BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Ketegangan Masih Berlangsung


__ADS_3

Malam semakin menuju larut, di teras rumah Pak kades, ketegangan yang terjadi di sana belum selesai juga sejak beberapa menit yang lalu. Padahal waktu terus beranjak maju, tapi sepertinya para tamu yang ada disana enggan untuk beranjak dari teras rumah pemimpin kampung tersebut.


Pak Kades sebagai Tuan Rumah juga, saat ini sudah merasa gelisah. Pasalnya, selain dua tamu yang selalu berdebat dan tak mau mengalah satu sama lain, Pak kades juga sudah diserang rasa kantuk akibat lelah, karena tadi siang banyak tugas yang harus dia kerjakan.


Red sendiri juga sebenarnya saat ini sedang dilanda rasa resah juga. Sejak salah satu anak buahnya pergi untuk menunaikan tugasnya, sampai detik ini, anak buah itu tidak kunjung juga memberinya kabar. Red ingin memberi perintah pada satu anak buah yang saat ini bersamanya, tapi dia khawatir tiga bule yang ada di sana akan menaruh curiga lagi.


"Tuan Tuan, sebelumnya saya minta maaf. Berhubung ini sudah sangat malam, apa tidak sebaiknya Tuan Tuan pada pulang? Maaf bukannya saya mengusir Tuan semuanya, tapi saya sebagai tuan rumah sudah sangat ingin istirahat," akhirnya pak kades mampu mengeluarkan kata kata yang dia pendam sejak beberapa menit yang lalu. Dengan berat hati Pak kades harus mengatakan hal itu agar tamunya segera pergi.


Tentu saja para bule yang ada di sana sangat terkejut mendengar kejujuran dari pemimpin kampung tersebut. Baru kali ini dan hanya di negara ini, mereka diperintahkan untuk segera pergi oleh pemilik rumah dengan alasan ngantuk. Tentu saja selain Ken, para bule yang ada di sana menjaadi bingung sendiri.


"Benar kata Tuan rumah. Dia lelah setelah seharian bekerja kesana kemari, dan sekarang harus menemani kalian yang nggak tahu kapan akan pulang. harusnya kalian ngerti, negara ini berbeda dengan negara kita yang bisa bertamu sampai pagi," Ken ikut bersuara dengan menfaatkan keadaan. Mendengar ucapan Ken, para bule yang ada disana langsung menunjukkan muka masamnya.

__ADS_1


"Maaf jika keberadaan kami disini menganggu waktu istirahat Tuan," ucap Daniel. "Tapi kami sendiri tidak ada kendaraan untuk menuju ke kota, Tuan. Sedangkan mobil yang kami sewa, sudah pergi sejak tadi siang. Lagian kan Tuan tadi sudah mengijinkan saya menempati rumah yang disana."


Pak kades terdiam, dia lalu menatap ke arah Red. "Bukankah anda membawa mobil? Kali saja dua mereka tidak betah berada di rumah itu? Mereka bisa ikut mobil anda menuju kota."


Red langsung membelalakan matanya, begitu juga dengan Daniel dan alex. Mana mungkin Pak kades bisa memiliki ide seperti itu? Sedangkan dua kubu itu sebenarnya bermusuhan. Apa jadinya kalau mereka pulang bersama dalam satu mobil. Sedangkan Ken malah tersenyum lebar. Meski dia tidak bersuara, tapi dia sangat setuju dengan ide yang keluar dari mulut Pak kades.


"Apa disini tidak ada penginapan? Sepertinya terlalu malam jika saya harus kembali ke kota. Apa lagi sepanjang kesini, jalanan begitu gelap karena di sebelah kanan dan kiri jalan adalah hutan, apa itu aman?'" Red juga turut memberi alasan yang cukup masuk akal. Biar bagaimanapun apa yang dikatakan Red benar. Meski itu hanya sebuah alasan agar Red tetap bertahan di kampung ini, sepertinya Pak kades mengerti akan ketakutan tamunya.


"Apa Josh dan Mike sudah pasti tidak akan kembali ke kampung ini lagi?" tanya Red dengan segala penasarannya.


"Tidak," jawab Pak kades. "Mereka sudah di usir oleh warga kampung gara gara sebuah berita."

__ADS_1


"Berita?" tanya Red lagi dengan kening yang berkerut.


Pak kades mengangguk dan mengambil kertas yang ada di kolong meja di hadapan mereka. "Gara gara berita ini, entah siapa yang menyebarknya."


Mata Red membelalak. Itu berita yang dia buat bersama anak buahnya. Seketika Red langsung merutuki kebodohannya. Berita itu sebenarnya ditujukan untuk Daniel dan Aelx, tapi malah Josh dan Mike yang pergi.


"Memang apa isi berita ini, Tuan." tanya Daniel yang memang tidak mengerti bahasa berita itu karena tulisan beerita itu dalam bentuk bahasa negara ini.


"Berita tentang peringatan agar warga kampung pada hati hati. Katanya disini ada orang asing yang memanfaatkan keadaan kampung ini demi mengambil berlian yang ditemukan di sini."


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2