
"Kalian? Apa Tuan tuan sedang bertengkar?" suara Pak Kades yang baru saja datang sontak saja mengejutkan Mike dan Ken yang sedang terlibat dalam perdebatan. Keduanya langsung tergagap dan salah tingkah dengan mata yang saling melirik.
"Tidak!" bantah Mike. "Kita hanya sedang ngobrol dan berbagi cerita, Pak Kades."
"Benar," Ken pun turut mendukung kebohongan yang dilakukan Mike. "Dia hanya sedang rindu dengan negaranya, Tuan. Jadi dia nampak begitu emosi."
Pak kades yang nampak mencerna alasan dua tamunya lantas tersenyum mengerti. "Tuan bule yang satunya mana? Apa dia sedang istirahat?"
Karena mendengar suara Pak kades mencari Josh, pria bule yang sedari tadi memilih merebahkan diri di kamarnya langsung bangkit dan beranjak keluar kamar. "Pak kades mencari saya?"
"Iya, Saya ada perlu dengan kalian berdua," Pak Kades lantas duduk di kursi yang ada disana. "Apa kalian sudah tidak sanggup mengajar lagi? Anak anak di sekolah tadi bertanya. Kebetulan tadi saya bertemu dengan salah satu guru."
Josh yang memilih berdiri dan bersandar pada papan kayu langsung mengalihkan pandangannnya ke arah Mike. Begitu juga sebaliknya, Mike yang sedari duduk, juga memandang Josh. Keduanya nampak berdiskusi lewat tatapan mata mereka.
Josh kembali mengalihkan pandangannya ke arah Pak Kades. "Maaf Pak Kades, dua hari ini kami merasa cukup lelah. Pak Kades tahu tidak? Kami hampir tidak memiliki waktu tidur."
__ADS_1
Alasan yang diutarakan Josh memang ada benarnya. Mereka cukup lelah akibat mendapat tugas berjaga malam di pondok janda. Namun mereka juga menyembunyikan fakta kalau rasa lelah mereka juga dikarenakan keduanya menghabiskan waktu malamnya dengan memberi kepuasan para janda.
"Saya mengerti, Tuan. Anda berdua pasti sangat lelah karena semalaman kalian begadang. Maka itu saya datang kemari untuk berdiskusi dengan kalian," ucap Pak Kades yang memaklumi keadaan.
"Kalau boleh tahu, memang apa yang dilakukan dua orang ini, Tuan?" Ken yang sedari tadi hanya menjadi pendengar, kini ikut mengeluarkan suaranya karena rasa penasaran dengan apa yang dilakukan Josh dan Mike.
Pak Kades lantas tersenyum lebar, lalu dia mejelaskan apa saja yang dilakukan Mike dan Josh selama beberapa hari di sini. Ken sebenarnya cukup terkejut mendengarnya. Karena mereka sedang dalam posisi baru saling kenalan, Ken lantas langsung tersenyum lebar.
"Wah! Perbuatan kalian sungguh mulia. Apa saya juga sebaiknya meniru Tuan tuan ini?" seru Ken.
"Kalau Tuan Ken bersedia, tentu kami sangat senang menerimanya. Apa Tuan Ken mau mengikuti jejak mereka?" tanya Pak Kades penuh harap.
"Tantu saja mau," bukan Ken yang menjawabnya, tapi Mike. Tiba tiba dia memiliki ide untuk mengerjai bule yang menyebalkan tersebut. "Bukankah Tuan Ken datang kesini untuk beramal, tentu saja dia akan dengan sangat senang hati bersukarela menggantikan tugas kami. Pak Kades tenang saja, saya rasa Tuan Ken ini orang yang sangat baik dan tulus. Pasti Tuan Ken akan sangat siap menjadi guru bagi anak anak."
Ken langsung melotot ke arah Mike, namun Mike mengabaikannya. Dia malah melirik ke arah Josh dan keduanya merasa puas melihat Ken yang salah tingkah. Sedangkan Pak kades senyumnya semakin melebar saja dan dia sependapat dengan apa yang dikatakan Mike.
__ADS_1
"Menurut saya, apa yang dikatakan Tuan Mike benar, Tuan. Anda kesini mau beramal bukan? Jika anda jadi pengajar, saya yakin anda akan lebih tahu, apa saja yang dibutuhkan di kampung ini."
Ken sungguh merasa terpojok. Matanya melirik tajam ke arah dua pria yang sedang cengengesan. "Baik, Tuan. Saya akan mencobanya," Ken akhirnya pasrah. Dia tidak mungkin menolaknya dalam keadaan dirinya sebagai pemberi bantuan.
"Bagus!" Pak Kades terlihat semakin senang. "Kalau begitu saya akan umumkan kepada pihak sekolah dan yang lainnya. Nanti untuk urusan jadwal, saya akan memberi tahunya saat saya pulang dari kantor."
Ken pun mengiyakan. Begitu mendapat kesepakatan, Pak Kades lantas pamit untuk segera memberi tahu berita ini
"Oh iya, Pak Kades, kemarin kami membeli sembako. Kami menitipkannya di rumah Tuan pemilik mobil, Apa Pak kades dan beberapa warga bisa membantu kami untuk membagikannya?" ucap Mike saat Pak Kades berniat undur diri.
"Benarkah?" tanya Pak Kades dengan wajah semakin ceria. "Wah! Ternyata kalian kaya raya juga. Hahaha ..."
Josh dan Mike ikutan tertawa, sedangkan Ken hanya tersenyum sinis dan merasa kesal sendiri.
...@@@@@@...
__ADS_1