BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Berita Dari Dua Wanita


__ADS_3

Mendengar kabar dari mulut dua wanita yang ada di hadapannya, tentu saja hal itu sangat mengejutkan bagi dua bule yang saat ini berada di rumah itu. Apa lagi mendengar kalau wanita yang diculik telah kembali dalam keadaan baik baik saja, bagi Josh dan Mike itu suatu keanehan.


"Apa kalian sempat bertemu dengan dua bule itu?" tanya Josh.


"Kalau aku sih tadi sempat melihatnya. Ya mereka tampan kok," jawab si pemilik rumah.


"Kalau saya sih tadi sempat mendengar keributan di sana. Secara kan rumah saya tidak terlalu jauh dari rumah Pak kades. Saya melihat para janda pada bertengkar gitu," sambung Marina.


"Ribut kenapa?" tanya Mike penasaran.


"Biasalah, Tuan. Ribut soal berjaga di pondok janda. Sayup sayup saya dengar, dua wanita yang selamat dari korban penculikan meminta dua bule itu langsung menginap disana. Apa tidak gila. Jelas yang lain tidak terima. Orang baru datang belum sehari langsung maksa gitu. Apa lagi di kampung ini lagi kena teror."


Josh dan Mike saling pandang dan ada senyum getir yang terkembang pada bibir kedua pria itu saat mendengar cerita dari Marina.


"Kenapa? tuan bule kecewa karena posisi kalian di pondok janda sudah tergantikan?" tebak wanita si pemilik rumah begitu melihat dua wajah bule yang bersikap aneh menurutnya.


"Tidak," bantah Josh. " Saya malah senang jika ada pengganti saya disana. Cuma ya terkesan miris saja kalau mereka ada yang memaksa dua bule bermalam dan berjaga disana. Apa mereka telah mengenal sangat dengan baik bule yang baru datang?"

__ADS_1


"Maka itu, Tuan. Saya jadi curiga kalau sebenarnya orang asing yang dimaksud dalam dalam berita tadi pagi itu mereka, bukan Tuan bule."


Josh kembali tersenyum masam, begitu juga dengan Mike. "Dah, biarkan saja."


"Ya udah Non, karena hari hampir gelap, gimana kalau kita ke rumah kamu sekarang," ucap Mike dan tentu saja Marina langsung setuju dengan sangat antusias. Tak perlu basa basi terlalu lama, Mike dan Marina langsung saja pamit meninggalkan josh dan wanita yang ada di sana.


"Nona duduk sini, nggak ada anak kan?" pinta Josh sambil menepuk kursi kosong tepat disebalahnya karena Josh menduduki kursi panjang. Tanpa penolakan, wanita itu langsung pindah tempat duduk dengan senyum cerianya.


"Tuan sudah makan belum?" tanya si wanita begitu dia duduk tepat di sisi Josh dan Josh mmemeluk pinggangnya dari samping.


"Belum, tapi nanti saja makannya, saya belum lapar. Tadi sempat mampir di warung sebentar sebelum kembali ke sini."


"Tentu saja punya. Kan saya pernah ke pasar membeli sembako buat kalian."


"Oh, iya yah. Hahahah ... saya lupa, maaf."


"Nggak perlu minta maaaf. Bagaimana kalau kita ngobrol di dalam kamar aja, Nona?"

__ADS_1


Wanita itu kembali tersenyum ceria dan tanpa menolakan keduanya lantas menuju kamar milik wanita itu untuk ngobrol dan melakukan kegiatan lainnya antara pria dan wanita.


Sedangkan di rumah yang dulu ditempati Josh dan Mike, kini ditermpati oleh dua bule yang baru saja datang di kampung tersebut. Karena masalah waktu dan juga trasnportasi, Pak kades memberikan ijin kepada Daniel dan Alex untuk menginap untuk satu malam di sana.


"Kok kayak gini banget ya tinggal di kampung," ucap Daniel yang merasa tidak nyaman dengan keadaan tempat tinggalnya. "Toilet itu gimana cara pakainya? Masa nggak ada tisu?"


"Hahaha ... itu kasur buat tidur juga tipis banget. mana nyenyak aku malam ini tidurnya. Tempatnya nggak sesuai," Alex menimpali. "Tahu bakalan kayak gini, mending tadi kita suruh saja dua wanita itu pulang sendirian. Udah rencana gagal, malah apes tidur di tempat seperti ini."


"Hahaha ... benar. Kok Josh dan Mike betah tinggal di tempat seperti ini?"


"Mereka beda kelas sama kita."


Daniel dan Alex kembali tertawa. Ken yang kebetulaan mendengar pembicaraan mereka dari luar rumah malah menjadi geram sendiri. Tadinya dia akan memanggil Daniel dan Alex untuk makan malam atas perintah Pak kades. Tapi mendengar pembicaraan dua bule tadi, membuat Ken kesal dan memutuskan kembali ke rumah Pak kades. Ken tidak mau nanti makanan bu kades juga dihina olah Daniel dan Alex.


Sementara itu masih di kampung yang sama dan waktu yang sama pula, tiba tiba datanglah tiga mobil di kampung itu tak jauh dari letak lapangan.


"Kita sudah sampai, sebaiknya kita cepat bergerak."

__ADS_1


"Siap bos."


...@@@@@@...


__ADS_2