
Seperti yang sudah direncanakan, mulai hari ini Josh dan Mike akan bergantian tugas menjaga para janda jika malam tiba. Tentu saja kabar yang dibawa oleh Pak Kades itu menjadi berita terhangat bagi kampung itu. Sudah bisa diprediksi kalau keputusan itu akan menimbulkan pro dan kontra.
Namun pro dan kontra berhasil diredam dua bule yang ada di sana. Dengan alasan yang cukup masuk akal, warga yang protes, terutama para wanita, berhasil diatasi oleh Mike maupun Josh. Dengan begitu siapapun berpeluang untuk bisa dekat dengan dua bule tersebut.
Josh dan Mike sangat mengerti kenapa para wanita disana sangat terobsesi pada mereka. Beberapa hari tinggal di kampung tersebut, membuat kedua bule tahu kalau kebanyakan wanita di sana haus akan belaian pria dan disana stok pria muda itu sangat sedikit. Kebanyakan anak muda disana sudah merantau sejak usia lima belas tahun, jadi banyak wanita yang sudah mengenal nafkah batin tapi tidak ada yang bisa memenuhi nafkah batin mereka.
Kalau untuk para gadis, mereka masih bisa menahan hasrat yang mendera karena biar bagaimanapun mereka masih memegang prinsip akan menyerahkan kesucian mereka pada suaminya kelak. Berbeda dengan para wanita yang sudah pernah merasakan nikmatnya batang pria. Mereka akan merasa sangat tersiksa jika hasrat mereka sedang menggebu gebu.
"Bagaimana ini? Nanti malam Tuan bule akan mulai berjaga di tempat ini? Apa yang harus kita lakukan?" ucap salah satu janda yang ada di pondok janda. Begitu mendengar kabar dari desa, kumpulan para janda di pondok itu langsung heboh sendiri dan sekarang mereka sedang bermusyawarah.
"Ya kita siapin aja makanan yang cukup serta tampat isitirahat yang layak. Kita gunakan aja ruang kosong sebelah ruang tamu untuk tempat istirahat mereka."
"Apa kalian yakin, kalian akan tidur nyenyak di saat ada bule tampan di sini? Aku sendiri kayaknya nggak akan mungkin bisa tidur nyenyak."
Semua janda yang ada disana terdiam dan saling pandang. Sebagai wanita yang memiliki hasrat yang sudah lama tidak tersalurkan tentu saja mereka ingin melewatkan waktu bersama bule itu. Mereka ingin bersikap munafik dan sok suci tapi sebagai wanita normal, mereka tentu sangat ingin melakukan hal yang lebih bersama bule yang ada di sana.
__ADS_1
"Emang kenapa kalau kamu nggak bisa tidur nyenyak?"
Wanita yang tadi sempat melempar pertanyaan sontak tersenyum sinis. "Yang pasti aku ingin melakukan hal hal yang indah dong. Yang bisa bikin kita keenakan. Nggak munafik, empat tahun nggak disentuh laki laki, gimana rasanya tuh. Berat banget kan?"
"Iya juga sih. Tapi, apa mungkin bule itu mau sama orang orang kayak kita? Kayaknya nggak deh. Kalian kan tahu, wanita amerika kan lebih cantik dari kita. Mana mungkin Tuan bule berselera sama wanita kayak kita."
"Nah bener juga itu. Kayaknya mereka nggak doyan dengan wanita lokal."
"Gini aja deh, gimana kalau nanti malam aku duluan yang coba? Daripada kita penasaran dan menerka nerka. Apalagi mereka kan pernah menolongku saat penculikan kemarin, gimana?"
"Oke deh, aku setuju."
Akhirnya musyawarah para janda pun menemukan kesepakatan. Mereka benar benar akan membuang rasa malu mereka demi sebuah hasrat dan pembuktian.
Bukan hanya para janda yang menyusun rencana. Di rumahnya, dua bule yang sedang dibicarakan para janda juga sedang menyusun rencana sendiri. Tentu saja rencana mereka ada hubungannya dengan berlian bulan biru. Dan yang bertugas pertama kali menginap di pondok janda adalah Josh.
__ADS_1
"Josh, apa nggak sebaiknya kalau kita pergi kota sehari?"
"Ke kota? Mau ngapain?"
"Ya kita cari informasi lah, Josh. Sekalian kita beli barang barang buat kebutuhan kita. Lagian sepertinya kita butuh pengaman."
"Ah iya, kita butuh pengaman. Gila aja, semalam aku ngeluarin di dalam. Bisa bahaya kalau sampai ada yang hamil."
"Ya sama kalau gitu. Mana ceweknya agresif banget. Jujur sih, Josh, aku tuh kaget. Ternyata cewek kalau udah lama nggak disentuh laki laki, ternyata sangat liar."
"Bener, Mike. Ya udah, nanti kita tanya Pak kades, kali aja ada persewaan mobil disini. Kita sewa sekalian minta antar."
"Sip!"
Sementara itu dilain tempat tapi masih satu pulau dengan kampung itu, terlihat seseorang sedang serius melakukan percakapan melalui ponsel.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan tinggal di kampung itu. Biar bagaimanapun aku harus bisa mendapatan berlian itu. Kira kira alasan apa yang pas agar aku bisa tinggal disana?"
...@@@@@...