BULE NYASAR JADI REBUTAN

BULE NYASAR JADI REBUTAN
Ken Ikut Berjaga


__ADS_3

"Dan saya juga ikut ambil bagian bertugas malam di pondok janda, Tuan."


Ucapan Ken tentu saja terdengar sangat mengejutkan bagi tiga orang yang ada di sana. Jika Pak kades menyambutnya dengan senyuman lebar, berbeda dengan reaksi yang ditunjukan dua bule saat ini. Mata mereka lansgung menatap tajam ke arah pria yang sedang bersandar pada dinding kayu.


Mengetahui kalau dirinya sedang ditatap oleh Josh dan Mike, Ken malah semakin yakin kalau mereka pasti sudah tahu banyak tentang keberadaan berlian itu. Ken justru tetap bersikap tenang. Apa lagi Pak kades memberi lampu hijau kepada Ken, membuat pria itu sedikit mengeluarkan senyumnya.


"Ya sudah, Pak, Biarkan nanti malam dia mulai berjaga saja disana. Mungkin dia akan sangat merasa bahagia," ucap Josh entah bermaksud menyindir atau bagaimana, yang jelas Josh cukup kesal dengan tingkah Ken.


"Bukankah nanti malam kamu yang bertugas, Josh?" tanya Mike yang cukup heran dengan kata yang baru saja Josh lontarkan.


"Ya nggak apa apa. Dia kan pengin terlihat baik di depan para warga," ucap Josh dengan menggunakan bahasa negara asalnya yang hanya dimengerti oleh tiga oraang yang ada disana.


Pak Kades cuma bisa melongo mendengar Josh berbicara tapi tidak menggunakan bahasa inggris. Jika Pak Kades tahu, mungkin dia akan mengambil kesimpulan kalau Ken dan dua bule itu saling kenal. "Tapi, apa Tuan Ken nanti tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengan penghuni pondok?"


Ken lantas tersenyum. "Tuan tenang saja, saya sudah punya alat yang bisa membantu saja untuk berkomunikasi dengan penduduk kampung ini. Oh iya, disini ada tempat untuk mendapatkan sinyal ponsel tidak, tuan?"

__ADS_1


"Ada, tapi apa Tuan mau melakukannya?"


"Dimana? Kebetulan saya bawa tiga ponsel, saya akan mengunduh aplikasi penerjemah bahasa dan akan saya gunakan nanti saat berkomunikasi dengan penduduk."


"Wahh, ide tuan Ken bagus sekali," puji Pak Kades dengan antusias. Sedangkan Mike dan Josh nampak cuek dan memilih memasang wajah datar. "Anda naik saja ke atap rumah saya, nanti anda akan menemukan sinyal yang anda butuhkan sesui kartu seluler yang anda gunakan."


"Apa? Naik ke atap?" tanya Ken dengan tatapan tak percaya.


"Iya, anak saya juga sering melakukannya jika butuh sinyal, asal kartunya mendukung. Anda memakai jaringan seluler Uh Ah Uh Ah tidak?"


"Iya, di negara ini cuma jaringan itu yang paling bagus."


"Baiklah," ucap Ken pasrah dan sembari garuk garuk kepalanya yan tidak gatal. Sedangkan Josh dan Mike hanya tersenyum tipis menertawakan kesialan Ken.


Setelah obrolan singkat itu selesai, Ken mengikuti Pak kades untuk melakukan apa yang tadi telah dia rencanakan. Sedangkan Josh dan Mike malah terbahak membayangkan Ken yang biasa hidup mewah, harus mersakan hidup susah, sama seperti dua bule itu waktu baru datang kesini.

__ADS_1


"Eh, Josh, apa tidak masalah? Ken menggantikanmu bertugas d pondok nanti malam?"


"Nggak perlu khawatir, Mike. Biarkan saja dia mencari apa yang menjadi tujuan dia datang kesini. yang penting tentang tiga wanita yang kamu curigai itu, jangan sampai bocor. Kita harus bisa mendekati ketiga wanita itu secepatnya."


"Lah terus, nanti kalau ada yang ingin berhubungan badan gimana?"


Josh tersenyum miring. "Biarkan saja Ken yang mengatasi. Wanita wanita disana juga pasti pada tertarik dengan ken. Lagian aku benar benar pengin tidur nyenyak. Aku juga tadi habis berhubungan badan di kebun, jadi ya sudah cukuplah untuk hari ini, capek."


"Apa! Gila! bagaimana bisa?"


Josh kembali tersenyum miring lalu dia menceritakan semua yang dia lakukan saat keluar rumah untuk meredakan amarahnya. "Kamu tahu sendiri lah, Mike, gimana para wanita disini jika sedang berdua dengan kita."


"Iya sih, kita benar benar dibuat kenyang segalanya oleh para wanit itu." Suara tawa kedua pria itu langsung pecah.


Dan waktu terus bergulir tanpa bisa dicegah. kini malam telah datang dan sesuai yang telah direncanakan, Ken saat ini sudah berada di dalam pondok janda. Tadinya dia datang bersama pak kades, tapi setelah perkenalan dan memberi penjelasan, Pak Kades pun pamit undur diri begitu para janda mengerti dan menyambut Ken dengan binar yang sama saat mereka menyambut Josh dan Mike.

__ADS_1


Pesona Ken juga tak kalah menarik. Meski dia tidak bertato, wajah tampannya yang keturunan china memiliki pesona tersendiri yang membuat banyak wanita takluk dan berakhir di atas ranjang.


...@@@@@...


__ADS_2