BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Permintaan Pak Kades


__ADS_3

Kejadian penculikan yang terjadi selama dua hari berturut turut tentu saja membuat warga yang ada di sebuah desa terpencil merasa gusar dan tidak nyaman. Meskipun pelakunya sudah tertangkap, tapi rasa khawatir tetap mendera hati mereka. Para penduduk takut akan datangnya penjahat lain yang bisa saja datang di saat mereka sedang lengah.


Yang paling merasa takut dari dampak penculikan itu adalah para wanita muda yang ada di sana. Dari kasus penculikan yang terjadi, sudah bisa menjadi bukti kalau para penculik itu memang mengincar wanita yang masih muda menjadi targetnya. Korban pertama dulu satu wanita berusia dua puluh tiga tahun dan dua penculikan yang gagal kemarin, korbannya berusia dua puluh lima dan dua puluh dua tahun.


Akibat dari rasa takut dan khawatir itu, warga ingin meminta bantuan pada dua bule yang ada di kampung mereka. Dimata para warga, dua bule itu bagaikan dewa penolong yang datang disaat yang sangat tepat. Mungkin jika dua bule itu tidak ada di kampung tersebut, saat ini dua wanita korban penculikan tidak akan ada yang bisa diselamatkan.


Saat sore tiba, Josh dan Mike memutuskan untuk berolahraga sejenak. Karena tidak ada fasilitas yang mendukung, dua bule itu melakukan olahraga apa adanya di depan kediaman mereka. Bagi mereka yang penting otot otot mereka saat ini terawat dengan baik. Keduanya melakukan gerakaan olah raga apa saja yang mereka tahu.


Pemandagan bule yang bertelanjang dada saat sedang malakukan olahraga, tentu saja langsung mengundang perhatian para warga. Dan yang paling heboh diantara para penduduk, sudah pasti kaum wanita. Mereka sungguh dilanda resah yang luar biasa hanya karena melihat keringat yang membahasi badan kekar dan bertato milik bule itu.


"Duh, kok aku iri yah sama keringat Tuan bule? Mereka dengan mudah menelusuri tubuh Tuan Bule, sedangkan aku, ngimpi doang."


"Hahaha ... sama. Aku juga ingin jadi celana kolornya, biar bisa nempel terus tuh di dekat yang menonjol."

__ADS_1


Pikiran dan celetukan nakal benar benar bermunculan dan saling sahut satu sama lainya. Josh dan Mike yang menjadi pusat perhatian, justru terlihat acuh dan keduanya tetap meneruskan olahraganya. Sebenarnya mereka tahu kalau saat ini banyak mata yang menatap ke arahnya, tapi mereka tidak terlalu memperdulikannya.


"Kalian pada ngapain kumpul di sini?" tanya Pak Kades yang baru saja hendak keluar rumah menemui dua bule, dan melihat warganya sedang berkumpul di depan pagar bambu depan rumah Pak Kades dan bule itu.


"Lagi ingin belajar olah raga, Pak Kades," celetuk seorang warga dengan genitnya.


"Gayamu ingin belajar olahraga. Bilang aja pengin cuci mata. Pada nggak bisa diam emang kalau lihat barang bagus."


"Nah tuh, Pak Kades tahu, jadi biarkanlah kami menikmati ciptaan Tuhan yang maha sempurna itu, Pak Kades."


"Yah, Pak Kades, nggak asyik ih. Menghalangi kesenangan warganya saja!"


Pak Kades masa bodo. Dia tetap menemui dua bule itu dan langsung mengajaknya masuk ke dalam rumah karena ada yang ingin Pak Kades bicarakan. Para wanita yang kesal karena tontonanya harus berakhir, langsung menyoraki Pak kades. Namun sorakan itu tidak serta merta membuat Pak Kades marah. Pria itu justru senang membuat warganya kesal.

__ADS_1


"Sepertinya mereka marah, Pak Kades," ucap Josh begitu mereka duduk di kursi yang ada di dalam rumahnya.


"Biarkan saja. Marahnya mereka nggak serius enggak. Udah biasa kayak gitu. Apa lagi mereka wanita. Kelihatan banget tuh kalau mereka ingin dibelai oleh kalian."


"Hahaha ... mana mungkin, Pak Kades. Masa sampai segitunya," ujar Mike tak sesuai dengan apa kata isi hatinya. Dalam hati Mike membenarkan ucapan Pak Kades, wanita disini memang banyak yang butuh sentuhan seorang pria.


"Haiss, nggak usah pura pura tidak tahu. Kalian pasti lebih pengalaman soal wanita di negara asal kalian." Terkaan Pak Kades sontak saja membuat dua. bule itu tersenyum lebar.


"Hahaha ... Pak Kades bisa aja," ucap Mike lagi. Hingga suara tawanya reda, bule itu lantas kembali bersuara, "Pak Kades ada perlu sama kami?"


Pak Kades langsung mengiyakan. "Saya mau minta bantuan sama kalian."


"Bantuan apa, Pak?"

__ADS_1


"Bisa nggak kalian membantu warga kampung menjaga keamanan, terutama para wanita?"


...@@@@@...


__ADS_2