BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Informasi Baru


__ADS_3

Plak Plok Plak Plok!


"Akh ... akh ... akh ..."


"Sakit?"


"Enak sekali, Tuan."


"Tapi sebentar lagi aku mau keluar, Sayang. Mau keluar di dalam atau dimana?"


"Di dalam saja."


"Oke!"


Plak, Plok, plak, plok!


Pria berbadan tegap dengan badan dipenuhi oleh tato itu lantas mempercepat berakan pinggangnya. Lubang nikmat wanita bernama Marina dia hujam bertubi tubi hingga akhirnya dia harus menuntaskan permainanya karena ada yang ingin segera keluar dari dalam batang kebanggaannya.


Tidak memerlukan waktu yang lama, tubuh Mike lantas menegang dan bergetar hebat. Bersama dengan itu keluarlah air cinta nan putih dan kental dalam jumlah yang cukup melimpah membasahi lubang Marina yang telah lama tandus dan kering. Sambil mengungkung tubuh Marina, Mike membiarkan batangnya tetap tertancap di dalam sana. Nafas keduanya menderu dan mereka saling lempar senyum hingga bibir mereka saling menempel.


Sementara itu di tempat berbeda, Josh malah terbaring santai dengan kaki yang menekuk. Di atasnya, tubuh Lalita bergerak indah dengan bukit kembar yang menantang untuk diganggam. Sedangkan lubang nikmat Lalita ditancapkan berkali kali ke batang besar nan kekar milk Josh.


Hingga waktu terus bergerak maju, tubuh Josh menegang dan bergetar. Semburan air cinta yang hangat di dalam lubang Lalita, membuat wanita itu terdiam serta langsung menjatuhkan tubuh mungilnya di atas tubuh Josh. Bule itu langsung mendekap erat tubuh Lalita yang penuh dengan keringat.


"Gimana, Sayang? Puas?" bisik Josh.


"Kurang," jawab Lalita manja tanpa menatap wajah Bule itu.

__ADS_1


Josh langsung tertawa kecil. "Baiklah, nanti lagi ya? Sekarang kita isirahat sejenak."


Lalita hanya terdiam. Meski begitu Josh tahu kalau wanita diatasnya pasti ingin nambah permainan lagi. Bagi Josh dan Mike dalam satu malam main beberapa ronde itu hal yang wajar. Mereka bisa memuaskan wanita berkali kali adalah suatu kebanggan tersendiri.


"Lalita."


"Hum? Apa tuan?"


"Kalau malam ini kamu berada di sini, apa keluarga kamu tidak ada yang nyariin nantinya?"


Lalita menggeleng. "Tidak ada. Orang tua saya lagi pada pergi satu minggu."


"Ya syukurlah, jadi kita aman kalau main sampai pagi, hehehe .."


Merasa batang yang menancap pada lubang sudah terlepas, Lalita meluruskan kakinya tapi posisi tubuhnya tetap tengkurap di atas tubuh kekar Josh.


"Oh iya, kemarin kan ada warga yang diculik, kamu tahu nggak? Semua itu tentang apa?" Josh mulai melakukan aksinya. Kali saja dari mulut wanita itu, Josh bisa menemukan sedikit informasi.


"Semua itu karena berlian bulan biru, Tuan. Coba kalau yang menemukan mau jujur, pasti kampung ini akan aman terus."


"Loh, emang serius, warga sini ada yang menemukannya?"


"Setahuku memang ada yang menemukannnya. Aku sih yakin kalau salah satu orang yang ada pondok janda yang menemukan berlian itu."


Kening Josh sontak berkerut. "Orang yang ada di pondok janda? Kamu yakin itu?"


Lalita lantas menceritakan tentang dua puluh wanita yang sama seperti cerita Marina. Dari dua puluh wanita itu, enam belas diantaranya adalah janda yang menghuni di area pondok. Sedangkan empat lainya termasuk Marina tidak mungkin dicurigai sebagai penemu.

__ADS_1


Mendengar ucapan Lalita, Josh menyimpulkan kalau dia memang harus menyelidiki pondok janda. "Apa kamu tidak ingin memiliki berlian itu?"


"Hahhaha ..." Lalita tertawa lirih sembari mentap wajah tampan Josh dan jarinya membelai lembut pipi berjambang itu. "Wanita mana yang tidak ingin memiliki perhiasan mahal, Tuan. Tapi kan itu barang temuan. Pasti yang menemukannya nggak tenang hidupnya."


"Nggak tenang bagaimana? Kalau nggak tenang, harusnya dia langsung menyerahkannya ke Pak kades. Bukan malah menyimpannya."


"Ah iya, benar juga. Tapi biarinlah, ngapain. pusing pusing mikirin hal itu. Mending mainin batang Tuan bule, lebih enak."


"Astaga!" pekik Josh merasa terkejut. Matanya terus menatap gerakan wanita yang saat ini sudah mulai menikmati isi celana Josh meski batang itu kotor.


Sedangkan di kamar lain, Mike juga sedang bermesraan dengan Marina di atas ranjang setelah selesai permainan pertama mereka. Marina merebahkan kepalanya di dada kekar Mike sembari tangannya memainkan milik bule itu. Sedangkan Mike sendiri hanya membelai rambut Marina dan membiarkan wanita itu memiankan batangnya sesuka hati.


"Marina."


"Hum? Ada apa, Tuan?"


"Aku kan pengin ke kota, pengin nyari informasi. Itu caranya gimana ya? Agar dari sini bisa sampai ke kota?"


"Ya tuan ikut rombongan aja. Kan dua hari sekali ada rombongan yang pergi ke kota. Tuan ikut itu aja."


"Loh kalau dua hari sekali berarti adanya kapan lagi?"


"Kayaknya lusa ada, Tuan. Emang tuan mau mencari informasi apa sampai harus ke kota?"


"Aku ..."


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2