BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tragedi Saat Petang


__ADS_3

"Jangan teriak atau nyawa kalian akan melayang!"


Mata dua wanita yang hendak menuju ke rumah tuan bule langsung saja membelalak saat dari arah belakang ada tangan yang membekap mereka dan mengcungkan senjata tajam. Karena terlalu takut, makanan yang mereka bawa sampai jatuh dan berceceran di atas tanah.


"Ikut kami, cepat!" dua wanita itu jelas sekali merasa ketakutan, Wajah langsung pucat dan mereka tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti kemauan dua pria itu. Mereka tidak menyangka akan mengalami kejadian yang sangat menakutkan seperti ini. Kedua wanita itu dipaksa untuk terus berjalan dalam bekapan dua pria.


HIngga beberapa lama kemudian, mereka sampai di dekat sebuah mobil dan kedua wanita itu dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut. Dua wanita itu juga sempat terkejut saat melihat ada seorang pria bule berada dalam mobil yang sama. Mereka jadi teringat dengan cerita salah satu penghuni pondok janda tentang berlian.


"Tolong Tuan, lepaskan kami," rengek salah satu dari mereka begitu mulut mereka terbebas dari bekapan.


"Diam!" bentak salah satu orang yang memang penduduk asli negara ini. "Kalau kalian pengin aman, kalian diam!"


Dua wanita itu saling berpelukan dengan airmata yang sudah deras mengalir. Takut, itulah yang mereka rasakan saat ini. Sekarang mereka benar benar membuktikan kalau di kampung mereka memang belum aman selama masih ada berlian. Keduanya juga sangat menyesal, seandainya sikap mereka tetap baik kepada tuan bule, mungkin mereka tidak akan mengalami hal seperti ini.


Dua orang yang menculik wanita itu adalah anak buah Red. sesuai yang direncanakan, mereka berhasil mendapatkan penduduk untuk dijadikan sandra agar bisa ditukar dengan berlian. Red yang memang sudah berada di dalam mobil langsung memberi perintah untuk meninggalkan tempat itu. Mobil itu langsung berbalik arah dan melaju meninggalkan kampung para janda.

__ADS_1


Namun sayang, sepertinya rencana Red tidak berjalan mulus. Mereka kembali diikuti oleh mobil yang dikendarai dua orang bule dan supir sewaannya. Tentu saja pengemudi mobil yang mengikuti mobil Red sangat penasaran dengan rencana yang dilakukan anak buah Smitt tersebut.


"Kenapa Red menculik wanita? Apa mungkin dia butuh pelampiasan?" tanya Daniel dengan mata yang terus menatap ke arah depan dimana mobil yang mereka ikuti berjarak cukup jauh.


"Sepertinya lebih dari itu. Apa mungkin wanita itu tahu tentang berlian tuan Arnold? Bukankah tempat yang tadi kita datangi adalah lokasi hilangnya berlian," ucap Alex lalu meminta sang supir menambah sedikit kecepatan mobilnya agar jarak dengan mobil yang dikendarai Red tidak terlalu jauh.


"Ah iya, masuk akal itu! Berarti, kita harus rebut wanita yang mereka culik, gimana?"


"Sipp!"


"Sekarang, waktunya kita beraksi, Niel!"


Kedua bule itu langsung turun dari mobil dan berjalan mengendap mendekati bangunan yang baru saja dimasuki oleh Red. Begitu mereka mendekat, mereka mendengar teriakan dengan bahasa yang tidak mereka mengerti. Karena suara wanita yang diculik terdengar memilukan, Daniel dan Alex tergerak hatinya untuk segera mengambil tindakan.


Brak!

__ADS_1


Ketiga pria yang ada di dalam ruangan sontak saja terkejut mendengar dobralkan pintu yang sekali tendang langsung terbuka. Mata mereka membulat termasuk Red. "Daniel! Alex!"pekik Red.


"Hy Red, apa kabar?" sapa Daniel dengan santainya. Kedua pria itu cengengesan sambil mendekat ketiga pria yang masih nampak terkejut. Sedangkan dua wanita yang ada disana masih berpeluk dan memilih mundur kepojokan ruangan dengan segala rasa takut yang mendera.


"Apa yang kalian lakukan disini, hah!" bentak Red lantang dengan wajah diliputi amarah.


"Tidak perlu dipertanyakan, kamu pasti tahu apa yang kita lakukan disini, bukan?" balas Alex dengan santai dan seakan akan menantang.


"Jangn campuri urusan saya!"


"Oh tentu saja ini menjadi urusan kita. Saya tahu, Red, kamu kesini bukan mencari Josh dan Mike, tapi kamu ke sini untuk merebut berlian bulan biru, benar?"


Red gelagapan. Ternyata niatnya sudah terbaca oleh anak buah Arnold tersebut. "Hahaha ..." Red tergelak untuk menutupi rasa gugupnya karena baru saja ketahuan tujuannya datang kesini. "Jangan asal nuduh kalian! Saya datang kesini karena saya tahu mereka ada disini!" kilahnya lantang.


"Benarkah? kalau begitu apa urusannya kamu menculik dua wanita itu? bukankah mereka penduduk yang lokasinya tepat berada di tempat hilangnya berlian kami?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2