BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Pergi Ke Kebun


__ADS_3

Hari kini berganti lagi dan seperti biasanya orang orang kembali disibukan dengan aktifitas seperti biasanya yang mereka lakukan di hari hari sebelumnya. Meskipun membosankan dan melelahkan, tapi mereka tidak punya pilihan lain lagi selain menjalani aktifitas tersebut. Entah itu aktifitas yang menghasilkan uang ataupun tidak, mereka tetap menjalaninya.


Sama seperti kebanyakan yang dilakukan warga di salah satu kampung yang lebih dikenal dengan nama kampung janda daripada nama kampung aslinya, sejak hari masih agak gelap hingga matahari benar benar menerangi, para warga sudah disibukkan dengan berbagai aktifitas yang sama, yang setiap hari mereka lakukan. Semua itu mereka lakukan hanya semata mata untuk mengasilkan sesuatu menyambung hidup mereka.


Berbeda dengan seorang bule di salah satu rumah yang ada disana. Di saat hampir semua warganya sudah meninggalkan rumah untuk beraktifitas, bule yang dikenal dengan nama Josh nampak baru saja membuka matanya. Bule yang akhir akhir ini sering tidur tanpa busana, baru saja terbangun disaat matahari sudah cukup tinggi.


Mata bule itu mengerjap lalu dia bangkit kemudian meregangkan otot ototnya. Wanita yang semlam menemaninya tidur sudah tidak ada disisinya. Bule itu tersenyum tipis lalu meraih celana kolor yang tergeletak di lantai. Josh lantas keluar dan rumah masih kelihatan sepi. Josh yakin Mike saat ini belum pulang. Dia masih berada di rumah salah satu warga. Josh langsung memutuskan keluar rumah untuk berjemur dan berolahraga sejenak.


"Pagi, Tuan bule," sapa seseorang dari luar pagar kayu beberapa puluh menit kemudian di saat Josh sedang melakukan push up.


Josh sontak mendongak ke arah pintu pagar dan melihat sosok wanita yang cukup familiar. "Pagi juga, Nona," sapa nya dan Josh langsung bangkit terus menghampiri wanita tersebut. "Nona darimana pagi pagi begini?"


Kening wanita itu berkerut dan tak lama setelahnya senyumnya melebar. "Pagi? Udah siang kali, Tuan. Udah mau jam sepuluh ini."

__ADS_1


"Hehehe ... kalau di negara saya ini termasuk masih pagi, Nona," balas Josh sambil terkekeh. "Nona darimana?"


"Mau ke kebun. Apa Tuan mau ikut?" jawab wanita itu sembari memberi penawaran.


"Loh, emang Nona punya kebun?" Josh malah terlihat terkejut.


"Hahaha ... ya punya lah, hari ini aku mau panen beberapa sayuran, agar besok bisa di bawa ke pasar."


"Wahh, kayaknya seru tuh. Boleh deh saya ikut. Bentar aku ambil kaos dulu."


"Hahaha ... bisa aja, bentar ya?"


Josh bergegas masuk ke dalam rumah. Tak butuh waktu lama, kini keduanya melangkah bersama menuju kebun milik wanita beranak satu yang rumahnya berada tak jauh dari lapangan dan sekolah. Setelah melangkah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di dekat hamparan sebuah kebun yang memang sudah terlihat sayur mayur yang siap untuk dipanen. Mata Josh sempat berbinar melihatnya, karena baru kali ini dia melihat hamparan sayur di depan matanya.

__ADS_1


"Ini semua sudah siap panen?" tanya Josh sambil kakinya melangkah mengikuti langkah wanita yang memasuki tanah yang dibuat untuk pembatas dari tanaman satu ke tanaman lainnya.


"Ya nggak semua. Cari yang udah siap panen saja. nanti aku kasih tahu mana yang harus dipetik dan mana yang tidak," jawab wanita itu. Langkah kaki mereka behrenti di dekat sebuah gubug dan wanita itu meletakkan barang bawaannya disana. "Tuan sudah sarapan belum? Kalau belum, mending tuan sarapan dulu."


"Nggak lah nanti aja. Aku sudah nggak sabar pengin ikutan melakukan pekerjaan kamu, Nona."


Melihat Josh yang nampak antusias, wanita itu lantas tersenyum dan dia menyiapkan segala perlatannya yang biasa digunakan untuk memanen sayur sayur tersebut. Tidak perlu berlama lama, mereka akhirnya turun ke kebun dan mulai aktifitas mereka memanen sayuran.


Josh benar benar menikmati momen yang sedang dia lakukan. Meski banyak pertanyaan yang dia lontarkan, tapi wanita yang bersamanya, dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan Josh. Bule itu pun merasa senang, hingga karena terlalu senang, tanpa terasa kini waktu sudah menunjukan siang hari dengan ditandainya posisi matahari seperti berada di atas kepala.


"Lelah ya, Tuan?" tanya si wanita saat mereka memutuskan untuk istirahat.


"Lelah, tapi menyenangkan, seru banget," jawab Josh setelah menghabiskan segelas air putih, lalu dia melepaskan kaosnya.

__ADS_1


wanita itu menatap tubuh Josh dengan tatapan yang sangat lapar. Tubuh berkeringat Josh benar benar terlihat sangat menggiurkan sampai wanita itu seakan kesulitan untuk menelan ludahnya. "Tuan bule memang sungguh meresahkan," gumam wanita itu dalam hati.


...@@@@@@@...


__ADS_2