josh dan Mike.


"Iya, Tuan, darimana aja sih? Kok tuan Josh malah nggak pake baju dan sandal?"


Josh dan mike yang rasa herannya belum hilang sepenuhnya, kembali dibuat tercengang dengan ucapan wanita yang menembut nama Josh. "kalian tahu nama saya?" tanya Josh sambil melirik ke arah Ken.


Ken yang marasa kalau Josh menatapnya tajam tentu saja mengerti arti dari tatapan pria itu. Josh pasti menaruh curiga pada Ken atas apa yang sedang terjadi. "Bukan saya yang memberi tahu nama kalian. Jangan memandangku seperti itu," ucap Ken nampak tidak terima dengan pandangan josh yang seakan akan menuduh Ken.


"Saya memang sudah tahu nama tuan sejak lama." balas wanita itu. Walaupun dia tidak tahu apa yang dikatakan Ken, tapi wanita itu cukup peka dengan arti tatapan Josh ke arah Ken. "Saya dan yang lain hanya menghormati Tuan bule saja yang meminta dipanggil seperti itu."

__ADS_1


"Terus kalian rame rame datang kesini pada mau ngapain?" tanya Mike. "Apa ada sesuatu yang penting?"


"Tentu saja ada!" seru salah satunya. "Mending kita masuk dulu, Tuan. Nggak enak bicara di luar rumah seperti ini."


Josh dan Mike mengangguk setuju. Mereka lantas langsung masuk ke dalam rumah. Keramaian yang terjadi di depan tempat tinggal dua bule, tentu saja menjadi perhatian beberapa warga sekitarnya, salah satunya seorang wanita yanmg pernah tidur dengan Mike.


Lalita yang memang saat itu berada di halaman rumahnya sendiri sambil menjemur pakaian, nampak penasaran dengan apa yang terjadi di rumah tuan bule. Rumah Lalita memang dekat jadi dia langsung saja beranjak menuju ke rumah bule dengan segala rasa penasaran yang ada.


Saat para penghuni hendak membuka obrolan, mereka cukup terkejut dengan hadirnya Lalita di sana dan mereka langsung menunjukkan wajah tak sukanya kepada wanita itu. Berbeda dengan Mike, karena merasa kenal, Mike tentu saja langsung menyambut wanita itu dengan baik.


Lalita lantas tersenyum dan menggeleng. "Nggak ada apa apa, Tuan. Penasaran aja kenapa disini rame."


"Eh ini bukan urusan kamu," salah satu janda mengeluarkan suaranya dengan ketus. "Mending kamu pulang deh, ini urusan Tuan bule dengan kita, para penghuni pondok janda."


"Iya, benar mending kamu pulang, ngapain berada disini? Nggak penting juga," salah seorang menimpali dengan nada tak kalah ketus dan terasa menohok.

__ADS_1


"Kok kalian ngomongnya gitu?" tanya Josh Heran dengan suara sedikit meninggi karen kaget dengan sikap para janda terhadap Lalita. "Jangan bersikap seperti itu sama tetangga."


"Lah, kan memang dia nggak ada urusan sama kedatangan kami di rumah ini, Tuan. kok Tuan malah membela dia sih?" protes salah satu janda dan didukung oleh janda yang lainnya.


"Siapa yang membela siapa? Dia itu rumahnya dekat di sebelah rumah ini. Ya wajar dong kalau dia penasaran. Jika kalian tidak ingin Nona Lalita ada disini, ya tidak perlu seperti itu sikapnya."


"Nggak apa apa, Tuan bule. Maaf. Sepertinya saya yang tidak melihat keadaan," ucap Lalita yang merasa tak enak sendiri. Dia pun akhirnya memilih pamit.


MIke mengiyakan dengan perasaan tak enak. Biar bagaimanapun Lalita juga pernah membantu mereka meski dalam bentuk makanan. Mike lantas menatap tajam kepda para janda hingga mereka sedikit merasa takut melihat wajah keasl mike.


"Katakan, ada perlu apa kalian rame rame kesini?" tanya Mike dengan nada tinggi karena perasaaan kesalnya.


dengan ragu salah satu dari mereka menjawab, "Kami kesini ingin menyatakan kalau kami jatuh cinta pada Tuan bule."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2