
"Red!"
"Siapa?"
"Lihat itu!"
Daniel menoleh ke arah yang ditunjukkan rekannya. "Itu. Red!"
Alex mengiyakan lalu dia menyunggingkan senyum sinisnya. Dua kepala itu menatap gerak gerik Red yang sedang menikmati menu sarapannya sambil berbincang dengan dua anak buahnya. Dari kejadian itu tentu saja kalau mereka berdua akan menggunakan moment ini untuk mencari tahu tentang rencana apa yang akan dilakukan Red di tempat ini.
Sesuai yang telah mereka duga, tak lama setelah menyelesaikan sarapannya, Daniel dan Alex bergegas mengikuti Red dan anak buahnya mengunakan mobil yang mereka sewa bersama supirnya. Mereka sangat yakin kalau Red pasti menuju kampung dimana letak lokasi berlian bulan biru itu hilang.
"Sepertinya mereka sudah memasuki kampung yang dituju, Niel," ucap Alex setelah beberapa jam mereka mengikuti mobil yang dikendarai orang yang mereka kenal.
__ADS_1
"Kita tetap jaga jagak aman, karena jalanan sudah mulai sepi. Jangan sampai mereka tahu kalau mereka diikuti," titah Daniel yang duduk di belakang.
Sementara itu Red sendiri sedang fokus dengan rencana yang akan dia laksanakan dalam beberapa jam lagi. Red akan bergerak cepat dan tidak mau membuang waktu selama berada di kampung para janda. Selain bertujuan untuk menemukan berlian, rencana yang akan Red lakukan juga bertujuan untuk memkancing orang asing yang ada di sana. Red sangat penasaran dengan dua orang asing yang dilihat anak buahnya.
Sesampainya di tempat yang hampir dekat dengan kampung janda, mobil yang dikendarai Red berhenti. Tak lama setelahnya, dua anak buah Red turun dari mobil itu dan memilih berjalan kaki menuju kampung janda karena jalan yang menuju kampung tersebut tidak cocok untuk mobil yang terlihat cukup mewah seperti mobil yang dikendarai Red.
Tak jauh dari keberadaan mereka, Alex memerintahkan supir yang mereka sewa untuk ikut menghentikan mobilnya. Mereka sedikit menjauh karena jika mereka berhenti terlalu dekat, mereka tidak memiliki cara lagi untuk mengetahui apa rencana Red sebenarnya. Keduanya lantas hanya bisa menunggu sembari memantau pergerakan Red dari dalam mobil mereka.
Di kampung janda sendiri, saat ini dalam keadaan aman terkendali. Bahkan tiga warga pendatang yang ada di sana nampak menikmati waktu mereka di tempat berbeda. Ken yang berada di pondok janda, Mike yang berada di rumah salah satu warga dan Josh yang masih berbagi keringat dengan wanita beranak satu di dalam gubug.
"Hum?" sahut pria bule itu lembut dengan pinggang terus bergerak maju mundur secara teratur.
"Jika meraih puncak, masukin di dalam aja ya? Aku pengin merasakannya," Sang bule menunjukkan senyum manisnya lalu mengangguk. Tak lama setelah itu bibir bule langsung mendarat pada bibir wanita yang sedang merintih kenikmatan karena perbuatan Tuan bule.
__ADS_1
Hingga beberapa waktu berlalu, apa yang diinginkan wanita itu benar benar dikabulkan oleh Josh. Bule itu menyemburkan cairan putih dan kental ke dalam lubang milik wanita itu tanpa sisa. Wanita itu tersenyum senang saat menerima hadiah dari pria bule idaman banyak wanita.
Karena mereka bermain di gubug yang tidak begitu luas, setelah permainan selesai mereka memilih beristirahat sembari duduk dan bersandar. Sudah pasti tubuh mereka saling nempel dan tangan wanita dengana lincah memainkan benda menegang milik Josh.
"Itu tadi cairanya masuk ke dalam, nanti kalau kamu hamil gimana?" tanya Josh dengan mengusap lembut kepala wanita yang sedang berada dalam dekapannya.
"Semoga saja tidak. Kalaupun tumbuh jadi benih, aku tidak akan menuntut tanggung jawab Tuan bule karena aku yang minta. Tuan bule tenang saja, aku tak sepicik para penghuni pondok janda."
Josh pun tersenyum dan mencium rambut wanita itu. "Tapi kalau aku tahu kamu hamil anak aku, akan aku usahakan mengirim biaya hidup untuk kalian, meski aku tidak menikahi kamu, Nona."
"Terserah Tuan saja, saya tidak akan menuntut apa apa loh ya?"
Josh kembali tersenyum. Karena waktu yang sudah menjelang sore, akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang. Dengan santai mereka kembali memakai pakaiannya dan Josh membantu membawakan hasil panen yang cukup banyak itu menuju rumah si wanita.
__ADS_1
Dan tanpa terasa, petang kini menjelang. Tidak seperti biasanya, di pondok janda malam ini terasa ada yang berbeda. Kalau malam malam sebelumnya suasana terlihat hangat karena ada salah satu pria bule di sana, tapi untuk malam ini, suasana pondok janda tak sehangat malam malam sebelumnya karena kejadian kemarin malam. Tanpa mereka sadari, kalau malam ini pondok janda sedang diawasi dari tempat lain yang tidak begitu jauh.
...@@@@@...