BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Tamu Pak Kades


__ADS_3

Suara keributan yang terjadi di depan rumah seorang pemimpin kampung, nampaknya mempengaruhi seorang pria yang masih terlelap di dalam kamarnya, dimana pria itu tinggal tak jauh dari rumah yang sedang didatangi para warga. Mata pria itu perlahan membuka dan dia cukup terkejut saat melihat kepala yang sedang naik turun dengan rambut tergerai di atas perutnya.


Pria itu lantas tersenyum setelah sadar siapa wanita yang sedang memainkan batangnya saat dia bangun tidur. Pria itu pun hanya terdiam sambil mengumpulkan kesadarannya karena baru saja membuka mata. Kening pria bernama Josh sontak berkerut saat telinganya menangkap suara ribut dari luar rumah.


"Kok di luar rumah seperti ada keributan? Apa sedang ada banyak orang?" pertanyan yang keluar dari mulut Josh sontak saja membuat si wanita yang sedang fokus menikmati batang dengan mulutnya merasa terkejut. Bahkan wanita itu langsung mendongak menatap si bule.


"Tuan sudah bangun?" tanya si wanita yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


Josh lantas tersenyum dan menyibak rambut si wanita yang menutupi sebagian wajahnya. "Baru saja bangun, Nona. itu diluar apa yang terjadi? Seperti ada suara ribut ribut?"


Si wanita yang akrab dipanggil Sansan nampak menggeleng. "Tidak tahu, Tuan. Tadi pas aku bangun tidur, sudah banyak orang di depan rumah Pak kades, jadi aku nggak berani keluar rumah."

__ADS_1


Josh kembali tersenyum. "Ya sudah, sambil menunggu mereka bubar, kamu lanjutkan aja apa yang tadi kamu lakukan," Sansan langsung saja tersenyum dan tanpa penolakan dia kembali menikmati batang Josh sebagai menu sarapan kali ini.


Di depan rumah Pak Kades sendiri semua warga masih memperhatikan orang yang baru saja datang. Yang satu orang lokal jadi kehadirannya tidak terlalu diperhatikan, sedangkan yang satu gerak geriknya menjadi pusat perhatian, terutama para wanita yang ada di sana. Nampak Pak Kades sedang berbincang sejenak dengan tamunya. Namun hal itu tak berlangsung lama karena Pak Kades harus menuntaskan urusan yang sedang terjadi terlebih dahulu.


"Baiklah. Biarkan dua orang ini berada di sini. nanti siang saya bersama dengan perangkat kampung yang lain akan menyerahkan mereka ke pihak yang berwajib. Kalian silakan melanjutkan pekerjaan masing masing."


Para warga lantas menuruti perintah Pak Kades. Beberapa warga ada yang menanyakan tentang siapa tamu Pak Kades, tapi Pak Kades hanya menjawab seadanya agar para warga segera pada bubar. Meski sedikit kecewa, para warga mau tidak mau langsung membubarkan diri.


Di pondok janda sendiri, Mike baru saja meraih puncaknya bersama si wanita yang sekarang terbaring lemas dengan nafas yang terengah engah. Batang Mike bahkan masih tertancap di dalam lubang si wanita yang saat ini sedang tersenyum bahagia.


Si wanita segera saja menyingkirkan tubuh Mike dari atas tubuh nya dan wanita itu pergi keluar kamar dengan terburu buru tanpa memakai pakainnya. Mike sontak saja terkekeh melihat tingkah wanita itu. Mike lantas merebahkan tubuhnya guna mengistirahatkan diri setelah permainan nikmat yang baru saja dia lakukan ketika bangun tidur.

__ADS_1


Hingga beberapa puluh menit kemudian, Mike memutuskan memakai kembali pakaiannya dan segera keluar dari kamar karena dia harus segera pulang. "Kenapa tadi tidak ada yang membangunkan saya?" Mkke pura pura protes pada beberapa wanita yang sedang berkumpul di halaman tengah pondok tersebut.


"Maaf, Tuan, kami tidak tega membangunkan Tuan, karena kami tahu semalam Tuan pasti sangat lelah menjaga penjahat itu," jawab salah satu dari merka.


Mike mengangguk tanda mengerti. "Ya sudah kalau begitu saya mau pulang."


"Saya ikut, Tuan. Sekalian saya mengantarkan makanan untuk Tuan dan teman Tuan," salah satu wanita bangkit dan mengambil bungkusan yang tergeletak di atas meja


"Baiklah. ayo!" keduanya lantas segera beranjak keluar dari pondok janda.


Di rumahnya sendiri Josh masih menikmati permainan Sansan sembari terbaring. Wanita itu dengan sangat agresif sudah memasukkan batang Josh ke dalam lubang nikmatnya dan menggerakkan badannya naik turun. Namun di tengah tengah permainan tersebut, Josh mendengar suara pintu diketuk. Keduanya cukup terkejut. Awalnya Josh dan Sansan mengabaikan suara orang yang mengetuk pintu, tapi lama kelamaan mereka tak tenang juga dan dengan sangat terpaksa permainan mereka terhenti sebelum meraih puncak.

__ADS_1


Di saat bersamaan, Mike juga hampir sampai di tempat tujuannya yaitu rumah yang dia tinggali. Namun dia terkejut hingga langkah kakinya terhenti saat matanya menangkap dua orang berdiri di depan pintu rumah yang dia tuju.


...@@@@@...


__ADS_2