
"Jadi kira kira yang dibutuhkan penduduk desa itu apa saja, Tuan?" tanya seorang pria berwajah oriental kepada pria paru baya yang duduk di hadapannya. Pria yang lebih akrab di panggil Ken itu, kini sedang berbincang dengan kepala kampung. Malam ini dan malam malam berikutnya, Ken memang menginap di rumah orang nomer satu di kampung tersebut.
Kedatangan Ken kesini memang dibarengi dengan niat ingin memberi bantuan dibalik tujuan utamanya. Namun setelah dua hari berada di kampung tersebut dan berinteraksi langsung dengan para warga, hati Ken lebih cepat tergerak untuk segera memberi bantuan yang memang sangat dibutuhkan sebagian besar warga kampung ini.
Tekad Ken semakin bulat, saat mengetahui dua bule yang terlebih dulu berada di kampung tersebut berhasil menarik simpatik warga disana. Meski Ken tahu kalau semua perbuatan Josh dan Mike juga memiliki tujuan tertentu, tapi dirinya cukup kagum dengan sikap yang ditunjukkan dua bule itu dan langkah langkah yang mereka ambil untuk memikat hati penduduk.
"Sebenarnya ada banyak yang dibutuhkan warga kampung ini. Tuan Ken lihat sendiri bukan? Keadaan ekonomi di kampung ini sangat lemah. Bahkan tingkat kemiskinan kampung ini juga berada ditingkat paling bawah dari kampung lainnya."
Ken nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. Dia mengerti maksud dari kata yang diucapkan Pak Kades. "baiklah, Tuan. Mungkin untuk sementara,bsaya akan membantu pada bahan makanan dan pendidikan terlebih dahulu. Karena dua hari saya disini, saya melihat betapa mereka sangat antusias dalam hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan."
Senyum Pak Kades langsung melebar. "Saya serahkan semuanya kepada tangan anda, Tuan. Saya yakin keputusan anda sudah anda pikirkan dengan baik. Apa Tuan butuh seseorang untuk membantu anda?"
"Tidak perlu. Tadi saya sudah minta bantuan kepada salah satu wanita yang ada di pondok janda untuk menemani saya ke kota esok hari. Apa disini ada persewaan mobil, Tuan?"
__ADS_1
"Oh, tentu saja ada. Apa perlu kita sekarang kesana? kebetulan rumah pemilik mobilnya cukup dekat."
"Baiklah. Mari, Tuan kita kesana."
Dua pria itu segera saja beranjak keluar rumah bersama. Saat mereka berada di halaman rumah, mata mereka sempat melihat keadaan rumah lain yang terletak di sisi kanan rumah pak Kades. Rumah itu terlihat sepi dan lampunya sudah padam.
Padahal tanpa mereka sadari, di dalam rumah tersebut, seorang bule sedang berusaha mendamaikan dua wanita yang berseteru sejak beberapa waktu yang lalu. Oleh si penghuni rumah, lampu memang sengaja dimatikan. Hanya ada satu lampu yang menyala di salah satu kamar yang ada dirumah tesebut.
"Kalau damai begini, kan lebih tenang. Nggak perlu pake ribut segala. Kalian jangan khawatir, selama kalian tidak ada hati kepada saya, saya masih mau berhubungan badan dengan kalian," ucap Mike setelah beberapa waktu saling terdiam satu sama lain.
"Maksud, Tuan? Apa Tuan bule malam ini akan ngajak kami main bertiga?" tanya Lalita yang sempat terkejut dengan perkataan Mike barusan. Pertanyaan yang dilontarkan wanita itu juga mewakili isi hati wanita yang saat ini berada di sisi lain dari tubuh Mike.
"Kalau kalian mau ya ayok, kita main bertiga. Tapi kalau kalian nggak mau ya mending kalian pulang semua, adil bukan?"
__ADS_1
Lalita dan Sansan langsung tercekat mendengar jawaban Mike. Keduanya langsung dilanda dilema. "Apa enaknya main bertiga sih, Tuan? Bukankah Tuan pasti nggak bakalan fokus karena harus mamasuki dua lubang? Kalau nggak bisa adil gimana?" tanya Sansan.
"Hahaha ... tentu saja saya bisa adil, dan main bertiga itu sensasinya beda. Kalian belum pernah merasakannya saja jadi kalian menganggap main bertiga itu aneh."
"Emang Tuan bule udah pernah main bertiga?" tanya Lalita lagi.
"Jangankan bertiga, lawan lima wanita sekaligus juga saya pernah."
"Serius, Tuan? Apa Tuan tidak takut terkena penyakit?" dua wanita itu merasa tidak percaya dengan baru saja yang mereka dengar sehingga salah satu diantaranya langsung melempar pertanyaan untuk memastikan.
"Serius, dong. Beberapa kali saya main dengan empat atau lima wanita sekaligus. tentu saja saya takut terkena penyakit, makanya saya punya jadwal dokter sendiri dan pastinya pake pengaman. Gimana? Apa kalian mau mencobanya kita main bertiga?"
...@@@@@...
__ADS_1