
"Tadi saat saya keluar rumah, saya melihat Tuan bule, jadi saya kesini deh, karena memang ada yang ingin saya tanyakan."
"Tanyakan saja, silakan."
"Tuan, Apakah Tuan bule mau menjadi selingkuhan saya?"
Kening Josh langsung berkerut begitu mendengar pertanyaan wanita di sisinya. Sedangkan wanita itu berusaha bersikap tenang melawan degup jantungnya yang begitu kencang karena tatapan tajam nan dalam yang Josh layangkan kepadanya. Wanita itu benar benar menahan dirinya yang sudah berpikir nakal dengan suguhan tubuh atletis di sebelahnya.
"Apa Nona ingin selingkuh?" tanya Josh setelah tadi sempat terdiam sejenak saat mencerna ucapan wanita tersebut. "Oh iya, nama anda siapa, Nona?"
Wanita itu sontak tersenyum lebar. "Nama saya Lalita, Tuan. Kalau Tuan bule mau ya aku ingin selingkuh dengan anda. Tuan bule jangan khawatir, saya juga sedang mengajukan surat perceraian kok."
"Loh kenapa? Kok cerai?" tanya Josh yang sepertinya mulai penasaran dengan kehidupan wanita yang duduk di sebelahnya.
"Suami saya berselingkuh dua bulan terakhir ini. Dia bahkan tidak mengakui kalau dia sudah menikah. Beberapa hari yang lalu, saya telah menghancurkan acara pernikahan suami saya dan selingkuhannya."
Mata Josh sedikit membelalak mendengar cerita Lalita. "Benarkah? Wah, parah kalau gitu."
__ADS_1
Lalita mengangguk, lalu dia meneruskan kisah hidupnya. Dari cerita yang dia lontarkan, wanita itu menikah di usia dua puluh tahun dan sekarang pernikahanya yang baru saja berjalan satu tahun harus kandas karena perselingkuhan suaminya. Sangat miris memang kedengarannya. Di usia yang baru menginjak angka dua puluh satu tahun, Lalita harus memilih menjadi janda.
"Apa kamu ingin membalas perbuatan suami kamu?"
Lalita tersenyum getir. Matanya menerawang ke arah kegelapan kampungnya. "Bisa dibilang begitu. Aku pengin tahu, senikmat apa itu berselingkuh, sampai suamiku lupa diri. Sungguh, ini seperti mimpi. Kenapa aku juga harus mengalaminya?"
Josh hanya mampu merekahkan senyumnya. Dia menjadi bingung mau menanggapi perktaan Lalita dengan ucapan seperti apa. Wajar jika Josh merasa kebingungan, karena dia sendiri sering dijadikan selingkuhan oleh para wanita bersuami.
"Jangan terlalu bersedih, Nona. Anggap saja ini adalah ujian hidup yang harus kamu alami," dengan berpura pura bijak, Josh menasehati wanita yang saat ini sedang menunduk. Josh tahu, wanita itu sedang menahan air matanya agar tak tumpah.
Josh lantas berinisiatif membelai rambut Lalita agar wanita itu bisa merasakan ketenangan dan mengangap kalau dia ada yang mendukungnya. Lalita lantas mendongak dan menatap wajah tampan bule yang sedang tersenyum. Entah dapat keberanian dari mana, Lalita langsung melingkarkan tangannya di pinggang Josh dan menyandarkan kepalanya pada bahu bidang pria itu. Josh sempat terkejut, tapi tak lama kemudian, Josh terdiam dan membiarkan wanita itu meluapkan sesak yang menghimpit dadanya.
"Jangan malu malu, sini," Mike meraih kepala Marina dan menaruhnya di dada sebelah kiri. Rasa sedih yang sempat menggelayut hati watina itu, seketika berubah menjadi rasa resaha dan senang yang luar biasa. Hati Marina semakin menghangat saat Mike membelai kepalanya dengan lembut dan tangann yang lain menggenggam jemari wanita itu.
"Marina," panggil Mike lembut.
"Hum? Ada apa,Tuan?" sahut Marina tanpa menatap pria yang melempar pertanyaan.
__ADS_1
"Apa saya boleh bertanya?"
"Silakan."
"Apa anda juga tahu tentang adanya berlian batu biru di kampung ini?"
Mendengar pertanyaan Mike, Marina sontak mendongak. Namun tak lama setelahnya dia menyandarkan kepalanya di lengan kekar milik Josh. Jari mereka masih bertautan layaknya sepasang kekasih.
"Aku sendiri kurang tahu entah siapa yang telah menemukannya. Padahal saat itu aku dan sembilan belas wanita yang ada di kampung ini sama sama sedang berada di dalam hutan."
Kamu dan sembilan belas wanita berada di dalam hutan? Ngapain?" tanya Mike nampak terkejut.
"mencari bahan makanan, kayu bakar. Apapun itu yang bisa dimanfaatkan. Aku dan enam wanita lain yang menemukan pertama kali kotak perhiasan itu. Yang bikin kita heran, kotak itu dalam keadaan bersih. Itu pertanda kalau sebelum kami menemukan kotak itu, berarti ada orang lain yang sudah menemukannya dan membersihkan kotak berlian itu. Mungkin karena tahu itu perhiasan jadi kotakknya sengaja dibuang agar jejaknya tidak kelihatan."
"Apa kamu masih ingat siapa saja yang bersamamu saat itu?"
Marina mengangkat wajahnya dan menatap Mike dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
...@@@@@...