BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Masih Di Sekitar Kebun


__ADS_3

"Tuan Bule."


"Hum?"


"Terima kasih."


Josh tersenyum dan mengecup kening tubuh wanita yang sedang bersandar dibahunya. Wanita itu juga tersenyum. Dia sangat senang diperlakukan dengan lembut oleh pria bule tampan dambaan sebagian wanita yang ada di kampung ini. Wanita itu membelai benda milik Josh yang terkulai lemas setelah berakhirnya permainan yang mereka lakukan.


"Tuan, tadi kenapa Tuan duduk disini sendirian?" tanya si wanita dengan mata yang masih menatap tangannya sendiri yang sedang memainlkan batang milik bule tersebut.


"Ya sedang ingin sendiri saja. Selama saya disini, saya kan jarang jalan jalan ke daerah sekitar," kilah Josh yang juga sedang memperhatikan tangan si wanita yang sedang memainkan benda miliknya tanpa rasa jijik. Bagi Josh hal seperti itu memang biasa terjadi. Setiap wanita yang sudah merasakan isi celana Josh, pasti akan membelai dan memainkannya. Hal itu pasti dilakukan oleh setiap wanita dimanapun berada.


Aneh tapi nyata. Kejadian seperti ini memang bukan pertama kalinya bagi Josh. Dia sering berhubungan badan dengan wanita tanpa tahu nama wanita tersebut. Seperti saat ini, tanpa tahu nama wanita yang sedang bersandar di bahunya, dia sudah bisa menikmati lubang wanita itu hanya dengan obrolan manis dan sedikit rayuan.

__ADS_1


"Apa Tuan tidak merindukan tempat asal Tuan?"


Josh mengela nafasnya dalam dalam sembari membelai lembut rambut wanita yang masih berstatus istri orang tersebut. "Sudah pasti saya merindukan negara saya, tapi Nona tahu sendiri, disini susah mencari info tentang pesawat terbang dan lainnya. Makanya saya bingung, bagaimana caranya saya bisa pulang."


Apapun yang dikatakan Josh, sebenarnya itu hanya alasan yang dibuat buat untuk saat ini. alasan yang sebenarnya tentu saja masih tentang berlian bulan biru yang jejaknya sudah ada di depan mata. Belum lagi rasa kemanusiaan, membuat Josh memilih bertahan lebih lama di kampung ini. Dengan kedatangan Ken di kampung itu, Josh merasa itu seperti sebuah tanda kalau kampung ini akan menemukan banyak masalah.


"Apa Nona tidak ingin pulang?" kini Josh yang melempar pertanyaan. Bukan bermaksud untuk mengusir, tapi melihat hari menuju sore, takut ada warga yang melihat, nanti malah menjadi masalah.


Wanita itu duduk tegak dan menatap Josh dengan wajah cemberut. "Apa Tuan sedang mengusir saya?"


"Tuan jangan khawatir, keluargaku juga belum pada pulang dari pasar. anakku lagi ikut sama ayahnya. Lagian mereka tahu aku biasa pulang jam berapa kalau sudah di kebun."


"Tapi apa tempat ini benar benar aman?"

__ADS_1


"Tuan tadi lihat sendiri kan? Sampai permainan selesai., tidak ada tanda orang yang lewat. Tuan tenang saja."


Josh hanya bisa mengangguk. Dia pun lalu terdiam menikmati sentuhan tangan si wanita pada batangnya yang mulai menegang kembali. Karena milik Josh sudah menegang kembali, si wanita langsung memainkan benda milik Josh dengan mulutnya, sebagai tanda kalau wanita itu minta permainan dilanjut ke ronde kedua.


Di tempat lain, tepatnya di rumah salah satu warga, Ken nampak sedang berbincang dengan seorang wanita juga. Setelah selesai menumpang makan, Ken kini terlihat sedang duduk di kursi yang sama saat tadi menyantap hidangan yang disuguhkan sang pemilik rumah. Meskipun komunikasinya agak susah, tapi obrolan mereka cukup nyambung dengan bantuan di aplikasi penerjemah yang ada di ponsel Ken.


Setiap kata yang diucapkan Ken, dia catat di layar ponselnya dan setelah mengetahui artinya, Ken akan menunjukkan layar itu kepada si wanita. Begitu juga si wanita, dengan diajari oleh Ken, wanita itu juga menjawab pakai bahasa negaranya yang diketik lewat layar ponsel. Terlihat merepotkan tapi hal itu cukup seru.


Dari pembicaraan yang mereka lakukan, Ken tahu kalau wanita itu juga nasibnya hampir sama dengan wanita yang ada di kampung ini. Suaminya merantau. Wanita itu memiliki dua anak yang masih sangat kecil. Ken sempat tertegun saat mendengar usia wanita itu masih dua puluh lima tahun tapi sudah memiliki dua anak. Tapi setelah dijelaskan kalau disini memang sudah terbiasa menikah diusia muda, Ken baru memamahinya.


"Apa Nona tahu, apa yan terjadi tadi pagi di rumah pemimpin kampung ini?" tanya Ken sambil menunjukkan layar ponselnya.


Wanita itu mengangguk dan mulai mengeja jawabannya dengan dibantu Ken yang memencet huruf hurufnya. Kening Ken sontak berkerut saat mengetahui jawaban dari wanita itu yang terpampang di layar posnselnya.

__ADS_1


"Penyusup yang sedang mencari berlian biru? jangan jangan mereka suruhannya Red?" gumam Ken.


...@@@@@...


__ADS_2