BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Para Musuh


__ADS_3

Semantara itu, dibelahan bumi yang lain, seorang pria berkebangsaan Amerika yang usianya sudah menginjak angka diatas lima puluh tahun lebih sedikit terlihat sedang menikmati hidangan yang tersaji di hadapannya. Hidangan yang terdiri dari beberapa roti, keju dan juga selai serta secangkir kopi menjadi menu makan yang sedang dinikmati oleh pria itu.


Dihadapan pria tersebut, nampak duduk dua orang pria juga yang usianya lebih muda dari pria itu. Mereka lebih memilih menikmati kopi yang tersaji dihadapannya karena memang hanya itu yang diminta dua pria yang berusia diatas tiga puluh tahun itu.


"Apa Tuan Arnold tidak khawatir dengan gerak gerak Ken?" tanya salah satu pria disela sela obrolan yang sedang terjadi diantara mereka.


"Khawattir bagaimana?" jawab pria bernama Arnold ayng sedang mmengoles roti dengan selai coklat.


"Apa Tuan tidak takut kalau suatu hari nanti, dia berkhianat?" entah ada maksud apa salah satu dari dua pria itu berkata demikian kepada bilioner tersebut.


Arnold langsung tersenyum tanpa memandang lawan bicaranya. "Emang Ken mampu berkhianat dari saya? Saya pikir hanya orang bodoh yang akan ingin berkhianat pada saya."


"Yah, harusnya dia memang tidak berani. Tapi bukankah Tuan Arnold juga tahu kalau Ken itu pernah dekat dengan Josh?"

__ADS_1


Arnold masih setia dengan roti selainya. Pria itu memang sangat menyukai roti yang terbuat dari gandum tersebut. "Tentu saja saya tahu. Tapi bukankah Josh dan Mike dikabarkan menghilang? Setidaknya para pembisnis barang mewah seperti saya sekarang sedang bahagia. semoga saja, mereka beneran menghilang dan tidak pernah ditemukan walaupun hanya mayatnya saja."


"Tapi, Tuan. saya dengar dari orang kita yang bekerja di tempat Tuan Smitt mengatakan, kemungkinan, Josh dan MIke berada di daerah yang tak jauh dari keberadaan ken saat ini."


Arnold yang sedang menggigit rotinya nampak terkejut mendengarnya. Keningnya bahkan sampai berkerut dan matanya langsung menatap dua orang yang sedang berbincang dengannya saat ini. "Benarkah?"


"Yah, itu sih menurut informasi yang saya dengar. Apalagi setiap Tuan Smitt mengirim orang untuk melakukan penculikan terhadap warga di salah satu kampung yang lokasinya dekat dengan hilangnya Josh, mereka selalu mengalami kegagalan. Bisa saja itu adalah ulah dari Josh dan Mike."


Arnold nampk tak bereaksi. dia terdiam sembari berpikir bersamaan mulut yang sibuk mengunyah roti yang sudah terlanjur masuk ke dalam mulutnya. Dua orang yang menjadi lawan bicara Arnold malah saling pandang. Dari senyum sinis yang mereka tunjukkan, sepertinya mereka juga ada maksud lain dibalik kedatangannya kali ini.


"Kenapa kamu masih menggunakan orang lokal, Red? Kita hanya membuang buang waktu saja kalau kayak gini. Kita sudah cukup lama mengincar berlian bulan biru dan ini kesempatan kita untuk memilikinya. Tapi kenapa kamu malah memilih penduduk lokal lagi?" oceh Smitt yang terlihat sangat frustasi setelah kegagalan yang dideranya untuk kesekian kalinya.


"Maafkan saya., Tuan Smitt. Saya sendiri juga heran. Padahal kampung tersebut kebanyakan dihuni oleh wanita. sedangkan penghuni laki lakinya kebanyakan pria yang sudah tidak produktif lagi," balas Red yang wajahnya menunjukkan klau dia juga heran kenapa usahnya selalu gagal. hanya sekali yang berhasil dulu sebelum Josh dan Mike ada di desa tersebut.

__ADS_1


"Maaf Tuan Red dan Tuan Smitt. Bukankah orang suruhan Tuan Red yang berhasil kabur kemarin bilang kalau di sana ada pria asing?'


Awalnya kening Red berkerut, mencerna ucapan anak buah yang menyela obrolannya. Tapi tak lama kemudian mata Red melebar. "Ah, iya, benar. Ada pria asing yang katanya menghuni di dalam satu rumah yang isinya wanita semua. Iya, aku ingat itu!"


"Apa dia tahu wajah pria asing itu?" tanya Smitt kepada sang anak buah.


"Tidak, Tuan. Karena kondisinya memang cukup gelap. Tapi dari tangan pria itu ada tatonya, Tuan."


"Apa! Tato? Red, jangan jangan pria asing itu?" Smitt tak melanjutkan kata katanya, tapi tatapannya penuh akan makna


"Ya, jangan jangan dia Mike atau Josh. Baiklah, sepertinya aku harus turun tangan sendiri untuk menyelidikinya."


"Bagus, Red. Segera saja kamu berangkat."

__ADS_1


Red pun mengangguk dengan senyuman licik yang terkembang penuh niat buruk dalam hatinya


...@@@@@@...


__ADS_2