
"Tuan, bangun,sudah pagi," suara lembut seorang wanita dan belaian tangannya di pipi, membuat pria yang matanya masih terpejam mau tidak mau membuka matanya secara perlahan.
"Saya masih ingin tidur, Nona," jawab pria itu dengan suara yang begitu serak khas orang bangun tidur. Pria yang badannya saat ini hanya tertutup kain selimut itu pun kembali memejamkan matanya.
"Nanti, tuan bule yang satunya nyariin bagaimana? Apa Tuan Bule yang satunya sedang berjaga di pondok janda."
Karena tidak mau diganggu pria itu menarik tubuh wanita hingga si wanita terbaring di depannya dan pria itu memeluk erat si wanita hingga wanita itu gelagapan. Tapi itu tak berlangsung lama, setelah mendapatkan posisi yang nyaman, wanita itu memandang lekat wajah yang tetap kelihatan tampan meski matanya terpejam. Wanita itu lantas tersenyum dan dia teringat kalau dibalik selimut yang menutupi tubuh si pria, ada benda yang semalam sudah memberi kepuasan kepadanya. Tangan si wanita pun bergerak masuk ke dalam selimut hingga meraih benda milik si pria dan memainkannya dengan tangan.
Sedangkan si pria bernama Mike, meski matanya terpejam, tapi dia tahu apa yang sedang dilakukan wanita itu saat ini. Dia sengaja diam saja karena dia juga menyukai saat benda di bawah peerutnya dijadikan mainan agar si wanita diam dan tenang, tak mengganggu tidurnya.
Di saat Mike sedang asyik dengan seorang wanita d rumah lain, Josh justru saat ini sedang berolahraga sendirian di depan rumahnya. Karena semalam dia tidak bercinta dan menghabiskan waktu malamnya dengan tidur sendirian, Josh menggunakan waktu paginya untuk berolahraga. setelah melakukan beberapa menit gerakan pemanasan, Josh mulai keluar rumah untuk berlari kecil di sekitar kampung.
Jika biasanya saat berolahraga, Josh akan mamakai pakaian olahraga lengkap dengan sepatunya, saat ini untuk berolahraga, Josh hanya memakai celana kolor dan tanpa alas kaki. Tentu saja apa yang dilakukan Josh menjadi pusat perhatian warga kampung yang akan memulai aktifitasnya. tak jarang pula para wanita memandang kagum dan penuh hasrat ke arah tubuh Josh yang sudah dipenuhi keringat. Josh ingat, tak jauh dari sekolahan ada tanah lapang, dia pun berlari kecil menuju ke arah sana.
__ADS_1
Sesampainya di tempat yang dia tuju, rupanya ada anak anak sekolah yang sedang melakukan olahraga juga. Mereka sedang asyik bermain sepak bola yang di bimbing seorang guru pria. Karena merasa cukup kenal, Josh pun bergabung dengan mereka. Setelah berbasa basi sejenak, Josh memutuskan untuk ikut bermain bersama anak anak.
Setelah waktu olahraga habis, anak anak harus kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar mereka. Sebenarnya anak anak sedikit protes karena ingin diajari kembali oleh Josh, tapi setelah diberi pengertian, mereka akhirnya mau kembali ke kelas mereka. Josh pun memilih beristirahat di salah satu pojok lapangan sebelum dia pulang.
"Tuan bule! Sini!" suara teriakan seseorang yang cukup kencang dan menyebut Tuan bule, membuat Josh spontan menoleh ke arah sumber suara. Kening Josh berkerut saat matanya melihat ada wanita yang melambai dan menawarkan minuman. Josh yang memang sedang kehausan tentu saja tertarik dengan penawaran wanita itu dan dia segera saja beranjak ke tempat si wanita itu berada.
"Terima kasih," ucap Josh tulus sambil menerima segelas air putih dan menenggaknya sampai habis. Wanita dihadapannya hanya mampu menatap Josh dengan penuh rasa kagum. Bahkan saat Josh menenggak air minum pun, pesonanya sangat menggoda wanita tersebut. Senyum Josh terkembang saat menangkap reaksi wanita yang sedang ternganga dengan mata tak berkedip.
"Nona, hei, Nona," panggil Josh lembut setelah air dalam gelas dia habiskan.
"Nona, kenapa? Kok bengong?" tanya Josh dengan sikap puira puranya.
"Tidak apa apa, Tuan, hanya sedang menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan dari dekat."
__ADS_1
sontak saja Josh tersenyum lebar hingga suara tawanya pun pecah. "Nona bisa aja. Terima kasih loh airnya."
Si wanita senyum senyum malu. "Sama sama, Tuan. Apa pagi ini sudah ada yang mengantar sarapan untuk tuan bule?"
Josh sontak menggeleng. "Belum tahu, Nona. Nungkin sudah ada. Tadi waktu saya berangkat olahraga teman saya belum pulang."
Si wanita nampak manggut manggut. "Kebetualan saya sudah masak, kalau berkenan, Tuan silakan sarapan di tempat saya."
"Wahh! apa tidak merepotkan?"
"Tentu saja tidak, mari masuk."
Karena tak enak menolak seseoarang yang sudah berniat baik, Josh pun masuk ke dalam rumah wanita itu. Entah hanya untuk sarapan atau lebih dari sekedar sarapan.
__ADS_1
...@@@@@...